Membangun Potensi dengan TOT Literasi Produktif IGI

0
680

Cerita ini berawal dari perjalanan panjang saya pra Training of Trainers Literasi Produktif berbasis IT Surabaya, dimana suatu pengabdian tanpa pamrih yang  saya lewati dengan melibatkan diri pada suatu organisasi yang bagi sebahagian orang dianggap sebagai organisasi yang penuh dengan kontroversi. Memang  pada awalnya harus saya akui bahwa tujuan utama berorganisasi hanya semata-mata untuk meningkatkan potensi dalam diri saya karena secara jujur saya terjung di dunia pendidikan sebagai tenaga pendidik bukan berlatar belakang pendidikan namun sarjana umum dan punya pengalaman bekerja pada salah satu BUMN selama +/- 8 tahun sebelum resmi menjadi guru. Olehnya itu saya merasa punya potensi namun menganggap potensi yang saya miliki belum cukup untuk di banggakan di depan para calon penerus bangsa. Namun kemudian dari sepak terjang dan program kerja dari organisasi ini sangat menjanjikan lebih untuk mencapai tujuan. Maka dengan penuh keyakinan saya berani menerima tantangan untuk melibatkan diri dan menerima tawaran sebagai pengurus daerah di sebuah kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Selatan. Padahal pada saat itu tahun 2013 sebagai tahun pertama dibentuknya Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Kabupaten Sidenreng Rappang. Sidenreng Rappang adalah sebuah Kabupaten bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan yang berjarak +/- 200 km ke arah utara dari ibu kota Provinsi yaitu Makassar dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam. Daerah ini biasa dikenal dengan lumbung padi bumi nene mallomo yang kemudian lebih familiar disebut dengan singkatan SIDRAP. Saya bangga punya IGI (Ikatan Guru Indonesia) karena dengan IGI segala potensi yang saya miliki lebih tertantang. Saya kenal banyak orang, kenal banyak karakter, banyak belajar dari orang-orang hebat. Hingga pada saatnya dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh IGI baik yang dilakukan pengurus pusat (PP), pengurus wilayah (PW) ataukah pengurus daerah (PD) semuanya sayang untuk saya lewatkan. Semuanya berjalan lancar dengan tolok ukur kian bertambahnya secara pesat keanggotaan IGI di sisfo dari hari ke hari, bulan ke bulan bahkan dari tahun ketahun. Pengabdian berbuah manis sehingga oleh manajemen IGI Daerah mendelegasikan utusan IGI Sidrap sebanyak 10 (sepuluh) orang untuk mengikuti Training of Trainers (TOT) Literasi Produktif berbasis IT di Surabaya.

Atas dasar dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan dari tahun ke tahun yang selalu menjadi program pemerintah maka sebagai perwujudan dari IGI maka oleh pengurus pusat (PP) melaksanakan sebuah program yang menurut saya sangat spektakuler yakni Training Of Trainers (TOT) literasi produktif berbasis IT yang diselenggarakan di LPMP Jawa Timur kota Surabaya, dalam bayangan saya, saya yakin acara ini akan menorehkan berbagai kesan positif, pengalaman yang senantiasa terpatri di lubuk hati yang paling dalam dari +/- 150  peserta yang siap hadir dari berbagai penjuru se-nusantara untuk mengikuti kegiatan mulai dari pra TOT, proses sampai pasca TOT literasi.

