“RENUNGAN NYANTRI” TRAINER OF COACH IGI DI LPMP KALSEL

0
702

Rabiah Hasanah, S.Pd.I, MM
Kabupaten Balangan, Kalsel

Dalam pintasan pemikiran sementara penulis dalam ToC akan menerima sejumlah jejalan ilmu yang sudah dikemas melalui penjadwalan padat dan dipersiapkan agar menjadikan kami sebagai trainer-trainer handal di daerah muqim masing-masing. Itu pasti…!

Kami disuguhkan berbagai disiplin ilmu tentang kepashehan Kurikulum 2013, bahkan metode pembelajaran berbasis digital yang tentunya sangatlah kami perlukan saat kami pulang untuk menyampaikan amanah dan tanggungjawab estapet ini. Namun tak pernah terlintas di benak penulis, dalam pertemuan yang relatif singkat masih dalam hitungan hari (dari tanggal 18 – 22 Nopember 2016) penulis mendapat kajian ilmu hakikat layaknya lagi nyantri pada pondok pesantren dalam kurun waktu beberapa tahun. Bagaimana mungkin….? Yaaa…itulah kenyataannya, IGI membuat sesuatu yang tidak mungkin kan menjadi mungkin tentunya dengan ridho Sang Kholiq.

Saat pembukaan, penulis sudah terperanjak dengan kalimat-kalimat singkat dari paparan SekJen IGI Pusat kala sambutan membuka acara ToC Kurikulum 2013 dan Pembelajaran Berbasis Digital yang dengan santai namun lugas menyampaikan hal yang memang mungkin biasa di telinga kawan-kawan yang lain, namun bagi penulis itulah maknanya kita hidup sukses yang bisa menghantarkan kita masuk dalam lingkaran kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Pak Mampouno dalam kajiannya menyampaikan “ kita harus berpikir dan berjiwa besar. Bagaimana kemampuan kita dalam memproses dan memanajemen pikiran agar selalu berprasangka baik pada Tuhan tentang takdir terhadap kehidupan kita. Beliau juga mengutip dalil Hadist Qudsi : “Anaa ‘inda Zhonnii “Abdii Bii” kalau dimaknai (bahasa) kurang lebihnya begini : Saya (Allah) berada pada prasangka hamba-Ku. Itu kajian memang simpel padahal sungguh dalam maknanya karena dalam ruang lingkup haqiqi kalau kita maknai dan resapi bahwa kehidupan kita dianugrahkan sesuai prasangka, harapan, dan impian kita yang tentunya diiringi dengan ikhtiar yang sesuai pula. Jadi berprasangka baiklah pada taqdir yang dianugrahkan pada kehidupan ini. Hal tersebut sudah beliau buktikan dalam kesuksesan kehidupann yang dijalani selama ini, dan inti sari hidup yang buat kehidupan beliau sukses tersebut, dengan rela dan iklas berbagi disampaikan di hadapan kami yang baru pertama kali bertemu muka, itulah IGI tak pernah jenuh sharing and growing together.

Demikian pula dengan apa yang disampaikan oleh Kepala LPMP Bapak Kamil Marisi, membuat penulis takjub. Dalam kesempatan yang tidak begitu lama berhubung malam sudah mulai merambah waktu, beliau diberi kesempatan berkenan menyampaikan hal-hal penting yang membuat hidup ini lebih bermakna dari pengalaman kehidupan beliau. Dengan lugas beliau sampaikan “Belajar bermakna, yakni ketuntasan konsep dalam kebermaknaan. Kita harus memberikan yang terbaik dan bermakna karna guru memberikan value terbesar untuk anak didiknya. Pancaran hati guru masuk dalam hati siswa “(Transfer Ilahiyah)”. baru kali ini terngiang di telinga, namun justru makna yang terkandung didalamnya bisa mewakili perkuliahan penulis tentang ketarbiyahan, sungguhlah luar biasa maknanya sangat mendalam.
Begitu juga dengan lingkupan kurikulum, dengan menyuguhkan perumpamaan “standar deviasi”, beliau uraikan cara memahamkan dalam benak siswa supaya cepat meresapi apa yang disampaikan sang guru. Semua itu perlu proses, kurikulum secara konseptual cuma sekitar 10% saja mempengaruhi, namun proses yang dilakoni oleh sang guru itulah yang sangat berkiprah dalam keberhasilan pendidikan tersebut.

Ini baru nuansa saat pembukaan, begitu memukau, bagaimana kelanjutan beberapa hari lagi ke depannya.

Hal ini yang membuat penulis bertekad tak mau melewatkan waktu sedetikpun saat mengikuti ToC ini, penulis selalu menjaga kedisiplinan kehadiran dengan selalu datang lebih awal dan mencari posisi yang langsung pokus pada pandangan pemateri dengan harapan tidak ada butiran kata atau kalimat yang terlewatkan dari telinga penulis. Banyak lagi cerita yang takan terwakili melalui ungkapan kata yang penulis kutip dalam beberapa hari mengikuti ToC kali ini, berbagai materi penting terkuak, seperti dari Bapak Dahli Ahmad dengan Animasi Drawing, dan beberapa Pemateri dari LPMP tentang Kajian Pendalaman Kurikulum 2013, serta kawan-kawan Alumni ToT di Surabaya dengan berbagai Informasi Teknologi yang bisa diberdayakan sebagai literasi produktif, dan tentunya tak ketinggalan konsep “Menemu Baling (Menulis dengan Mulut dan Membaca dengan Telinga)” yang diaplikasikan pada tablet/androit/telepon genggam masing-masing peserta ToC.

ToC ini memang sangatlah berbeda dengan ToT yang sering penulis diikuti sebagai tuntunan anak tangga dari tugas penulis sebagai pengawas madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, berbagai nuansa inovasi ditemukan disini hingga tiba pada saat penutupan yang begitu mengharukan. Kenapa tidak, tidak ada kata yang bisa penulis gambarkan disini mewakili haru dan resahnya hati ini dikala menerima wejangan pemantapan terakhir dari Sekjen IGI pusat, mata ini berkaca-kaca sampai akhirnya tak tertahankan lagi butiran air mata ini menetes tanpa henti saat bersalaman dengan beliau, terasa ada sesuatu yang hilang, terenyuh bathin ini, sesuatu hal yang susah diukirkan melalui untaian kata ataupun kalimat, hanya asa mengungkap rasa.

Penulis segera keluar karena rasa malu menyelinap di bathin ini kalau ada yang memperhatikan betapa cengengnya seorang Rabiah Hasanah yang biasanya tegar dan tak pernah takut hadapi apapun. yaaa…itulah seorang hamba dhoib, sungguh lemah adanya namun penulis yakin bahwa ilmu yang didapat disini akan menempa diri ini menjadi sosok yang lebih baik lagi. Sebelum menutup kalimat pesan kutipan yang terekam di benak ini : kalau anda ingin menjadi orang terkenal, maka berbicaralah seperti seorang orator, dan menulislah seperti seorang wartawan.

Di penghujung goresan ini penulis berharap bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan orang-orang hebat seperti mereka dari pemateri juga kawan-kawan IGI utusan daerah se-Kalimantan Selatan juga panitia ToC dan pengurus IGI wilayah Kalimantan Selatan terimakasih atas kesempatan memfasilitasi transferan nurani penulis ke arah yang lebih baik dengan keunggulan kualitas yang mewarnai kehidupan penulis.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here