IKUT TOC KERJASAMA IGI DENGAN LPMP UNTUK MENGALAHKAN SAINGANKU

0
635

Ilda Ruhama, M.Pd

Sejak dahulu aku merasa terusik dengan sesorang yang selalu saja membayangi langkahku untuk maju. Bagaimana tidak, seseorang ini seolah-olah ingin mendahuluiku dalam hal apapun. Dia selalu menduplikasi dan mengadaptasi pemikiran dan hidupku.

Sainganku ini mulai dari kecil pernah bercita-cita jadi guru. Kemudian cita-cita ltu terwujud dengan berbagai perjuangan termasuk harus membuat keputusan memilih karier tetap menjadi PNS serta menjadi guru saja dengan meninggalkan kesempatan karier di dunia politik .Sejak menjadi ketua OSIS di bangku SMA maupun pengurus organisasi mahasiswa, telah diasah menjadi kader sebuah partai besar di negeri ini. Keinginan untuk mengabdi pada bidang pendidikan akan lebih konsentrasi dan berkompeten jika dia memilih menjadi guru. Selain itu dia menerima tawaran menjadi dosen di Sekolah Tinggi Keguruan agar dapat ikut serta mendidik dan melatih calon guru yang berkualitas.

Seiring berjalannya waktu, sainganku ini tidak merasa puas hanya menjadi guru dan dosen saja. Prihatin dengan keadaan guru-guru yang masih belum punya kesempatan meningkatkan kompetensinya, sainganku ini akhirnya memutuskan jadi pejabat fungsional dari pada pejabat sruktural. Menjadi pengawas sekolah tentu akan lebih banyak memberikan kesempatan kepadanya untuk membina dan melatih kepala sekolah serta guru-guru untuk lebih berkompeten sehingga proses pendidikan di sekolah dapat berjalan baik.

Melakukan pembinaan guru di sekolah, melatih dan menjadi instruktur di berbagai kegiatan guru mata pelajaran, membuat sainganku harus selalu menambah pengetahuan dan keterampilan terbaru dengan cara selalu mengikuti berbagai pelatihan yang berhubungan dengan pembelajaran. Sayangnya…sainganku ini sering tersandung beberapa halangan untuk meningkatkan kompetensinya. Salah satunya adalah kesempatan dari pemerintah, instansi yang menaunginya masih minim menyelenggarakan pelatihan, fasilitas ,jarak dan waktu yang sering berbenturan, tidak ada pendukung/motivator dan sebagainya.

Akhirnya…sekarang aku sudah dapat menemukan kelemahan sainganku itu. Ternyata tuhan memberikan jalan atas doaku selama ini bagaimana caranya mengalahkan sainganku tersebut. Pada suatu kesempatan, aku bertemu kesekian kalinya dengan Pak Gusti Surian dan Pak Adnani pada saat aku dimintakan menjadi narasumber pada MGMP beliau. Beliau berdua ini telah lama ku ketahui sebagai pengurus IGI. Selesai aku memberikan materi, Pak Adnani berkesempatan untuk menjelaskan tentang IGI pada hadirin. Selesai pertemuan aku dimasukan pada group WA IGI . Ternyata aku dimasukan pada group WA pusat sampai kota walau saat itu belum jadi anggota.

Berminggu-minggu aku memantau kegiatan IGI lewat WA. Setelah mempertimbangkan, akhirnya aku memutuskan ikut IGI yang terlihat nyata kegiatannya. Salah satunya adalah kegiatan Trainers Of Coach (TOC) Kurikulum 2013 dan Pembelajaran Berbasis Digital yang merupakan kerjasama IGI dengan Samsung dan LPMP yang dilaksanakan pada tanggal 18 s.d 22 November . Walau kegiatan ini sebagian masih mandiri tapi ini sudah luar biasa sebagai pembuktian bahwa IGI bersungguh-sungguh pada komitmen untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme guru.

Usia bukanlah halangan untuk terus menambah ilmu dan keterampilan. Tepat dugaanku,ketika melihat daftar peserta, aku merupakan peserta tertua pada pelatihan ini. Bahkan aku bertemu dengan salah seorang muridku yang sudah jadi guru,sangat mengharukan dan membanggakan. Setidaknya akan menjadi motivasi bagi guru-guru muda yang masih semangat dan energik, bahwa mereka jangan ragu untuk menambah wawasan dan keterampilan agar menjadi guru yang profesional walau berkorban waktu, tenaga bahkan materi.

Sesi-sesi pelatihan TOC ini sangat menarik. Apalagi Samsung ikut berpartisipasi pada kemajuan skill guru dalam bidang pembelajaran berbasis digital dengan memperkenalkan aplikasi dan alat yang dirancang mereka untuk membantu memudahkan guru mengajar. Trainer IGI dengan bersungguh-sungguh membimbing peserta dalam mengajarkan media berbasis digital. Peserta muda juga dengan sabar membantuku, seorang ibu yang sudah berumur yang pada jamannya dulu belum ada hal yang canggih seperti sekarang ini tapi kemauan keras untuk belajar. Agar dapat mencontohkan pada guru-guru senior yang lain bahwa seorang guru harus dapat mengikuti perkembangan jaman dan masuk dalam istilah jadi guru yang “ Melek IT”. Biar terlambat bisa dari pada tidak mencoba.