Sebelum bertolak ke Surabaya, kami dari IGI Sidrap rutin melakukan pertemuan dengan sesama calon peserta TOT  hanya sekedar berbagi ilmu, berbagi pengalaman sebagai bentuk persiapan acara TOT Literasi di Surabaya. Sebelum berangkat kami kental dengan ajang silaturahmi bersinergi dengan semua pengurus IGI Kab. Sidrap, ketika kami menyempatkan diri untuk berkumpul di sekretariat hari Rabu malam pukul 23.00 WITA dan melakukan doa bersama dan secara resmi dilepaskan oleh Ketua IGI Sidrap Bpk. Nurdin dan Wakil Ketua Bpk. Saidiman menuju Bandara Udara Sultan Hasanuddin. Kami diterbangkan bersama Maskapai penerbangan Lion Air Lines sekitar pukul 06.30 WITA. Sekitar pukul 08.00 WIB pagi kami menginjakkan kaki di bandara udara Internasional Juanda Surabaya, selanjutnya dijemput oleh akomodasi panitia penyelenggara sekitar  pukul 08.30 WIB kurang lebih 30 menit perjalanan akhirnya kami pun tiba tempat acara yaitu di LPMP Provinsi Jawa Timur kota Surabaya, yaitu kota yang kami kenal dengan kota pahlawan. Langsung saja registrasi peserta kemudian chek in kamar pada gedung belakang dari LPMP Prov. Jawa Timur lalu rehat sejenak selanjutnya orientasi. Sekitar jam 09.00 WIB memanfaatkan waktu yang tersisa kami bersama rombongan merental mobil untuk menyempatkan diri berkeliling kota karena pembukaan di jadwalkan malam. Menyusuri kota Surabaya adalah pengalaman pertama saya di mulai dari pasar turi, tunjungan plaza, kebun binatang hingga melintasi jembatan suramadu yang konong kabar panjangnya sekitar 6 km. Pada pukul 17.30 WIB kami pun tiba kembali ke lokasi Training untuk berbenah dan mempersiapkan diri dengan niat kuat, hati ikhlas, pikiran jernih dan semangat yang membara agar siap menerima segala bentuk materi yang di tawarkan.

Rangkaian demi rangkaian acara terlaksana dengan lancar. Sangat nampak antusias para peserta TOT sangat kuat. Tak sedikit pun materi terlewatkan, bahkan hampir dipastikan sesama peserta kurang bertegur sapa oleh karena keseriusan para calon trainer. TOT Literasi yang diadakan oleh pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) dengan menghadirkan fasilitator dari guru-guru hebat diantaranya ada Pak Mampuono dan Pak Karim keduanya merupakan peraih medali emas Microsoft Innovative Teacher se-Asia Pasifik namun dalam batch yang berbeda. Kemudian ada Pak Slamet Riyanto penulis 127 buku, Pak Kholik, Pak Elyas, Pak Djoko dan Pak Sukari yang masing-masing Master pada brandnya masing-masing.

Mereka memberikan ilmunya dalam memanfaatkan IT dalam mengembangkan media, sumber dan perangkat pembelajaran. Setali tiga uang sponsor resmi acara ini adalah hasil kerjasama antara IGI dengan SAMSUNG sehingga sangat  direkomendasikan media yang  dapat digunakan adalah SAMSUNG TAB A8-SM-P355. Kenapa Tab ini di pilih sebagai ikon karena Tab ini selain terbaru, harga terjangkau serta fitur-fitur sangat mempermudah terutama pihak pendidik untuk mengaplikasikan keunggulan dari Tab ini.

Sebagai pendorong semangat serta menyempurnakan tentang Literasi dan eksistensi IGI hadir Bpk. Satria Dharma (Bapak Literasi Indonesia), Bpk. Ahmad Rizali dan Muhammad ikhsan. Beliau sangat mengispirasi para peserta TOT.

