KORNWIPA POONPON, Ph. D.

0
104

By: Mampuono
#Menemubaling

Banyaknya jumlah kelas paralel yang ada di setiap sesi membuat penulis harus membuat skala prioritas. Penulis hanya memasuki kelas-kelas yang kemungkinan besar materi di dalamnya merupakan hal penting yang cukup besar manfaatnya bagi para guru di Indonesia, khususnya guru bahasa Inggris. Selain berbasis pada judul-judul yang menarik, penulis juga menjadikan kualitas pembicara sebagai tolok ukur untuk menghadiri kelas kelas paralel yang diselenggarakan dalam konferensi TESOL kali ini.

Berdasarkan pada handbook yang diterima oleh penulis, setiap sesi selalu ada featured speaker atau pembicara utama yang tampil. Jika memang tema yang dibawakan menarik, maka penulis akan masuk ke kelasnya dan mengikuti presentasi tersebut. Salah satu pembicara utama yang temanya cocok dan sempat penulis ikuti adalah Kornwipa Poopon dari Khon Kaen University.

Ph.D yang juga Asisten profesor dan kepala pusat keunggulan bahasa Inggris Khon Kaen University Thailand ini mendapatkan beasiswa Fullbrigt untuk mendapatkan gelar doktornya di Arizona University pada bidang Applied Linguistic. Minat penelitiannya termasuk bidang-bidang second language assessment, corpus Linguistics, dan bidang-bidang pedagogik lainnya.

Materi yang dia bawakan adalah English KKU Smart Learning, a Chance To Change the ELT in Northern East Thailand. KKU adalah Khon Kaen University. Dengan bahasa Inggris yang sangat fasih calon profesor itu mengungkapkan latar belakang penelitian, permasalahan yang dihadapi, hipotesis, desain penelitian, metode, teknik sampling, instrumen penelitian, hasil-hasil penelitian dan saran-saran. Pada intinya, Thailand yang merupakan negara dengan penduduk tidak berbahasa inggris mengalami kendala tersendiri dalam mengajarkan bahasa asing tersebut kepada para siswa sama pada generasi Z dan itu harus segera diselesaikan.

Dosen yang masih kelihatan muda dan charming itu mengungkapkan bahwa dia sudah melakukan sebuah project dengan pengajaran bahasa Inggris yang inovatif di Kon Khaen University Smart Learning Academy. Tujuan projek tersebut adalah untuk marevolusi praktek pengajaran bahasa Inggris yang selama ini dijalankan di Thailand. Target utamanya adalah meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pembelajar generasi Z. Mereka adalah para siswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan di SMP di Thailand Timur Laut.

Poopon mengungkapkan bahwa penelitiannya di mulai dengan pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris inovatif dalam konteks siswa dari Thailand Timur Laut. Inovasi itu kemudian diimplementasikan di 205 sekolah. Sekolah-sekolah tersebut berada di bawah 15 Secondary Educational Services Area Offices atau kalau di ndonesia adalah dalam kantor dinas pendidikan. Project tersebut melibatkan kurang lebih 300 guru bahasa Inggris dan 20.000 siswa yang turut berpartisipasi di dalamnya.

Poopon optimistis bahwa Project yang dilakukannya berpengaruh positif dan signifikan kepada pihak yang sudah terlibat di dalamnya. Harapannya inovasi yang sudah dikembangkan itu bisa diterapkan pada skup yang lebih luas lagi sehingga pada akhirnya para generasi Z di Thailand bisa memiliki keterampilan berbahasa Inggris yang menggembirakan.

Kegiatan presentasi segera diakhiri dengan tanya jawab sangat singkat. Keterbatasan waktu untuk masuk ke sesi berikutnya membuat partisipan dan pembicara sama-sama berkompromi untuk segera menuntaskan acara. Waktu yang hanya 30 menit untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting memang sepertinya masih sangat kurang. Beberapa saat kemudian sudah datang peserta dan pembicara baru yang memasuki ruang Lavender 1 tersebut.
Bagi penulis yang sekaligus menjadi pengamat terhadap para speaker dalam konferensi ini, apa yang dilakukan oleh calon profesor yang masih muda dan energik itu bisa menjadi contoh bagi kita, para guru di indonesia. Kerisauanya akan permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak genarasi Z di sekolah membuat ia bersemangat untuk membuat project penelitian untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Konsep berpikir solutif inilah yang perlu dikembangkan semua orang sehingga yang muncul bukan komplain terhadap masalah, tetapi sebaliknya justru jalan keluarnya yang kita hasilkan.
________________________________________
Ditulis dengan metode menemu baling di Bangkok, 15.00 waktu Bangkok.

Comments

comments