PERAN GURU BELUM TERGANTIKAN OLEH TEHNOLOGI

0
698

whatsapp-image-2016-11-27-at-12-23-07-am

Oleh : SUBARI, S.Sos, M.Pd
Adalah Guru SMK negeri 1 Bangil-Pasuruan Jawa Timur
Dan wakil Seketretaris Ikatan Guru Indonesia  (IGI) Jawa Timur

Hari guru yang diperingati setiap  bulan November merupakan momentum bagi para kalangan pendidik di indoensia bahkan seluruh dunia. Guru merupakan sosok pemimpin yang menjadi contoh tauladan baik di kelas maupun di masyarakat. Selain itu juga guru sebagai kepala kelurga  yang mempunyai peran penting dalam pendidikan utama didalam pendidikan karakter .

Dengan kemajuan ilmu tehnologi banyak pengaruh dan tantangan yang  didapat dari pendidikan  luar sekolah, disinilah peranan guru sebagai pendidik diuji dengan kemajuan tehnologi. Apabila tidak segera di lakukan pencegahanlebih intensif maka akan mempengaruhi  perilaku anak dalam kehidupan sehari hari. Oleh karena itu perlu adanya tameng atau  penangkal untuk membetengi keluarga dari pengaruh pendidikan yang diperoleh dari luar tanpa di dampingi oleh guru. Dengan hadirnya Kemajuan tehnologi ini  kita tidak bisa membendung informasi-infromasi yang masuk dengan mudah anak anak  kita mendapatkannya kemudian mempratekannya.

Dengan melihat  masalah diatas  peran kehadiran guru didalam mendidik sangat di perlukan. Peran Guru disini tidak hanya sebagai pendidik didalam kelas saja melain juga bertanggung jawab dimasyarakat. Sosok guru selain mendidik  di sekolah juga harus bertanggung jawab mendidik di masyarakat. Selama ini  Pendidikan  di sekolah terbatas oleh waktu dan jam pelajaran, sementara waktu di sekolah hanya 8 jam, sedangkan dalam satu hari da 24 jam, sisa waktu  16 jam ada dilingkungan keluarga. Dengan waktu 16 jam itu apa saja yang dapat dilakukan di rumah akan dapat dengan lebih banyak waktu yang di gunakan  untuk mendidik dimasyarakat.

Pendidikan tanpa kehadiran guru ibarat makan tanpa lauk pauk . Meski tahu bisa belajar dan menggunakan ilmunya ibarat dalam hutan banyak makanan tidak tahu bagaimana cara memasak dan memakannya. semak belukar tidak tahu bagaimana akan keluar dari hutan.

 Jika melihat budaya yang  terjadi dalam keluarga saat ini, orang tua sibuk dengan pekerjaanya. Mendidik dan merawat anak diserahkan kepada pembantu rumah tangga dan di tanpa didampingi oleh sosok pendidik yang berkarakter., meski itu ada tetapi jumlahnya bisa di hitung jari dan itu hanya dilakukan oleh orang tua tertentu. Orang tua mencari nafkah pergi pagi-pagi dan pulang malam ketika anak-anak sudah tidur sehingga kasih sayang terhadap ana mulai berkurang. Ketika di asuh oleh pembantu dan didampingi handphne, ipad canggih sehingga akan mudah mengakses informasi dari dunia maya tanpa di awasi oleh orang tua sendiri. Sehingga dengan begitu setiap anak akan memiliki karakter yang berbeda beda . Ada orang yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya setempat, ada juga yang berperilaku  negatif dan juga tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam budaya setempat.

