Guru IGI itu IGI

0
805

Cecep Gaos, S.Pd
Guru SD Puri Artha Karawang
IGI Kab. Karawang Prov. Jawa Barat

Membaca tulisan Pak Widadi (Pak Wid) dengan judul “Siapakah Guru IGI dan Seperti Apakah Karakter Mereka” membuat saya tergerak untuk menulis tentang karakter-karakter lain yang bisa dilihat dan dirasakan dari guru-guru IGI.

SIAPAKAH GURU IGI DAN SEPERTI APAKAH KARAKTER MEREKA?

Dalam tulisannya, menurut Pak Wid guru-guru IGI itu mudah beradaptasi, bisa berkolaborasi, mampu berinovasi, berjiwa pemimpin, pendongeng, kritis menerima informasi, nyeni, dan terbiasa menghargai perbedaan pendapat.

Dalam tulisan ini, saya ingin menambahkan karakter-karakter lain yang dimiliki oleh guru-guru IGI. Karakter-karakter tersebut diambil dari kata IGI, yaitu huruf I, huruf G, dan huruf I.

I yang pertama adalah Independent (Independen). Independen, yang terkadang diringkas menjadi indie, dapat mengandung arti bebas, merdeka, berdiri sendiri, swadaya, swakarsa,atau swakarya (wikipedia). Dari huruf I yang pertama dari singkatan IGI ini, kita bisa lihat dan rasakan bahwa guru-guru IGI berjiwa bebas dan merdeka menentukan arah jati dirinya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensinya sebagai guru. Mereka memiliki kebebasan berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan terobosan-terobosan baru dalam menjalankan tupoksinya sebagai pendidik. Selain itu, mereka juga tidak bergantung kepada pembiayaan dari orang lain, dari sekolah misalnya. Berdasarkan hasil obrolan-obrolan dengan beberapa rekan IGI, dalam mengikuti pelatihan-pelatihan atau workshop-workshop untuk meningkatkan kompetensinya acap kali mereka mengeluarkan kocek sendiri untuk membayar biaya workshop, transportasi, akomodasi, dalan lain sebagainya. Terlebih, bagi mereka yang lokasinya sangat jauh dari tempat workshop, yang mengharuskan mereka naik pesawat, seringkali mereka mengeluarkan bukan hanya ratusan ribu, tetapi jutaan ribu rupiah. Sungguh luar biasa. Hal itu mereka lakukan demi meningkatkan kompetensinya.

Karakter guru IGI yang kedua adalah G, yang diambil dari huruf tengah dari singkatan IGI. G merupakan singkatan dari Generous atau murah hati. Betapa tidak, guru-guru IGI yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan beraneka ragam suku, agama, ras, dan antar golongan memiliki hati yang sangat luar biasa. Mereka tidak segan untuk saling membantu, baik membantu kesulitan dalam meningkatkan kompetensinya ketika menyerap materi workshop, kesulitan-kesulitan ketika bencana menimpa, dan kesulitan-kesulitan lainnya. Di IGI ada satu terobosan dan gagasan luar biasa yang dikenal dengan istilah Guru Saudara. Guru Saudara ini digagas pertama kali dalam perhelatan Kongres II di Makassar pada tanggal 30-31 Januari 2016. Guru Saudara ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan tali persaudaran sesama guru IGI yang berasal dari seluruh pelosok negeri, tetapi juga bisa dimaksudkan untuk meminimalisir biaya-biaya yang dikeluarkan dalam sebuah kegiatan. Mereka bisa saling berbagi dan mengikat tali silaturrahim, serta tumbuh bersama dalam sebuah keharmonisan, sesuai dengan motto IGI “Share and Grow Together”. Lihatlah betapa murah hatinya guru-guru IGI.

I yang kedua yang merefleksikan karakter guru-guru IGI adalah Intellect (intelek). Intelek berasal dari kata bahasa Latin intelligere yang artinya memahami. Intelligere berasal dari kata inter yang artinya diantara dan ligere yang artinya mengumpulkan, memilih, mencerap, dan membaca. Terdapat beberapa pengertian mengenai intelek yang dapat dipahami dalam tiga artian. Pertama, intelek sebagai kemampuan kognitif. Kemampuan mengetahui dan dilawankan dengan kemampuan menghendaki serta kemampuan merasa. Kedua, intelek adalah fungsi rasio yang menjadikan ide, konsep, abstraksi, menjadi kemungkinan yang realistis. Ketiga, intelek adalah kemampua untuk mengetahui, mengerti secara konseptual, dan menghubungkan apa yang diketahui atau dimengerti (wikipedia).

Lihatlah guru-guru IGI. Untuk meningkatkan intelektualitas, kompetensi, dan profesionalismenya, mereka tidak segan-segan untuk mengikuti berbagai pelatihan dan workshop. Sehingga pada akhirnya mereka bisa menampilkan pribadi yang intelek, yang memiliki kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor yang luar biasa. Yang paling penting dari itu semua, guru-guru IGI itu suka membaca dan literat. Kalau tidak suka membaca, berarti bukan guru IGI.

Itulah sekelumit tambahan karakter-karakter guru-guru IGI yang bisa kita lihat, rasakan, dan buktikan. Semoga kita semua dapat menjadi guru IGI yang sebenarnya, yaitu guru yang Independent, Generous, dan Intellect.

Jayalah IGI!!

Jayalah Guru Indonesia!!!

 

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here