PANDEGLANG PUN BERGERAK, GURU ITU PANTANG MENGAJAR JIKA TIDAK BELAJAR

0
1287

Ikatan Guru Indonesia terus bergerak. Di Aceh saat ini ratusan guru dilatih membuat komik pembelajaran dan dibagian lain Aceh, guru dilatih menggunakan teknologi dalam pembelajara.

Dan hari ini saya berhasil menjalankan tiga agenda sekaligus, bertemu manajer-manajer Samsung Indonesia membahas rencana peresmian Rumah Guru Belajar yang super canggih di Jl. Gagak Makassar dan menuntaskan berbagai masalah program cicilan SAGUSATAB. Lalu bergerak ke BPDP Sawit di Imam Bonjol lalu meluncur ke Pandeglang, Banten yang ternyata lumayan jauh. 

Di Pondok Pesantren Ibnul Hamdi, kawan-kawan IGI sudah menunggu lama, mereka sedang menyelenggarakan Seminar Nasional Gerakan Literasi Sekolah. Berangkat dari Imam Bonjol Pukul 12.15, kami tiba di lokasi pukul 16.30 dan hampir bisa dipastikan saya harus mengganti tiket penerbangan dari pukul 20.55 menjadi 23.00 menuju Makassar. 

Meskipun telah berlatih membuat komik pembelajaran sejak pukul 13.00 dan menerima materi tentang gerakan literasi sekolah, kawan-kawan IGI Pandeglang tetap semangat. Apalagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang turut hadir memberikan sambutan.

Seperti biasa, saya membahas tentang mendidik guru membangun bangsa, lalu mengupas sisi-sisi kelemahan guru kita saat ini dan memberikan solusi tapi inti dari semuanya adalah guru tidak boleh berhenti mengajar sehingga di IGI mengenal tekad “Pantang Mengajar Jika Tidak Belajar”

Karena ini kegiatan pertama IGI Pandeglang, maka saya berharap ini bukan kegiatan terakhir, saya meminta Ibu Nely Pori, Ketua IGI Pandeglang terus bergerak, minimal dua kali seminggu di Pandeglang ada upaya peningkatan mutu guru karena sebagai organisasi profesi, IGI harus konsen pada peningkatan mutu guru. IGI tak perlu berbicara soal kesejahteraan guru karena kesejahteraan itu akan mengikut seiring dengan meningkatnya kompetensi guru dan jika guru-guru tidak meningkatkan kompetensinya secara mandiri maka konsekuensi dicabutnya tunjangan profesi guru akan menjadi kenyataan.

Pandeglang, 24 Oktober 2016

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat 

Ikatan Guru Indonesia.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here