IGI RUH BARU Dalam Peningkatan Kompetensi GURU

0
761

AHSAN BUSYAERI

Peningkatan kompetensi guru sangatlah penting dilakukan, karena dengan peningkatan kompetensi diharapkan guru lebih kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru harus memiliki nilai lebih dari murid-muridnya, Untuk itu ada beberapa upaya untuk meningkatkan kopetensi guru. Dua upaya peningkatan kompetensi guru yang sangat mempengaruhi, yaitu upaya yang dilakukan guru dan upaya yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Upaya peningkatan kompetensi guru di sekolah dalam proses belajar mengajar selain tanggungjawab pimpinan lembaga sebagai pimpinan, para gurupun juga dituntut melakukan upaya-upaya meningkatkan profesionalnya dan kredibilitasnya.

Upaya peningkatan profesionalitas dan kredibilitas guru dapat dilakukan dengan cara, antara lain:

A. Mengikuti Penataran/seminar/Diklat / seminar/ Diklat Guru yang diselenggarankan oleh IGI

Penataran/seminar/Diklat guru menurut Steig dan Frederich (teori dan Praktek) yaitu: segala sesuatu yang berhubungan dangan kegiatan-kegiatan pada sebagian personalia yang bekerja akan meningkatkan pertumbuhan dan kualifikasi mereka.

Penataran/seminar/Diklat / seminar/ Diklat IGI  dilakukan berkaitan dengan kesempatan bagi guru-guru untuk berkembang secara profesional untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Mengingat tugas rutin di dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas mendidik dan mengajar, maka guru perlu untuk menambah ide-ide baru melalui kegiatan Penataran/seminar/Diklat / seminar/ Diklat Guru.

Peyelenggaraan penataran/seminar/Diklat, sebagai salah satu teknik peningkatan kompetensi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Sekolah yang bersangkutan mengadakan penataran/seminar/Diklat sendiri dengan memanggil tutor (penatar) yang dianggap profesional dan dapat memenuhi kebutuhan.
  2. Sekolah bekerja sama dengan sekolah-sekolah lain atau lembaga-lembaga lain yang sama-sama membutuhkan penataran/seminar/Diklat sebagai upaya peningkatan personalia.
  3. Sekolah mengirimkan atau mengutus para guru untuk mengikuti penataran/seminar/Diklat yang dilaksanakan Ikatan Guru Indonesia.
  4. Ada beberapa asumsi yang mendasari pengembangan penataran/seminar/Diklat IGI, yaitu:
  5. Penataran/seminar/Diklat guru IGI adalah kebutuhan lestari dan berkelanjutan yang dapat membawa kemajuan.
  6. Teknologi pendidikan adalah salah satu inovasi yang dapat dikembangkan, diperbaiki dan disempurnakan, diserap atau disesuaikan untuk dapat diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar.
  7. Pendidikan seumur hidup akan memperoleh makna yang besar bila dalam pelaksanaan tugas mereka, guru-guru telah memiliki perspektif baru dan ide-ide inovatif.
  8. Dengan mengikutsertakan guru-guru dalam penataran/seminar/Diklat IGI yang diorganisasi dan dilaksanakan dengan baik oleh pendidik yang berkompetensi tinggi, baik metode maupun isi pengetahuan, dan bentuknya, mereka pasti menjadi alat yang strategis dan unsur-unsur perubahan yang memiliki tenaga yang kuat dalam penyebaran inovasi.
  9. Upaya mempersatukan organisasi, manajemen dan tanggungjawab penataran/seminar/Diklat IGI adalah suatu keharusan bagi organisasi yang sehat dan efektif.
  10. Keberhasilan dan kemajuan pendidikan dalam bidang penataran/seminar/Diklat guru di masa depan terletak pada kompetensi sumber-sumber (guru dan fasilitas) dan program dari pusat penataran/seminar/Diklat yang bersangkutan.

B. Mengikuti IGMP (Ikatan Guru Mata Pelajaran)

Seorang guru dalam menjalankan tugasnya, sudah pasti akan menjumpai permasalahan-permasalahan yang harus dicari pemecahannya. Permasalahan ini mungkin datang dari pihak luar atau mungkin dari teman sejawat, yang hal ini perlu dengan segera untuk mencari pemecahannya, misalnya melalui Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) yaitu ; guru dalam mata pelajaran berkumpul bersama untuk mempelajari atau membahas masalah dalam proses belajar mengajar.

Adapun Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) bertujuan untuk menyatukan terhadap kekurangan konsep makna dan fungsi pendidikan serta pemecahannya terhadap kekurangan yang ada. Disamping itu juga untuk mendorong guru malakukan tugas dengan baik, sehingga mampu membawa mereka kearah peningkatan kompetensinya.

C. Mengikuti Training For Coach (TOC)

Menulis Dengan Mulut

Mengikuti kursus merupakan suatu kegiatan untuk membantu guru dalam mengembangkan pengetahuan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Dengan mengikuti kursus guru diarahkan ke dalam dua hal, pertama sebagai penyegaran dan kedua sebagai upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan mengubah sikap tertentu.

Penyegaran berarti bahwa guru telah mendapatkan pengetahuan disiplin ilmu tertentu, dan penyegaran di sini mengupayakan kembali untuk mengingat, meningkatkan dan mengembangkan disiplin ilmu yang dimilikinya.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) sudah mencetak guru-guru yang akan mengembangkan keahliannya yang disebut dengan Kanal.

Adapun Kanal di Ikatan Guru Indonesia adalah:

  1. SAGUSAMIK (Satu Guru Satu Komik) yaitu: pelatihan atau Workshop pembuatan Komik dan animasi pembelajaran
  2. SAGUSABLOG ( Satu Guru Satu Blog) yaitu: pelatihan atau Workshop pembuatan Blog sebagai media pembelajaran dan informasi
  3. SAGUSANOV (Satu Guru Satu Inovasi) yaitu: pelatihan atau Workshop pembuatan media pembelajaran berbasis online.
  4. PROGRAM LITERASI yaitu: pelatihan atau Workshop pembuatan karya ilmiyah atau buku yang menunjang pembelajaran.
  5. MENEMU BALING yaitu: pelatihan atau Workshop pembuatan menulis dan membaca agar lebih efektif dan efisien.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) sangat konsen dalam upaya peningkatan kompetensi Guru, untuk itu marilah kita sama-sama berjuang menjadi agen perubahan pendidikan di Indonesia bersama IGI.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here