KEMBALI KE HATI

0
95

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kawan,
Dalam berorganisasi, kita bukan diajarkan untuk “menjadi” tapi untuk saling memahami. Dalam keseharian, jangankan memahami orang lain, memahami diri sendiri saja kadang kita kesulitan. Pikiran, keinginan dan langkah kaki kadang berlainan maunya. Kadang kita disorientasi untuk memahami diri sendiri. Orang bilang, kita dikatakan sukses jika bisa memahami diri sendiri dan orang lain, bisa saling menyelaraskan. Keselarasan dalam perjalanan menuntut pemahaman jiwa dan raga. Selaras bukan berarti tidak boleh berbeda, tapi bagaimana dengan perbedaan yang ada kita tetap bisa seiring sejalan untuk mencapai tujuan bersama.

Kita ini manusia, tempatnya salah dan khilaf. Idul Fitri adalah momen kemenangan bagi kita yang bisa menyadari khilaf masa lalu, baik dalam bentuk tulisan, perkataan apalagi perbuatan. Di hari yang Fitri, saya benar-benar mohon dimaafkan kesalahan masa lalu, entah dalam bentuk apapun kesalahan itu yang barangkali pernah menyentuh dasar hati, ataupun masih meninggalkan bekas hingga kini.

Mari kita mulai perjalanan esok dan seterusnya dengan hati bersih, tanpa ‘roaming’, tanpa basa-basi. Hidup kita mungkin berakhir esok, lusa atau kemudian hari. Tapi hidup kita akan berakhir adalah sesuatu yang pasti. Sahabat, saat di atas sajadah kita menengadah, segala dosa minta diampunkan. Di atas tanah, antara sesama manusia, saya mohon dimaafkan…

Salam takzim,
Al-Faqir
Danang Hidayatullah

 

Comments

comments