Sunday, March 1, 2026
spot_img
Home Berita Ikatan Guru Indonesia Ukir Sejarah, Jadi Orprof Guru Indonesia Pertama Mitra Pendidikan...

Ikatan Guru Indonesia Ukir Sejarah, Jadi Orprof Guru Indonesia Pertama Mitra Pendidikan Indonesia-Global Partnership for Education (GPE)

0
82

Jakarta, IGI.OR.ID — Ikatan Guru Indonesia (IGI) resmi menjadi satu-satunya organisasi profesi guru yang dipercaya bergabung dalam forum Mitra Pendidikan Indonesia–Global Partnership for Education (GPE), setelah melalui proses verifikasi dan persetujuan (approval) yang ketat.

Ketua Umum Pengurus Pusat IGI, Danang Hidayatullah, menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi dan kontribusi IGI dalam penguatan mutu pendidikan di Indonesia.

“Bergabungnya IGI sejak tahun 2024 dalam Mitra Pendidikan Indonesia–GPE adalah amanah besar. Ini menunjukkan bahwa IGI dinilai layak dan kredibel untuk terlibat dalam kemitraan strategis peningkatan kualitas pendidikan, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Danang.

Mitra Pendidikan Indonesia merupakan bagian dari kemitraan global pendidikan yang diinisiasi oleh Global Partnership for Education (GPE), sebuah lembaga internasional yang berfokus pada peningkatan akses dan mutu pendidikan di berbagai negara.

Dalam struktur Mitra Pendidikan Indonesia, IGI bergabung bersama sejumlah lembaga nasional dan internasional terkemuka, di antaranya: Ikatan Guru Indonesia (IGI), Article 33, Asian Development Bank (ADB), Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Filantropi Indonesia, Islamic Development Bank (IsDB), Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), LP Ma’arif NU, Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Plan International Indonesia, Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Save the Children Indonesia, Semua Murid Semua Guru (SMSG), The SMERU Research Institute, UK Foreign Commonwealth & Development Office (FCDO), World Bank, dan UNESCO.

Danang menegaskan bahwa kehadiran IGI dalam forum tersebut menjadi ruang strategis bagi organisasi profesi guru untuk terlibat langsung dalam perumusan kebijakan, pengawasan program, serta penguatan sistem pendidikan nasional.

“Selama ini guru sering menjadi objek kebijakan. Melalui kemitraan ini, IGI ingin memastikan suara guru hadir sebagai subjek, sebagai mitra strategis dalam menentukan arah pendidikan Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus wilayah dan daerah IGI di Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan kualitas program peningkatan kompetensi guru, serta membangun kolaborasi yang lebih luas.

Menurut Danang, bergabungnya IGI dalam Mitra Pendidikan Indonesia–GPE bukan sekadar simbolik, tetapi harus diikuti dengan kerja nyata dalam mendukung transformasi pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi tanggung jawab besar. IGI harus membuktikan bahwa organisasi profesi guru mampu berdiri sejajar dengan lembaga-lembaga nasional dan internasional dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.