KILAS BALIK, KADO TAHUN BARU UNTUK IGI

0
539

Oleh: Widadi, IGI Jakarta

betapa besar jasa-jasamu

mengajar ilmu pengetahuan dan juga kesopanan

tak terlupakan keikhlasanmu

mendidik kami semua menjadi orang berguna

(Bang Debb)

Itulah bait pertama “Lagu Persembahan untuk Guru” yang saya nyanyikan ketika diminta menjadi pembicara seminar Ikatan Guru Indonesia (IGI Jakarta) bertempat di Gedung A, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Lantai III, pada bulan Januari 2016. Hadir pada saat itu tak kurang dari 300 guru di DKI Jakarta dan sekitarnya. Energi saya begitu berlipat setiap kali diminta mengisi kegiatan tentang guru, karena saya yakin Indonesia yang kaya dan luas ini akan maju dan berkembang di tangan para guru.

Namun kita juga menyadari bahwa guru juga manusia, terkadang mengalami titik jenuh. Apalagi guru yang sudah puluhan tahun mengajar. Guru memerlukan motivasi. Dan salah satu bentuk motivasi itu bisa berupa alunan lagu. Bukan sembarang lagu. Tetapi lagu yang menggambarkan aktivitasnya sebagai guru yang mulia. Titik jenuh para guru kini juga mulai terobati dengan hadirnya Samsung Galaxy Tab A 8 dengan fitur-fitur yang memanjakan.

Betapa besar jasa-jasamu…

Di jaman sekarang ini masih adakah orang yang meremehkan  pekerjaan guru? Di era sekarang ini masih adakah orang yang meragukan profesi guru? Mari kita buka mata! Puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan lebih generasi bangsa ini bisa membaca dan menulis karena jasa dan perjuangan para guru. Kita bisa pandai menulis dan mambaca karena siapa? Guru. Kita bisa tahu beraneka macam ilmu karena sapa? Guru. Kita jadi tahu beraneka macam ilmu karena siapa? Guru.

Tidak salah seandainya kebijakan pemerintah ke depan berpihak pada guru. Lihatlah negara Malaysia, Singapura, Jepang, Finlandia dan negara-negara maju lainnya. Semuanya bisa bergerak maju peradabannya karena memuliakan guru. Lantas bagaimana dengan guru Indonesia ke depan? Guru Indonesia ke depan adalah guru yang banyak berkarya. Ya…, guru mulia karena karya. Maka dengan hadirnya Samsung Galaxy Tab A 8,  kini para guru hebat terutama yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI) mulai berlomba dengan karya-karyanya yang inovatif.

Mengajar ilmu pengetahuan dan juga kesopanan

Mengajar ilmu pengetahun memang tampak mudah. Mengapa? Karena di jaman sekarang ini sumber ilmu pengetahuan begitu berlimpah. Artikel tentang ilmu pengetahuan begitu banyak. Buku ilmu pengetahuan memanjakan. Internet menyajikan berbagai macam ilmu pengetahuan dengan berbagai cita rasa yang menggoda. Tapi bisakah artikel, buku dan internet membimbing nilai-nilai kesopanan secara langsung? Nah, di sinilah diperlukan kehadiran dan peran guru. Sebab mengajarkan kesopanan memerlukan contoh nyata. Teladan nyata. Yaitu perilaku para guru.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa ilmu pengetahuan (kecerdasan intelektual) hanya mampu menyumbang 20% terhadap masa depan anak. Sementara itu kesopanan, keuletan, kebabaran, empati (kecerdasan emosi) mampu menyumbang 80% terhadap masa depan anak. Kecerdasan intelektual pada umumnya merupakan dominasi kerja otak kiri. Sedangkan kecerdasan emosi merupakan wilayah kerja otak kanan. Konon kabarnya, apabila kita ingin anak-anak kita tumbuh sukses dan bahagia, maka yang harus dibenahi yang kanan (EQ)  dulu baru kemudian yang kiri (IQ) akan mengikuti.