Menyangkut masalah pendidikan menurut saya mengapa banyak guru kehilangan gairah mengikuti kegiatan-kegiatan Training semacam ini, mengapa banyak guru yang mengalami stres dan konflik emosi, kebosanan dan kejenuhan, dan bukannya antusiasme, optimisme atau kah suka cita ? Yang pertama saya melihat masih adanya persepsi negatif yang menganggap sesuatu itu adalah beban, sedangkan libur adalah kesukaan. Kedua, banyak guru yang tidak mampu melihat keindahan ditengah keburukan. Selain Pak Mampuono yang memang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya sebagai trainer handal serta bisa menjadi publik figur, tampil sosok sederhana yang punya keahlian yang saya kira tidak semua orang mampu melakukannya. Perlu kita pahami bersama bahwa salah satu indikator pendidik yang hebat adalah mampu menguasai kelas, mampu  mendalami perasaan audience, mampu mengalihkan perhatian kepada peserta untuk lebih fokus dan berkonsentrasi dengan mengenyampingkan rasa bosan, jenuh, ngantuk dan semacamnya. Itulah yang saya temukan pada sosok yang bernama Bpk. Widadi Muslim. Saya menganggap tidak berlebihan jika orang yang saya maksud layak untuk disejajarkan dengan pemateri-pemateri handal seperti yang saya sebutkan diatas dengan membawakan materi Energizer atau ice breaking atau apalah istilahnya tidak kalah pentingnya dalam setiap ajang sejenis dengan TOT supaya dapat memupuk kebersamaan, keakaraban dan intinya dapat mengubah dari jenuh menjadi jauh lebih menyenangkan dan ngangenin.

Akhirnya singkat cerita tibalah hari itu pada hari terakhir dari pelaksanaan TOT, Materi demi materi sudah kami terima dimana kami peserta dari Kab. Sidrap membagi habis 6 Kanal yang disiapkan oleh panitia untuk kami ikuti. Dengan harapan semua ilmu yang ditularkan oleh pemateri kami serap habis untuk kami tularkan ke teman-teman IGIers yang tidak seberuntung kami. Tepat pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober 2016 pukul 22.00 WIB jadwal lebih cepat dari yang direncanakan diadakan penutupan diklat Training of Trainers Literasi Produktif berbasis IT dinyatakan ditutup secara secara resmi oleh Ketua Harian IGI Pusat Ibu Rusnanie yang akrab di sapa Ibu Rose. Beliau banyak mensosialisasikan jalur kemitraan ketimbang berharap dana dari pemerintah. Sungguh bagi saya adalah pelajaran yang sangat bermakna yang saya dapatkan dari Training ini. Saya sangat berharap semoga kegiatan serupa secara rutin bisa dilaksanakan oleh IGI. Jayalah IGI_Majulah IGI_Ikatan Guru Indonesia.

Besok harinya tepat pukul 09.00 WIB kami Check Out dari Lembaga LPMP dan mengisi waktu luang sambil menunggu jadwal penerbangan kami yang di jadwalkan pukul 16.45 WIB. Kami serombongan berkunjung ke Pasar ATUM kemudian melanjutkan perjalanan ke HITECH Surabaya. Kami belanja berbagai macam cinderamata untuk kami bawa pulang  sebagai oleh-oleh buat keluarga dan teman. Pukul 14.30 WIB kami tiba di bandara udara Juanda menunggu pemberangkatan menuju Makassar. Namun di tengah perjalana kami ada sedikit insiden cuaca yang tidak begitu bersahabat membuat kami merasa panik karena pesawat yang kami tumpangi agak oleng sebelum landing di bandara udara sultan hasanuddin. Meski hujan deras,  angin kencang dan petir yang disertai suara guntur yang bersahut-sahutan tapi semua situasi itu dapat kami lewati dan mendarat dengan selamat. Tapi sekali lagi tiada pengalaman yang paling bermakna selain mendapatkan berbagai macam ilmu yang siap untuk kami aplikasikan minimal untuk diri sendiri dan yang paling penting sebagai bahan untuk menunaikan tugas mulia sebagai guru yakni “ SHARING AND GROWING TOGETHERPantang mengajar kalau tidak Belajar (Kutipan Mars IGI).             ~~~ Salam Literasi   ~~~

Pangkajene,  11 Oktober 2016

Peserta TOT Literasi Produktif

RUSLI RAHMAN

Peserta TOT Kab. SIDRAP Kanal 1

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here