PROFESIONALITAS GURU INDONESIA DI ERA DIGITAL

0
638

H. SYAHRANI, S.Pd.

Guru bukan hanya sekedar mengajar dan mendidik, melainkan dituntut untuk terampil dan profesional dalam mengembangkan ilmunya baik kepada siswa, teman sejawat maupun masyarakat yang membutuhkan. Hal itu tidak bisa dilakukan oleh guru hanya dengan bekal ilmu waktu sekolah atau kuliah di jurusan Ilmu Pendidikan dan Keguruan. Guru harus selalu menggali ilmu pengetahuan dan keterampilan ketika ia sudah menjadi guru, hal ini sesuai dengan predikat” Guru Pembelajar” guru terus selalu belajar sepanjang hayat untuk meningkatkan pengetahuan , keterampilan dan kualitas guru itu sendiri dalam tugasnya sebagai I pendidik.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan guru untuk meningkatkan kualitasnya adalah melalui PKB diantaranya melalui Pengembangan Diri seperti kegiatan Forum Guru misalnya KKG, MGMP, Diklat dan sebagainya. Dalam hal ini IGI Provinsi Kalimantan Selatan selalu berupaya secara maksimal untuk membantu dan memfasilitasi para guru untuk mengembangkan diri dan meningkatkan mutu guru itu sendiri yang nantinya diharapkan guru-guru khususnya para guru di wilayah Kalimantan Selatan benar-benar menjadi guru yang profesional dan bermartabat.

Untuk itu IGI Provinsi Kalimantan selatan baru-baru tadi telah menunjukan kometmennya dengan kerja nyata dengan melaksanakan kegiatan Trainer Of Couch (TOC) Kurikulum 2013 dan Pembelajaran Berbasis Digital bekerja sama dengan LPMP Provinsi Kalimantan Selatan yang bertempat di LPMP Kalimantan Selatan Jln. Gotong Royong Banjarbaru yang dilaksanakan pada tanggal 18 s/d 22 Nopember 2016. Dalam kegiatan ini pihak LPMP sangat mengapresiasi dan membuka diri bagi para guru khususnya,untuk mengembangkan dirinya agar menjadi guru professional dan bermartabat, terampil dalam menggunakan media dan terampil dalam mengelola pembelajaran di kelas, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa dan menjadi pembelajaran yang bermutu, hal ini disampaikan oleh Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Selatan Bapak DR. Abdul Kamil Marisi, M.Pd dalam sambutan beliau sekaligus juga sebagai pemateri Kurikulum 2013 pada kegiatan tersebut. Beliau juga mengatakan bahwa Kurikulum hanya memuat 10 % dari keseluruhan proses dan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan guru selebihnya peran si gurulah yang menentukan bagaimana kegiatan pembelajaran tersebut. Kurikulum merupakan acuan minimal yang harus dipahami, dan dikuasai oleh guru , selebihnya guru itu sendiri yang merancang dan memikirkan teknik dan srategi apa yang akan dikembangkan sehinggga bisa menghasilkan lulusan yang maksimal untuk itu jelas guru harus selalu belajar dan berlatih, untuk terus mengembangkan diri da terus berkarya untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran serta ide-ide yang cemerlang untuk mencetak generasi Indonesia emas nantinya, guru sebagai pelaku utama dan ujung tombak untuk mencetak siswa-siswanya agar Indonesia menjadi bermartabat dantidak kehilangan karakter. Belia juga mengatakan bahwa Mata pelajaran bukanlah hal yang bisa menyelamatkan dan mensukseskan anak di masa dating. Tetapi penanaman diri, karakter, kata-kata yang terlontar dari guru, sikap dan contohlah yang akan memberi makna hidup anak di masa dating. Hal ini jelas menunjukan mutu dan kualitas guru akan mempengaruhi karakter Indonesia di masa akan datang.

IGI (Ikatan Guru Indonesia) memang benar-benar sebuah organisasi para guru hebat, Kumpula guru yang memiliki keinginan kuat untuk maju dan berkualitas, tidak hanya guru yang diam menunggu tetapi kumpulan guru-guru yang memiliki pemikiran untuk terus maju dan berkarya ntuk menjadi guru hebat dan bermartabat. Salah satunya IGI selalu mengembangkan kemampuan IT, bagi para anggotanya , halini merupakan tuntutan yang harus dimiliki dan di kuasai oleh guru dalam membantu guru sebagai media pembelajaran di kelas pada semua jenjang, baik dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, maupun SMK. Ha lini juga telah dibuktikan oleh IGI diantaranya membantu para guru untu mengembangkan metode Menemu Baling ( Menulis dengan Mulut, Membaca dengan Telinga) . Sebuah metode sederhana yang kaya manfaat yang sangat mendukung gerakan Literasi.