Lantas bagaimana IGI dan Samsung Galaxy Tab A 8 menjawab tantangan ini? Di dalam fitur Tab A 8 itu ada kreasi untuk membuat cerita bergambar (komik) sehingga sinergi otak kiri dan kanan  langsung bisa diwujudkan dengan cara membuat komik-komik tentang karakter jujur, sopan, tanggung jawab, empati, kerjasama dan lain-lainnya.

Tak terlupakan keikhlasanmu

Kunci sukses menjadi guru adalah ikhlas. Kata ikhlas memang mudah diucapkan tetapi begitu sulit dilakukan. Karena ikhlas adanya di hati masing-masing dan hanya Allah yang mengetahuinya. Guru yang ikhlas akan mendapatkan  jaminan surga sebagaimana  yang tertulis di dalam buku “Kisah-Kisah Teladan” karya K.H. Abdurrahman Arroisi, bahwa kelak setelah hari kiamat dan hari berbangkit akan ada empat golongan manusia yang dijamin Allah masuk surga yaitu: orang yang mati syahid, haji yang mabrur, dermawan yang ikhlas dan guru-guru yang ‘alim (mencerahkan). Maka dengan hadirnya Samsung Galaxy Tab A 8 menjadi guru yang ‘alim, berilmu (mencerahkan) begitu mudah untuk diwujudkan.

Mendidik kami semua menjadi orang berguna

Sahabatku, ketika mengajar hanya diartikan sebagai menyampaikan ilmu pengetahuan, itu mudah. Tetapi tugas guru bukan hanya mengajar. Tingkatan berikutnya adalah membimbing, melatih dan mendidik. Membimbing memerlukan kesabaran yang lebih. Melatih memerlukan keterampilan yang lebih. Dan mendidik memerlukan ilmu, kesabaran dan keterampilan. Dan di antara keterampilan itu adalah seni mendidik. Ilmu mendidik anak. Orang pinter menyebutnya paedagogiek. Orang jawa bilang ilmu panggulowentah. Dan di antara seni mendidik itu adalah keteladanan dan bercerita.

Dalam kaitan ini kita tentu pernah mendengar lagu turi-turi putih gubahan Kanjeng Sunan Giri. Begini syairnya: turi-turi putih ditandur neng kebon agung/ turi-turi putih ditandur neng kebon agung/ cemleret tibo nyemplung mbok kiro kembange opo/ mbok kiro – mbok kiro -mbok kiro kembange opo?

Apakah maksudnya? Hai saudara-saudaraku para manusia, ke sinilah aku beri nasihat. Kelak yang namanya manusia itu kalau sudah meninggal akan dibungkus dengan kain kafan yang putih warnanya. Dan jika ada saudara kita yang meninggal dunia sebaiknya cepat-cepat diku burkan, tentu saja setelah dimandikan, dikafani dan disholatkan. Sebaik-baik manusia meninggal, wafat adalah yang paling  baik amalnya ketika hidup didunia. Sebab hanya amal yang baiklah yang akan diterima Allah swt. (Alladzii khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum ayyuukum ahsanu ‘amala).

Sangat panjang kelanjutan dari syair lagu turi-turi putih ini,  tetapi baiklah saya akan teruskan dengan satu bait lagi. Kembang-kembang waru/ kembang-kembang waru/ kembang waru diwiru-wiru/ kang mituhu marang guru/ ben uripe ora kleru/ mbok kiro-mbok kiro-mbok kiro kembange opo? Makna bebasnya: sebagai murid kita harus taat (mituhu) kepada para guru. Kenapa? Biar dikelak kemudian hari hidupnya tidak salah jalan (kleru).

Sahabat IGI dapat mendengarkan “Lagu Persembahan untuk Guru” pada link berikut ini!

 

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here