LITERASI DENGAN EMPAT KETERAMPILAN BERBAHASA

0
1661

Drs. A r m e l *

Terlepas dari apa pengertian literasi dari berbagai referensi, pada tulisan ini literasi diartikan sebagai kemampuan mengungkapkan dan mengolah huruf-huruf yang terbaca. Menungkapkan maksudnya, bagaimana seseorang mampu menyampaikan sesuatu secara lisan yang membuat pendengarnya mengerti dari apa yang disampaikannya. Dengan kata lain, kemampuan seseorang berbicara. Mengolah huruf-huruf maksudnya, kemampuan mengolah huruf-huruf menjadi tulisan yang bermakna sehingga orang-orang yang membaca satu paham dengan yang disampaikan pengolah huruf-huruf (penulis) tersebut.

Literasi adalah suatu kegiatan membaca lalu menterjemahkannya dengan otak tentang apa isi bacaan yang dibaca lalu mengimplementasikannya. Untuk mencapai kemampuan seperti itu seseorang perlu mempunyai empat keteramplan berbahasa secara simultan. Tanpa adanya kehadiran empat keterampilan berbahasa dalam diri seseorang diyakini yang bersangkutan kurang mempunyai kemampuan mencerna apa yang dibacanya secara baik.

Keempat keterampilan berbahasa yang dimaksud adalah; keterampilan mendengar, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Empat keterampilan tersebut saling terhubung oleh benang halus yang tak tampak. Dan keempat keterampilan tersebut diperoleh secara alamiah oleh manusia sejak dari kecilnya sampai dia mendapat pendidikan. Kemampuan memadukan keeempat keterampilan berbahasa itulah yang akan dilahirkan dengan kegiatan “literasi”. Semakin tinggi tingkat pendidikan/pengetahuan seseorang maka semakin tinggi pula kemampuannya menyeimbangkan penggunaaan otak kiri dan otak kanan untuk memadukan  empat aspek keterampilan berbahasa.

Keterampilan mendengar telah dilakukan anak manusia sejak dia mulai lahir ke permukaan dunia ini. Sang bayi sejak umuk satu hari, kerjanya hanya selalu mendengar dan menyimak apa yang disampaikan oleh orang-orang sekelilingnya. Dia dengan secara berulang-ulang sampai dia paham apa yang dilakukan oleh orang-orang sekitarnya. Contohnya, ketika sang ibu emmbawa kepalanya ke dada itu berarti sang ibu menyuruhnya untuk menyusu. Begitu juga ketikan sang ibu meletakkan sesuatu di atasmulutnya berarti sang ibu menyuruhnya membuka mulutnya.

Setelah puas dia mengamati dengan mendengar saja, maka mulailah si bayi berbicara dengan melafalkan ujung-ujung kata dari benda atau kegiatan yang dilakukannya. Kemampuan berbicara saat itu hanya baru melafalkan huruf-huruf atau kata-kata belum merupakan keterampilan berbicara. Sedikit demi sedikit sang anak sudah mulai bisa berbicara sesuai dengan perkembangan umurnya. Dia mulai berbicara dengan apa yang didengarnya dan apa yang ingin dilakukannya.

Pada saat umur tertentu si anak memulai kegiatan barunya yaitu melafalkan huruf-huruf yang tertulis atau melafalkan gambar-gambar yang dilihatnya. Kegiatan membaca ini dimulai ketika lingkungannya mulai mengajarinya dengan nama-nama benda tertentu. Misalnya dengan nama-nama buah-buahan, nama-nama makanan, dan nama-nama yang ada di lingkungannya.

Di sekolah, ketika dia memasuki dunia pendidikan pada usia sekolah semua hal yang telah diperdapatnya dalam keluarga diulang kembali dari awal. Gurunya memulai dengan menyuruh si anak mendengarkan ceritanya dan setelah itu si anak disuruh bertanya dan diajarkan kembali membaca. Setelah itu sang guru mulai mengajari anak menulis huruf-huruf dan kata-kata yang ada dalam lingkungannya. Keterampilan  menulis ini baru diperdapati anak secara murni ketika sudah berada di sekolah.

Meningkatkan kemampuan empat keterampilan berbahasa inilah kecenderungan kegiatan literasi dilakukan. Memadukannya dengan cermat sehingga mampu menangkap setiap isi dari yang dibaca. Kemampuan menangkap isi bacaan secara cermat dan tepat akan melahirkan pemikiran-pemikiran yang bernas pula. Artinya, selesai seseorang membaca sesuatu maka diharapkan dia mampu mengimplementasikannya dalam kehidupannya. Semakin tinggi kemampuan literasi seseorang semakin baik penangkapannya tentang isi sesuatu bacaan. Semakin banyak yang mempunyai kemampuan literasi dalam suatu negara semakin baik pula kondisi negara tersebut dalam berbagai hal.

Jadi, gerakan literasi tidak hanya sekedar gerakan membaca saja tetapi jauh lebih dari itu. Dari hasil membaca diharapkan dapat melahirkan tulisan-tulisan yang bernas untuk bangsa ini. Tulisan-tulisan yang bernas akan membuat orang-orang lain pun berkeinginan membaca. Hasil-hasil diskusi yang ditulis secara baik akan menarik untuk dibaca orang.

*Guru SMP N 3 Canduang.Kabupaten Agam, Sumbar

 

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here