Ada dua faktor yang mempengaruhi  pembentukan karakter yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya. Misalnya pengalaman, pengetahuan dan pendidikan moral yang diterima dilingkungannya, serta hubungan dengan orang tua dan anak. Pendidikan diLingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positip. Hal ini terbukti bahwa pendidikan akan membawa dampak bagi perkembangan phisikologi anak. Contoh seperti dalam pendidikan dilingkungan hutan yang hidupnya berteman dengan hewan yang berada dilingkungan hutan dalam cerita, ada seorang anak bernama Tarsan hidup dibesarkan dilingkungan hutan berteman dengan hewan yang ada ditengah hutan itu. Ketika ia tumbuh besar keluar dari lingkungannya akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, maka ia akan berbeda cara pola hidup  tingkah lakunya. Dari contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter seseorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh bawaan, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia tinggal bersama keluarga. Karena  lingkungan keluarga mempunyai pengaruh sangat besar terhadap  perkembangan dan karakter pendidikan anak.

Disini peranan guru sebagai Pendidik yang ber karakter berhubungan dengan perilaku positip yang berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti perilaku jujur, percaya diri, bertanggung jawab, peduli, jiwa penolong, menghargai, menghormati dan dapat dipercaya. Jika melihat karakter  ini pada dasarnya, setiap anak memiliki semua perilaku positip, sebagaimana telah diberikan oleh tuhan ketika ia lahir di bumi ini sesuai dengan kodratnya.

Pengaruh ilmu tehnologi sangat mengkawatirkan bagi perkembangan phiskologi anak, hal ini telah terbukti adanya pengaruh handphone, dengan fasilitas internet denagn fitur-fitur cangih akan didapat apa yang di cari dalam sekejab mata.  Kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia melaui kanal sabahat (13/4)  merilis tentang pengaruh 15 Game onlie yang dapat merusak karakter anak, bahwa  bermain game online mengandung unsur kekerasan . Dalam penelitian yang dilakukan oleh sebuah perguruan Tinggi  Lowa State University Amerika  Seikat  itu , apabila bermain selam 20 menit, si anak akan  merasakn “mati rasa” akan mudah melakukan kekerasan  dan kelihalangan  empati terhadap orang tua.  Dengan maraknya layanan internet dan fasilitas game online ini jelas akan mempengaruhi perkembangan anak.

Dengan melihat permaslahan yang ada diatas apa yang harus dilakukan oleh orang tua dalam peran mendidik anak didalam keluarga, berikut tips –tips yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencipatkan pendidikan yang berkarakter.

  1. Berikan contoh kata sopan dan jujur

Pendidikan Peranan orang tua didalam kelurga akan mempengaruhi perkembangan phisikologi anak. Dalam mendidik berilah contoh perilaku yang baik dalam berkata maupun bertingah laku.  Apabila orangtua melakukan perkataan dalam bergaulan dalam kehidupan sehari-hari akan di tirukan oleh si anak. Perkataan dalam setiap hari sering di dengan sehingga akan di tirukan ketika si anak itu sudah mulai bisa bicara. Berikan pendidikan yang jujur dalam bertindak sehingga nantinya perilaku itu akan ditiru oleh anak ketika di luar rumah dalam bermasyarakat

  1. Peduli terhadap lingkungan sekitar

Pendidikan peduli terhadap wajib kita tanamkan sejak dini karena  tidak akan didapatkan dibangku sekolah melainkan di mulai dari peranan keluarga . anak kita ajari bagaimana peduli terhadap sesama misalnya adik,kakak dan sanak kelauarga. Apabila kita tidak kita pendidikan peduli sesama ini nantinya akan hilang emapati keluarga. Apabila hal ini sudah kita tanamkan sejak dini niscaya mereka kelak akan ingat dan mengikuti pendidikan kita meski kita sudah tidak ada. Berangkat dari bekal pendidikan itu  mereka  hidup dimanapun akan dapat berinteraksi dengan masyarakat dan akan peduli dengan ingkungan sekitarnya. Contoh kecil saja  dalam mendidik anak membuang sampah di tempat sampah, jika kita kenalkan sejak dini niscaya mereka akan ingat dan akan melakukan perbuatan membuang sampah pada tempatnya itu.

