BERANI BERBEDA MENUJU KEMAJUAN PENDIDIKAN

0
609

Nurul Husna
Mataram, NTB

Perbedaan seringkali menimbulkan permasalahan. Perbedaan karakter, cara pandang, organisasi, keyakinan, selera, bahkan jenis kelamin dapat menjadi sumber sebuah permasalahan. Permasalahan yang timbul pun beragam, dari masalah perasaan yang bersifat individual hingga masalah sosial yang bersifat universal. Akan tetapi, di sisi lain perbedaan dapat juga menumbuhkan hal baru yang lebih baik dari sebelumnya atau hal baru yang lebih baik dari yang lainnya. Sebagai contoh seperti yang disampaikan oleh Dr. Aidi Furqan, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, saat membuka TOT Literasi Produktif II di SMKN 3 Mataram pada tanggal 17 Desember 2016 yang lalu. Perbedaanlah yang akhirnya membawa beliau ke dalam posisinya saat ini. Perbedaan cara mengajar yang dilakukannya selama menjadi guru. Berani mengubah sesuatu yang sudah berurat berakar menjadi tradisi dalam mengajar.

Menurutnya, perbedaan adalah sebuah kreativitas yang harus berani dilakukan oleh guru agar dunia pendidikan di Indonesia bisa selalu berubah menjadi lebih baik mengikuti perkembangan masa. Karena untuk mengubah pendidikan maka yang pertama harus berubah terlebih dahulu adalah guru yang berperan sebagai agen perubahan. Mengubah guru di sini berarti mengubah cara pikirnya. Dari yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Dari yang mengajar seadanya menjadi menjadi mengajar dengan luar biasa. Semua itu dapat dilakukan dengan satu kunci yaitu berani berbeda.

Hal itulah yang dilakukan oleh IGI pada umumnya dan IGI NTB pada khususnya. Mencoba mengubah guru yang biasa-biasa saja dalam mengajar menjadi luar biasa. Proses ini dilakukan melalui TOT Literasi Produktif II yang digelar selama dua hari berturut-turut di SMKN 3 Mataram pada tanggal 17-18 Desember 2016. Pelatihan ini bertujuan untuk menghasilkan trainer-trainer yang di kemudian hari diharapkan dapat bertambah jumlahnya untuk diterjunkan melatih guru-guru lain di seluruh wilayah Indonesia untuk mencapai tujuan besar menghasilkan guru yang melek literasi. Hal ini tentunya sebuah langkah berbeda dan berani yang ditempuh oleh IGI mengingat dana yang digunakan untuk menyelenggarakan acara ini tidak berasal dari pemerintah melainkan dari pihak sponsor, yakni PT Dasar Group dan Samsung.

Training of Trainer II yang dilaksanakan selama dua hari ini memberikan beberapa materi penting bagi peserta. Animasi drawing contohnya. Materi ini sangat menarik untuk dikuasai sebagai modal besar dalam kegiatan pembelajaran. Materi diberikan dengan praktik langsung sehingga peserta cepat tanggap dan mudah menguasainya. Selain itu ada pengenalan keunggulan Samsung tab A8. Berbagai aplikasi yang tersedia dapat memudahkan guru dalam kegiatan pembelajaran.

Kembali kepada perbedaan. Perbedaan tidak akan menghasilkan apa-apa jika hanya diangankan tanpa berani dilakukan. Dalam dunia pendidikan, perbedaan cara mengajar, media pembelajaran, bahkan gaya mengajar dapat menentukan hasil pembelajaran. Menjadi peserta TOT Literasi Produktif II juga tidak akan menghasilkan perubahan atau kemajuan apa pun jika apa yang sudah diterima hanya tertinggal di dalam laptop tanpa pernah mendapatkan kesempatan untuk ditampilkan di dalam kelas. Oleh karena itu, perubahan untuk berani berbeda dalam berbagai hal akan menghasilkan kemajuan besar dalam dunia pendidikan hanya jika keinginan selalu diikuti dengan aksi nyata.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here