GERAKAN TABLETISASI BERSAMA IGI

0
851

Elyas, S.Pd., M.Eng.
SMK N 4 Yogyakarta, Wakil Sekretaris Bidang Keguruan IGI Pusat

Guru adalah aktor utama untuk meningkatkan sumber daya manusia supaya menjadi manusia yang paripurna. Manusia yang paripurna adalah manusia yang cerdas. Apa yang dimaksud dengan manusia yang cerdas?? Manusia yang cerdas bukan semata-mata yang mempunyai intelektual yang tinggi akan tetapi manusia yang cerdas memiliki 2 ciri, yaitu :

Ciri yang pertama adalah manusia yang bisa menahan hawa nafsu dan ciri yang kedua adalah segala perbuatannya, segala kehidupannya dipersembahkan untuk kehidupan setelah mati. Nah …. kalau manusia mempunyai kedua ciri tersebut di atas maka dia layak disebut manusia yang paripurna.

Bagaimana implementasinya kedua ciri tersebut ke dalam organisasi Ikatan Guru Indosia (IGI). IGI telah melakukan berbagai macam kegiatan yang akhirnya point yang dituju adalah peningkatan kompetensi guru baik secara individu maupun secara bersama-samal. Hal ini bisa kita lihat setahun terakhir ini ikatan guru Indonesia begitu gencar dan aktif mengadakan kegiatan-kegiatan hampir di setiap provinsi di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh IGI semua berbasis sharing and growing together. Kegiatan berbagi dan tumbuh kembang bersama inilah yang menjadi nafas IGI sehingga sampai saat ini IGI semakin eksis dan semakin Jaya. (selalu di hati para igiers)

Eksistensi IGI tidak terlepas dari para pendahulu dan juga di era saat ini di bawah komando Muhammad Ramli Rahim (MRR) sebagai sang ketua umum. MRR merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki oleh IGI yang terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi setahun yang lalu.
Perkembangan organisasi dibawah komando MRR begitu pesat sangat luar biasa (istimewa) sehingga gaung IGI ada di mana-mana di penjuru tanah nusantara. Keberadaan IGI yang mulai tumbuh pesat di Indonesia tidak terlepas dari tangan dingin MRR yang memimpin organisasi dengan sepenuh hati. Ide-ide MRR sangat brillian, beliau bisa menghadirkan guru-guru hebat, guru-guru yang punya prestasi baik dalam sekala regional maupun dalam sekala nasional. Mereka dikumpulkan, mereka didik, mereka dilatih sebagai trainer, yang dipersiapkan menjadi trainer nasional yang siap disebarkan ke seluruh pelosok tanah air. Dengan semangat sharing and growing together, semangat berbagi dan tumbuh kembang bersama inilah yang selalu menjadi acuan dalam bergerak ke pelosok nusantara menjadikan guru-guru di daerah akan mengerti arti pentingnya peningkatan kompetensi.

Dengan bantuan alumni-alumni para guru hebat yang lebih dari 150 trainer bahkan sekarang sudah lebih dari 200 tariner yang diciptakan oleh tangan dingin MRR, pemerataan kompetensi guru yang ada di daerah semakin nyata dan semakin berkualitas. Para trainer mempunyai kewajiban untuk melatih di daerahnya masing-masing supaya semua guru kompeten, cerdas dan selalu berinovasi dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Satu hal yang menarik gagasan dari MRR, sang pendobrak adalah semua pembiayaan pendidikan dan latihan (Diklat) yang dilaksanakan oleh IGI semua bersumber dari non APBN, non APBD atau non sumber dari pemerintah, tetapi semua bersumber dari sponsor dan juga mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa IGI secara langsung maupun tidak langsung berperan aktif membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan komptensi guru.

Gebrakan berikutnya dari sang ketua adalah memasyaratkan Sagusatab, Satu Guru Satu Tablet. Sagusatab merupakan terobasan dari IGI yang futurutif dan elegan. Futurutif karena ke depan seluruh guru di Indonesia menggunakan tablet dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas maupun di luar kelas. Elegant, guru mampu memberi kesan pembelajaran kepada siswanya yang mendalam dan mengembirakan. Futurutif dan Elegan inilah daya tarik sagusatap yang arahnya menuju paperless. Tanpa kertas… itulah keniscayaan yang sedang bergerak saat ini. KBM tidak ada lagi ada kertas semua berbasis tablet, dan gerakan itu nyata yang telah dilaksnakan oleh guru-guru yang tergabung dalam IGI.

Terobosan berikutnya sang lokomotif MRR adalah memelopori terbentuknya ikatan guru mata pelajaran (IGMP). Ikatan guru mata pelajaran merupakan organisasi sayap IGI yang melayani langsung peningkatan kompetensi guru atas dasar rumpun yang sama. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses percepatan penguasaan kompetensi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Dengan pola seperti ini tidak ada lagi guru yang tidak kompeten, semua akan lebih mudah dan cepat bergerak melesat seperti anak panah menjadi guru yang profesional.

Satu hal yang menarik juga dari MRR, sang ketua yang inspiratif, beliau menjalin kerjasama dengan pihak sponsor, Samsung mendirikan rumah belajar. Rumah belajar ini sebagai wahana untuk meningkatkan kompetensi guru-guru yang ada di Indonesia yang berbasis tablet.

Semua pembelajaran yang diadakan di rumah belajar 100% menggunakan tablet. Artinya disadari atau tidak disadari tablet menjadi kebutuhan utama para guru dalam melaksanakan aktivitasnya baik di kelas maupun di luar kelas. Maka tidak heran dan tidak berlebihan kalau di era ini tablet merupakan alat yang bisa dipakai untuk mempercepat proses transformasi ilmu pengetahuan dari guru ke anak didiknya, dan tidak berlebihan jika di era sekarang ini disebut era tabletisasi adalah pilihan kata yang tepat buat guru Indonesia dari sang inovator MRR.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here