SPIRIT MENULIS GURU TERNYATA TINGGI, IGMP MENGUBAH JADWAL SAGUSAKU

0
1593

Ikatan Guru Indonesia melalui Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia akhirnya harus mengubah jadwal GERAKAN NASIONAL SATU GURU SATU BUKU (Sagusaku) yang akan dilaksanakan  langsung di 34 ibu kota provinsi di Indonesia. 

Meskipun masa pendaftaran masih menyisahkan 34 hari Kalender, Semarang tinggal menyisakan 9 kuota, sementara Serang Banten, meskipun masih dua bulan lagi,namun sudah penuh dan bahkan berlebih. 
Hal ini membuat Tim IGMP Bahasa Indonesia harus memutar otak, tidak boleh membiarkan mereka yang memiliki semangat tinggi untuk menunggu lama. Akhirnya tim Ikatan Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia memutuskan dua hal :

1. Menambah satu orang trainer nasional, Edi Sutarto, Ketua IGI Wilayah Paling Sukses di Indonesia, penulis beberapa buku best seller dan diterbitkan oleh penerbit serta memimpin sekolah dengan lebih dari 400 guru.

2. Mengubah jadwal dengan mengurutkan jadwal mulai dari pendaftar terbanyak hingga pendaftar paling sedikit, kecuali beberapa tempat yang peserta dari luar provinsi itu lumayan banyak (sesuai gambar)

3. Karena Diklat Sagusaku ini bersifat nasional, maka guru diberikan kesempatan mengikuti diklat sagusaku dimana pun di seluruh Indonesia selama kuota masih tersedi.

Jadwal Paten Diklat Satu Guru Satu Buku (Sabusabku) dan posisi pendaftar hingga 4 Feberuari 2017

Diklat Sagusaku, bukanlah diklat biasa, diklat ini adalah diklat yang membuat guru menghasilkan karya. Slamet Riyanto, Joko Wahyono dan Edi Sutarto bukan hanya memberikan RAHASIA BESAR dalam menghasilkan KARYA BESAR tetapi juga akan menuntun peserta hingga karyanya diterbitkan oleh penerbit.

Banyak pelatih yang katanya telah menyusun banyak buku tetapi ternyata buku-buku tersebut diterbitkan sendiri. Itu menunjukkan bahwa buku-buku tersebut sesungguhnya belum memenuhi standar untuk diterbitkan sehingga terpaksa dicetak sendiri. Sebaiknya para “pelatih” itu kembali bergabung dalam program sagusaku agar bisa meloloskan bukunya ke penerbit.

SAGUSAKU 34 Provinsi ini membatasi peserta hanya untuk 50 peserta mengingat standar kualitas yang harus dicapai yang begitu tinggi. Tak ada syarat khusus karena semangat dan ketekunan jauh lebih bernilai dalam meningkatkan kompetensi menulis.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dikemas sefektif mungkin, tak perlu ada panitia pelaksana karena Pengurus Pusat IGMP Bahasa Indonesia cukup berkoordinasi dengan Ketua Wilayah IGMP Bahasa Indonesia.

 Konsumsi dan spanduk akan diatur dengan cara yang efektif. Sehingga PP berharap cara pengelolaan kegiatan efektif seperti ini akan menjadi contoh buat seluruh IGMP dan IGI di seluruh Indonesia.

Jika Mendikbud peduli dengan Sagusaku, IGMP Bahasa Indonesia sesungguhnya tidak berharap banyak, tak mengajukan proposal meminta bantuan APBN atau Block Grant, cukuplah Mendikbud membuat sertifikat kelulusan Diklat Sagusaku kepada siapapun guru yang berhasil meloloskan bukunya diterbitkan penerbit dan akan menjadi Kado Terindah dalam Hari Guru Nasional 2017 nanti. Target IGMP Bahasa Indonesia juga tidak muluk-muluk, jika Dirjen GTK begitu bangga dengan 46 buku karya guru yang diluncurkan beberapa pekan lalu, IGMP Bahasa Indonesia menargetkan 1700 buku dalam 10 bulan.

Bagaimana jika IGMP Bahasa Indonesia gagal mewujudkan targetnya?

Tak perlu kecewa karena semua yang dilakukan ini tanpa APBD dan tanpa APBN, dan angka 10 bulan 1000 buku karya guru pun hingga kini belum pernah ada di Indonesia.
Ayo kawan-kawan guru, daftar segera sebelum kuota penuh dan tak ada ruang lagi buat daftar. Cukup Klik http://gg.gg/sagusaku_igi dan ikuti prosedurnya.

(Yogya,26/1/2017, #MRR, #IGI)

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here