Walikota Bontang Inginkan Semua Guru Mendapat Pelatihan Menemu Baling

0
655

PP IGI Bontang, 16-012017. Walikota Bontang, dr. Neni Moerniaeni, Sp. Og., adalah seorang wanita yang sangat aktif dan berpikiran progresif. Sebagai seorang dokter spesialis yang juga mengurusi warga suatu kota cyber city, tentu dia memiliki kiat-kiat khusus untuk menjadi seorang walikota wanita yang sukses. Banyak cara yang sudah dia lakukan. Di antaranya adalah mendirikan data center untuk mengelola kota berbasis teknologi informasi, membangun infrastruktur dalam rangka mendukung ekonomi kreatif, melatih para guru dan PNS untuk keprofesian berkelanjutan, mengadakan penyediaan buku-buku untuk mendukung program literasi, dan lain sebagainya.

Karena kerja kerasnya, bahkan beberapa waktu yang lalu dia bersama Tri Rismaharini, walikota Surabaya, sempat diundang oleh sebuah lembaga internasional di kota Busan, Korea. Dia mewakili walikota metropolitan sedangkan Tri Rismaharini mewakili walikota megapolitan dari Indonesia. Mereka didaulat untuk mempresentasikan keberhasilan yang sudah dicapai sebagai walikota di kedua kota pada even internasional tersebut.

PP IGI bersama walikota Bontang

Kemampuan berbahasa Inggris Bunda Neni, demikian sang walikota biasa dipanggil, tidak perlu dipertanyakan lagi. Maka pidato-pidatonyapun disampaikan dengan bahasa Inggris yang lugas dan sangat dimengerti oleh seluruh peserta konferensi tersebut. Semua kemampuan itu tentu tidak lepas dari kemauan untuk belajar terus-menerus dalam meningkatkan kemampuan berliterasi. Ada banyak hal yang dia bisa bagi pada sekaligus yang dia peroleh pada event tersebut.

Dalam kaitanya dengan kegiatan pelatihan Metode Menemu Baling pada hari Minggu pagi sampai siang, tanggal 16 Desember 2017, walikota memang tidak bisa hadir, tetapi dia menanggapi dengan sangat positif. Waktu itu dia masih berada di Balikpapan seusai kunjungan kerja ke Bandung. Untuk itu dia menugaskan Kepala Dinas Pendidikan kota Bontang agar mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir.

Walikota sangat mendukung pelatihan untuk menggunakan Metode Menemu Baling tersebut. Bahkan dia menyarankan kepada IGI Bontang supaya segera diadakan pelatihan metode tersebut untuk semua guru. Walikota menginginkan agar kota Bontang sebagai smart city yang juga sudah dideklarasikan sebagai kota literasi sejak tahun 2010 lalu segera memiliki para guru dengan tingkat literasi yang tinggi. Diharapkan pula para guru tersebut semakin melek IT.

 

Walikota juga menyatakan bahwa semua pelatihan itu akan ditanggung konsumsi serta tempat pelatihannya. Walikota juga menambahkan bahwa saat ini kota Bontang sedang mengalami penurunan anggaran belanja yang sangat signifikan. Pada tahun sebelumnya anggaran yang digunakan adalah 1,8 triliun tetapi pada tahun ini menurun menjadi hanya 700 miliar saja. Walikota mengajak warganya untuk bisa mensikapi kondisi ini dengan bijak. Makanya walikota sangat cocok dengan model-model pelatihan IGI yang berbiaya murah namun efektif.

Sudah menjadi pola bahwa dalam pelatihan IGI peserta yang datang dengan kompetensi yang masih perlu ditingkatkan begitu pulang dari pelatihan mereka tidak bisa mendapatkan seritifikat begitu saja. Mereka harus menyelesaikan semua tagihan secara online baru bisa mendapatkan sertifikatnya. Maka pada saatnya nanti mereka bukan hanya meningkat kompetensinya tetapi dapat berbagi kepada guru yang lain mengenai ilmu yang sudah mereka dapatkan dalam pelatihan tersebut. Pola seperti inilah yang dicari-cari oleh walikota selama ini sehingga harapannya kerjasama dengan IGI akan semakin ditingkatkan kedepannya nanti.

Mampuono
#menulislah5menit#

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here