GURU YANG MERDEKA DAN TERUS BELAJAR

0
156

“Assalamuaikum pak. Saya baru saja baca tulisan bapak. Jangan-jangan saya ini masuk guru yang buruk. Saya ingin petunjuk dari bapak, mumpung ada banyak waktu luang bagi saya disini. Buku-buku metode pembelajaran terbaru atau link video pembelajaran yg mudah bagi siswa. Background saya yg S1 Pendidikan Sejarah namun diangkat sebagai guru kelas juga jujur menyulitkan saya. Mohon petunjuknya ya pak. Sebab setelah saya baca tulisan bapak, saya jadi tau semangat saja belum cukup. Harus ada skill dan upgrade kemampuan diri.” (RH)

Pertanyaan secara pribadi dari guru ini sangat membesarkan hati saya. Penanya adalah salah satu guru yang penuh komitmen dalam menjalankan tugasnya sebagai guru di pedalaman. Bermacam-macam upayanya agar siswanya yang berada jauh dari kota itu tetap bisa mendapatkan sumber belajar yang berlimpah dari kota. Saya sungguh terharu membaca apa yang secara konsisten dilakukannya tersebut. Toh ia tetap rendah hati dan menyadari bahwa apa yang dilakukannya masih jauh dari ideal. Jiwanya berontak dan ingin melakukan lebih dari apa yang sudah dilakukannya saat ini.

Untuk mengubah wajah pendidikan kita menjadi lebih mencerdaskan bangsa maka kita butuh guru-guru semacam ini, yaitu guru yang berpikir merdeka, pantang menyerah, amanah pada tugasnya, dan selalu ingin meningkatkan kompetensinya sebagai guru.

Kita harus sepakat bahwa guru adalah elemen paling penting dalam pendidikan meski pun materi dan metode pembelajaran sudah berubah sangat drastis belakangan ini. Peran guru tetap tidak tergantikan. Adalah fakta bahwa Guru Indonesia pada umumnya masih belum merdeka dalam berpikir, bersikap, mau pun dalam bertindak. Mereka masih banyak yang apatis, belum memiliki pemikiran sendiri, alih-alih memiliki sikap dan tindakan yang merdeka. Mereka belum memiliki pemikiran orisinal mereka sendiri dan hanya mengikuti pemikiran yang dicekokkan pada mereka dari pimpinan atau atasan mereka, para birokrat pendidikan. Apatisme merajalela di dalam jiwa para guru kita.

Kita butuh guru yang merdeka dan terus mau belajar. Mengapa? Karena hanya guru semacam itu yang bisa mengubah wajah pendidikan. Guru haruslah merdeka baik dalam berpikir, bersikap, mau pun dalam bertindak. Guru yang tidak merdeka dalam berpikir, bersikap, dan bertindak pada hakikatnya adalah robot belaka. Jadi sebelum menginspirasi siswa Anda pertama-tama Anda harus memerdekakan cara berpikir Anda. Anda harus keluar dari jiwa apatis Anda dan terus menerus memompa semangat untuk melakukan perbaikan secara terstruktur.

Untuk merdeka dalam berpikir maka Anda harus memahami benar apa fungsi dan tugas Anda di kelas dan di sekolah. Anda bukan kepanjangan tangan dari birokrat Dinas Pendidikan. Tugas mereka adalah membantu Anda menjadi motor penggerak perubahan bangsa melalui kelas-kelas yang Anda ajar.

Itulah sebabnya saya selalu katakan agar guru itu TIDAK PERNAH BERHENTI BELAJAR. Ingat, belajar itu bukan berarti sekolah lagi mengambil S-2 atau semacamnya. Meski pun Anda kuliah lagi sampai mencapai gelar Doktor tapi kalau cara berpikir, sikap, dan tindakan Anda masih terbelenggu dan tidak merdeka maka sebetulnya Anda tidak belajar apa-apa. You just waste your time and money.

Setiap guru harus terus belajar dengan tidak pernah berhenti membaca buku. Lha wong kalau Anda ikut S2 juga tugasnya membaca buku, itu pun buku-buku yang harus dibaca ditetapkan oleh dosennya.
Sebagai guru saya anjurkan Anda utk meluangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk membaca buku tentang apa saja yang menarik minat  Anda dan mencerdaskan pemikiran Anda. Lakukan itu 10 menit di pagi hari. 10 menit di siang hari ketika Anda berada di ruang guru, dan 10 menit lagi ketika berada di rumah sebelum tidur. Seorang guru perlu banyak membaca dan membaca banyak (tahu bedanya kan…?!) Dengan membaca 30 menit sehari sebenarnya Anda sudah BANYAK MEMBACA (Percayalah! Saat ini amat sangat jarang ada guru yang bisa membaca buku selama 30 menit sehari. Go belong to the very few). Jika Anda memiliki minat yang luas dalam membaca dan tidak membatasi hanya pada satu bidang keilmuan saja maka Anda akan bisa MEMBACA BANYAK. Anda bukan hanya akan jadi sosok yang bukan hanya memiliki pemikiran yang dalam tapi sekaligus luas.

Dan jika Anda bisa menjadi sosok guru yang BANYAK MEMBACA DAN MEMBACA BANYAK maka tidak bisa tidak, Anda akan menjadi GURU YANG MERDEKA. Itu akan otomatis saja.

Bagaimana dengan meningkatkan kompetensi dalam mengajar di kelas?

Anda harus belajar dari guru-guru lain yang lebih berpengalaman, lebih kreatif, lebih berkomitmen dalam mengembangkan kemampuan mengajarnya. Di setiap kota tentu ada beberapa guru-guru istimewa yang memang mampu mengajar dengan berkualitas tinggi. Carilah guru-guru semacam ini dan belajarlah darinya. Jangan malu-malu untuk mendatanginya dan menimba ilmu dari mereka. Diskusikanlah masalah yang Anda hadapi dan dengarkan apa pendapat mereka untuk megatasinya.

Selain itu ikutlah kelompok guru yang memiliki keinginan belajar yang sama dengan Anda. Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisasi profesi yang dibentuk untuk mengumpulkan para guru yang mau saling belajar dan berbagi. Berkumpullah dan adakan pertemuan rutin untuk saling belajar dari sesama guru. Selalu ada ide-ide baru yang bisa kita petik dalam pertemuan sesama profesi seperti di IGI ini. Teruslah belajar baik melalui buku mau pun langsung melalui teman-teman se profesi.

Semoga Anda semua menjadi guru yang merdeka dan terus belajar bagi kemajuan pendidikan bangsa. 🙏

Surabaya, 2 Juni 2020
Satria Dharma

Comments

comments