Menemu Baling: Menulis “is a piece of cake”

(Menulis dengan mulut, membaca dengan telinga)

0
1276

Oleh: Miftah – IGI Bontang

Assalamualaikum semua.
Siang ini saya akan melaporkan bahwa kemarin, tanggal 15 Januari 2017 bertempat di auditorium walikota lama, IGI kota Bontang melaksanakan workshop sehari. Workshop yang berjudul “Pemanfaan IT dalam Pembelajaran Kreatif Menemu Baling” tersebut berlangsung dari pukul 08.00 sampai 13.00 WITA. Menemu Baling adalah sebuah metode cepat untuk menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.

Penulis bersama Sekjen IGI

Seminar yang dihadiri oyleh guru-guru baik anggota, pengurus dan juga guru secara umum ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang, Drs. Akhmad Soeharto. Walaupun dilaksanakan pada hari libur dan diguyur hujan seharian namun hal itu tidak menyurutkan semangat para guru Kota Bontang untuk tetap antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Yang menarik adalah, walaupun sosialisasi atau undangan workshop ini hanya dilakukan dalam waktu 2 hari, namun sedikitnya hadir 50 peserta dari berbagai sekolah di Kota Bontang.

“Hal ini menunjukkan bahwa semangat guru-guru di kota Bontang untuk meningkatkan kompetensi mereka sangat tinggi” kata ketua IGI Kota Bontang Bapak Jamaluddin M.PdI.

Jamaluddin ketua ikatan guru Indonesia Bontang mendampingi Sekjen ketika berdialog dengan walikota

Mungkin bagi sebagian orang judul seminar ini terasa aneh atau bahkan mengada ada. Bagaimana mungkin menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga? Tetapi itulah kenyataannya. Bahkan sekarang pun saya sedang menulis dengan mulut. Ini artinya begitu saya berbicara semuanya langsung tertulis di dalam mesin pencatat. Inilah sesuatu yang memudahkan pekerjaan semua orang, terutama terkait dengan aktivitas membaca dan menulis.

Program Ini diinisiasi oleh Ikatan Guru Indonesia Kota Bontang yang didukung penuh oleh pemerintah kota Bontang. IGI kota Bontang menghadirkan langsung Bapak Mampuono, sekretaris jenderal IGI pusat yang juga penemu metode Menemu Baling ini. Dengan pelatihan ini diharapkan para guru bisa lebih bersemangat dan terampil menulis serta meningkat kompetensi literasinya.

Mampuono, founder Metode Menemu Baling

 

Workshop menemu baling ini sedikitnya bisa menepis anggapan bahwa menulis itu sulit. Atau anggapan bahwa guru tidak punya waktu sama sekali untuk menulis, itu tidak bisa dijadikan alasan lagi untuk tidak menulis. Dengan Metode Menemu Balingil, menulis jadi semudah berbicara.

Walikota Bontang dr. Neni Moerniaeni SpOG tidak bisa hadir dalam workshop, tetapi pada sore harinya walijota mengundang PP IGI dan pengurus IGI Bontang untuk bertemu sambil menjenguk pasien penderita gizi buruk. Di sela-sela pertemuan dengan pengurus pusat IGI Walikota Bontang Neni moerniaeni SpOG berharap kedepannya guru-guru di kota Bontang semuanya dilatih dengan metode menemu baling ini.
Walikota berjanji akan mendukung penuh kegiatan-kegiatan serupa karena sejalan dengan program literasi atau visi kota Bontang, yaitu menjadi smart city, creative city and, green city. Hal ini Senada dengan program IGI kedepan seperti Sagusatab, Sagusanov, Sagusaku, Sagusampi dll. Oleh karena itu tantangan dari Ibu Walikota Bontang ini disambut positif oleh sekretaris jenderal IGI pusat Bapak mampuono. Beliau berencana mengadakan program serupa di waktu yang akan datang di kota Bontang .

Sekjen IGI menjelaskan Metode Menemu Baling kepada Kadinas Pendidikan kota Bontang dengan didampingi Ketua IGI Kaltim

Metode menemu baling ini merupakan jalan pintas bagi mereka yang menganggap bahwa menulis itu sulit atau menulis itu tidak mungkin bagi para guru. Dengan Metode Menemu Baling para guru akan menemukan bahwa menulis adalah semudah membuka mulut atau semudah berbicara. Sangat mudah sekali. Writing is a piece of cake!

Disunting oleh MRT
#menulislah5menit#

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here