IGI memang benar-benar sebuah organisasi guru di Indonesia yang mengerti dan paham akan keberadaan guru sekarang yang menuntut perubahan agar guru di Indonesia selalu berkembang dan bisa menjadi guru yang hebat dalam segala hal. Melalui kerja sama dengan SAMSUNG IGI bisa membantu para guru untuk lebih terampil dalam menggunakan IT untuk membantu pembelajaran di kelas gar lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa, dalam kegiatan TOC ini SAMSUNG juga memperkenalkan fitur-fitur dan aplikasi menarik yang bisa digunakan guru untuk mengajar . Guru tidak ribet dan berat lagi membawa buku ketika mengajar, tetapi cukup hanya dengan menggunakan tablet dan proyektor, maka guru dan murid sdh bisa melakukan interaksi yang menarik dan menyenangkan ketika proses pembelajaran.

IGI sungguh luar biasa, dengan saya bergabung di IGI ini begitu banyak pengalaman , teman , wawasan dan hal baru yang saya dapatkan terutama yang menyangkut mengenai peningkatan mutu dan profesionalitas saya sebagai guru SD yang menuntut perubahan dan perkembangan kearah yang lebih baik dan bermutu. Untuk itu saya dituntut untuk terus belajar dan belajar agar apa yang saya tularkan kepada anak didik maupun teman-teman para guru benar-benar bermakna dan bermutu sesuai yang diamanatkan oleh Undang- Undang.

Sungguh luar biasa saya bisa be temu dengan seorang motivator Pa Sekjen IGI Bapak Mampuono…….. beliau adalah sosok yang menginspiratif dan selalu memberikan semangat dan motivasi yang luar biasa, terlihal biasa tapi jika dirasakan dan dimaknai sungguh luar biasa. Setiap kata-kata yang beliau sampaikan adalah motivasi dan semangat yang sangat menginspiratif bagi orang yang mendengarnya untuk bangkit dan terus maju, dengan hadirnya beliau membuat kepercayaan diri saya kembali bangkit dan bersemangat untuk terus maju dan berkarya. Dengan keyakinan yang kuat bahwa segalanya Allah yang kuasa maka tidak ada sesuatu yang tidak mungkin jika Allah yang berkehendak, jika kita benar-benar bersungguh- sungguh maka Allah akan memudahkan dan member jalan untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, Subhanallah!!…..

Begitu banyak pengalaman dan ilmu baru yang didapat ketika mengikuti TOC. Pembelajaran IT yang di sampaikan oleh ibu Khusnul Khatimah bagaimana cara menggunakan dan memaksimalkan Google Chrome, ternyata begitu banyak fitur-fitur yang ada pada google Chrome yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat baik untuk keperluan umum maupun untuk pembelajaran dalam dunia pendidikan.Kegiatan IGI memang luar biasa itulah hebatnya IGI, yang berbeda dari organisasi lainnya. IGI memang menjawab semua tantangan dan kebutuhan guru jaman sekarang.IGI adalah tempat untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu guru di Indonesia bahkan tingkat internasional.Ternyata saya sudah menemukan sebuah organisasi yang sdh lama saya harapkan dan saya impikan, saya sdh lama mncari dan menginginkan sebuah organisasi yang dapat membantu dan memfasilitasi saya sebagai guru hebat dan bermartabat. Hidup IGI terus maju dan berjuang untu terus berkarya dan memajukan pendidikan di Indonesia bahkan di tingkt dunia.

Kegiatan Trainer of Couch (TOC) Kurikulum 2013 dan Pembelajaran Berbasis Digital secara keseluruha luar biasa, namun masih perlu perhatian dan saran untuk kedepan dan kegiatan berikutnya perlu pengaturan dan pengkondisian waktu yang tepat untuk setiap materi. untuk waktu setiap sesi masih terlalu sedikit,begitu banyak materi dan rasa penasaran peserta terutama bagi saya pribadi untuk ingin menggali lebih dalam lagi pada setiap materi yang disampaikan, namun karena terlalu padat dan banyaknya jadwal dan materi dalam satu kegiatan sedangkan waaktu yang tidak memungkinkan hanya sekitar 4 hari. Untuk itu saya sarankan sebaiknya waktu dan muatan materi agar disesuaikan dengan baik, tidak perlu terlalu banyak materi jika waktu tidak memungkinkan, Sehingga apa yang dipelajari dan diikuti oleh peserta benar-benar bermakna. Apalagi waktu itu gabungan antara Kurikulum 2013 dan Pembelajaran berbasis digital hanya dalam waktu 4 -5 hari jelas tidak memungkinkan idealnya dalam waktu itu hanya membahas materi Kurikulum 2013, atau Pembelajaran Berbasis Digital. Paling tidak jika menjadwalkan materi Kurikulum 2013 dan Pembelajaran Berbasis Digital memerlukan waktu 1 minggu.

Demikian artikel yang bisa saya tulis semoga bisa member manfaat terutama bagi saya pribadi Alhamdulillah jika bisa member manfaat bagi orang lain, dan saya berharap ada koreksi dan masukan bagi kawan-kawan agar artikel yang saya tulis ini lebih baik lagi, baik dari segi cara penulisan, pemilihan kata dan tanda baca maupun muatan isi.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here