  1. Membagi waktu 24 jam sehari

Dalam pendidikan di keluarga akan sangat penting karena anak dan keluarga aktivitas di luar di batasi oleh waktu misalnya di sekolah hanya maximal 8 jam, juga di kantor selama  8 jam. Sehingga sisa waktu 16 jam itu, mereka berada dilingkungan  rumah. Sisa waktu 16 jam inilah kiat buat untuk membagi aktivitas agar mereka akan dapat  manfaatkan membagi waktu dengan maksimal. Waktu 8 jam untuk istihat (tidur) sedangkan waktu 8 jam kita bagi lagi menjadi 2 jam membatu orangtua , 1 jam untuk beribadah ( sholat lima waktu )  sedangkan sisa waktu 1 jam untuk belajar , 1 jam untuk peduli terhadapa  lingkungan, membersihkan kotoran rumah dan  mencuci baju menyapu halaman dan 1 jam untuk jalan jalan olah raga 1 jam untuk silaturohmi bersama sanak saudara dan tetangga.

  1. Belajar Mandiri

Dengan memberikan contoh pekerjaan yang dapat dilakukan sendiri  kepada anak-anak didalam keluarga,  jika orangtua tidak ada dirumah, mereka akan melakukan apa yang pernah diajarkan oleh orangtua. Dengan belajar melakukan  beberapa aktivitas diatas tadi insya allah kita akan dapat memperoleh apa yang akan diharapkan oleh baik orang tua maupun masyakat .

  1. Belajar bersedekah dan Bersyukur

Untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak didalam kelurga perlu di tanamkan rasa bersyukur terhadap anugerah tuhan yang telah memberikan kehidupan selama ini. Dari apa yang kita dapatkan selama ini bisa makan, minum dan menempati rumah sehat dan tidak bocor itu merupakan salah bentuk bersyukur kepada tuhan.

Dengan memberikan pendidikan bersyukur yakni memberikan sedikit rezeki yang kita miliki ini sebagai bentuk pendidikan sedekah dan bersukur. Dengan mendidik mereka mulai dari usia anak-anak  niscaya kelak  mereka jika  sudah besar akan mempunyai rejeki mereka akan meniru kita yakni bisa berbagi bersama.

Memang proses pendidikan yang berkarakter diawali dari kondisi keluarga yag terdiri dari ayah dan Ibu lebih dahulu karena mereka sebagai figur yang di jadikan panutan dalam keluarga. Anak lebih menirukan perilaku  daripada menuruti nasehat yang diberikan oleh bapak ibu guru di sekolah dari pada  orangtua. Contoh,  jika mereka melihat gambar dan aksi yang dilihat di dunai maya atau intenet di handphone, mereka akan cepat memperagakan dari pada menuruti nasehat dari orangtua maupun guru. Oleh karena itu anak perlu diajari menunjukan bisa memilah dan memilih tentang baik dan buruknya dari pengaruh tehnologi ini.

Dengan kebersamaan marilah kita mengambil tindakan dengan ciptakan pendidikan yang berkarakter yakni bersifat Asih yaitu kasih sayang dan Asah dengan mendidik memahirkan sampai bisa dan Asuh Yakni membimbing anak-anak sampai memahami arti kehidupan. Dengan kebersamaan ini anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila mendapatkan perlakuan kasih sayang., pengasuhan yang penuh pengertian  serta memahami situasi yang dirasakan nyaman dan aman.

 

Alamat penulis : Subari, S.Sos, M.Pd
adalah Pengurus IGI Jawa Timur
Perum Kraton Harmoni Jl. Lesanpura II Blok B8 No. 7  RT.02 /RW XI Bendungan kec. Kraton Kabupaten Pasuruan jawa Timur .   Sekian selamat beraktivitas 081 333 46 8586 email sobaripsr@gmail.com

#IGI #HGN #Guru

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here