Aku baru bisa komputer pada saat membuat skripsi S1 tahun 1992. Setelah itu baru menggunakan laptop dan internet. Membuat dan mengembangkan RPP, modul dan LKS Scaintifik berbasis web, membuat Power point ,menggunakan animasi macromedia flash untuk media pembelajaran ketika aku menjalani dan menyelesaikan penelitian untuk meraih Megister Pendidikan Biologi. Dimana bidang studi ini materi pembelajarannya memang banyak memerlukan gambar dan animasi. Apalagi saat itu salah satu validator perangkat pembelajaran yang ku buat adalah professor dari UNESA yang merupakan tim pengembang nasional pada awal draf sebelum kurikulum 2013 diluncurkan. Kata beliau pembelajaran pada kurikulum 2013 nanti harus berbasis IT dan melatih siswa pada kemampuan berpikir tingkat tinggi yang disingkat dalam bahasa Inggrisnya HOTS seperti yang dijelaskan beberapa narasumber pada TOC ini. Sehingga aku harus membuat penelitian yang seperti itu.

Berkesempatan dari awal ikut pelatihan tentang K13 sampai dengan TOC ini yang melatihkan tentang revisi terakhirnya K13 , membuatku semakin bijak memandang kurikulum seperti yang di kemukan Pak Kamil selaku kepala LPMP bahwa standar yang dibuat itu hanyalah kesepakatan yang harus kita laksanakan. Sainganku tentu belum mendapatkan hal terakhir ini. Berarti aku sudah mengalahkannya!….
Aku sudah sering melihat pembuatan animasi bahkan suami dan anakku adalah pengajar IT yang sering mendesain gambar dan video animasi. Tapi aplikasinya rumit untuk guru yang dasarnya bukan orang IT. Aplikasi pembuatan media gambar dan video animasi pembelajaran serta beberapa kemudahan yang didapatkan dan diajarkan pada pelatihan TOC ini sungguh membantu keresahan guru dari kerumitan membuat media. Apalagi Samsung dengan tawaran aplikasi pada produk tabletnya untuk membuat pembelajaran lebih menarik. Aplikasi ini sederhana,mudah dikerjakan tapi besar manfaatnya. Aku harus lebih dulu membelinya sebelum sainganku.

Beberapa waktu sebelumnya aku sudah mendengar dari teman pengawas yang lain tentang adanya aplikasi agar dapat Menulis dengan Mulut, Membaca dengan Telinga tapi tidak sempat belajar. Ternyata pada TOC ini hal tersebut diajarkan oleh trainer IGI melalui metode “ MENEMU BALING “. Metode ini dapat memudahkan dan menghemat energi untuk membaca dan membuat tulisan. Sainganku itu belum bisa ini, sejak SMP dia sudah berkacamata karena sejak kecil kutu buku. Rasa ingin tahu pada segala hal membuatnya senang membaca. Pada saat itu tidak ada televisi apalagi internet sehingga kegiatan banyak membaca buku lalu menulis adalah hiburan yang menyenangkan. Sekarang dengan kacamata yang bertambah tebal dan gangguan penglihatan karena usia, membuat aktivitas membaca dan menulisnya jadi terganggu dan kurang produktif. Sainganku juga belum bisa metode ini. Jadi dengan metode “Menemu Baling” aku dapat mengalahkannya karena lebih mudah membaca dan menulis lebih efektif dibanding dia.

Yes…!! Itulah kata yang kuucapkan, aku dapat salah satu cara yang mudah untuk mengalahkan sainganku itu yaitu “ MASUK MENJADI ANGGOTA IGI, IKUTI KEGIATAN PELATIHAN DARI IGI “. Banyak hal yang dapat membuat diri kita lebih termotivasi untuk berhasil disetiap pelatihan yang dilakukan IGI. Jika mengikuti kegiatan pelatihan IGI maka kita dapat mengalahkan saingan kita.

Pembaca tentu penasaran, ingin tahu siapa saingan beratku yang selalu meresahkanku tersebut atau dapat membayangkan seperti apa dia. Kalau tidak ada yang tahu maka hanya Pak Mampuono lah yang dapat menebak. Lelaki muda, ganteng,cerdas dan sangat percaya diri ini sangat pantas untuk menjadi SekJen IGI. Betapa tidak, seperti dapat membaca pikiranku, aku sejenak terpana ketika beliau pada sesi terakhir pelatihan sebelum penutupan mengemukakan bahwa “ KITA TIDAK USAH MEMBUAT DIRI KITA BERSAING DENGAN ORANG LAIN, SAINGAN KITA ADALAH DIRI KITA SENDIRI DI MASA LALU “.
Nah..begitulah pembaca, sainganku itu adalah diriku sendiri dimasa kemarin. Saingan pembaca sekalian adalah diri pembaca sendiri dimasa kemarin yang harus dikalahkan dengan diri kita sekarang dan akan datang. Caranya dengan selalu mengasah dan menambah pengetahuan serta keterampilan menjadi lebih berkompeten dan terus lebih baik dari sebelumnya bersama IGI.

Semangat selalu!….Salam IGI

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here