IGI WONOGIRI SUKSES

Sesi Menemu Baling, Menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga dalam perjalanan dari mushols menuju tempat pelatihan saat istirahat siang, Wonogiri, 12.50-12.55 WIB)

0
907
Foto bersama dengan peserta workshop Menemu Baling

SUKSES, itulah slogan kabupaten Wonogiri, sukses itu pulalah yang diharapkan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wonogiri dalam peningkatan kompetensi guru. Hari ini, 4 Desember 2016, IGI Wonogiri mengadakan kegiatan pelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi guru Sekolah Dasar dari daerah 3T (Terdepan, Terluar,Tertinggal). Ini adalah kegiatan IGI Wonogiri yang pertama setelah sebelumnya pernah merancang kegiatan yang rencananya mendatangkan Ketua Umum dan Sekjen IGI pada awal Desember 2016 silam. Rencana kegiatan tersebut masih tertunda hingga sekarang karena padatnya acara akhir tahun di seluruh Indonesia. Pihak panitia sendiri masih mengusahakan agar kehadiran Ketua Umum bisa segera diwujudkan dalam waktu dekat, minimal pada bulan Januari 2016. Ketua Umum menjanjikan hadir di Wonogiri karena prestasi IGI Wonogiri dalam rekruitmen anggota yang cukup fantastis di tengah kelesuan keanggotaan di hampir semua daerah di Jawa Tengah.

Learning for fun

Bertempat di salah satu aula rumah makan setempat, kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam literasi produktif berbasis IT itu berjalan dengan lancar. Kegiatan yang sudah lama dinantikan para guru SD tersebut materinya adalah mahir menulis dalam lima menit dengan Metode Menemu Baling dan membuat animasi pembelajaran berbasis Android dengan menggunakan Draw Cartoons 2.

 

Mampuono menjellaskan Metode Menemu Baling untuk process based writing.

 

Peserta kegiatan ini adalah para guru Sekolah Dasar yang berasal dari 17 kecamatan yang termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di kabupaten Wonogiri. Dari sekitar 50 peserta pelatihan yang didominasi oleh para guru laki-laki trnyata terdapat 8 guru perempuan yangjnga turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka memiliki semangat yang tidak kalah dengan para guru laki-laki yang dengan sukarela ditempatkan di daerah-daerah yang sulit dan memerlukan ekstra tenaga dan pikiran untuk menjalankan profesi mereka. Alan yangtidakthlalw bersahabat yang sering menjadi kendala. Gunung terjal, hutan lebat, hewan buas, sungai tanpa jembatan, jalan setapak yang menanjak dan rusak ketika hujan, banjir dadakan, atau pohon yang tiba-tiba tumbang di tengah jalan, semuanya sudah menjadi “makanan sehari-hari” mereka. Karena berasal dari tempat-tempat yang terjauh maka untuk bisa mencapai kota Wonogiri bahkan ada yang harus menempuh perjalanan sampai lebih dari 3 jam sehingga mereka harus berangkat pada pagi-pagi buta. dengan melewati gunung dan hutan.

Perjalanan keseharian Pak Eko Siswanto, Sekretaris IGI Wonogiri, guru di daerah 3T yang pernah mendapat penghargaan presiden.

Meskipun mereka berasal dari daerah khusus 3T justru semangat mereka untuk maju terlihat sangat tinggi. Bahkan tercatat ada dua orang guru yang menjadi peserta pelatihan tersebut yang mendapatkan penghargaan dari presiden sebagai guru berdedikasi tingkat nasional. Mereka mendapatkan penghargaan tersebut pada tahun 2014 dan tahun 2016. Mereka adalah Eko Siswanto yang juga pengurus ikatan guru indonesia wonogiri dan Dwi Suparji, seorang kepala sekolah yang getoe berbagi. Mereka sudah lama mengamalkan ajaran “sharing and growing together” sehingga begitu masuk IGI serasa masak rumah sendiri.

Mampuono mencontohkan membuat animasi pembelajaran dengan sentuhan pada gadget Android.

Koneksi internet yang tidak terlalu bagus sempat menjadi kendala kegiatan. Hal ini menyebabkan software-software yang terintegrasi di dalam aplikasi Menemu Baling besutan Sekjen IGI Mampuono tidak dapat terinstall dengan lancar, tetapi untunglah sebagian besar peserta sudah memiliki aplikasi “Share it” untuk berbagi file. Ini memudahkan narasumber untuk mentranfer file apIikasi-aplikasi Android yang dibutuhkan antar gadget dengan lebih cepat. Apalagi antar peserta juga bisa saling berbagi file untuk kemudian diinstal dan dioperasikan sehingga pelatihan akhirnya bisa dilaksanakan dengan lebih lancar.

Berlatih animasi Draw Cartoons 2.

Kegiatan diselenggarakan dari pukul 09.00 sampai pukul 15.00 WIB dengan diselingi istirahat siang untuk Ishoma pada pukul 12.00-13.00 WIB.. Pada sesi pagi hari semua peserta sangat antusias mengikuti langkah demi langkah metode Menemu Baling hingga akhirnya bisa menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga. Siang harinya sesi pembuatan animasi dengan Draw Cartoons 2 membuat peserta tidak mau beranjak dari tempat duduknya sampai sore. Mereka begitu asyik sehingga seperti lupa waktu. Meskipun pelatihan Metode Menemu Baling dan animasi pembelajaran ini dirancang untuk keperluan Tab A 8 Samsung dalam program Sagusatab (satu guru satu tablet) IGI namun ternyata masih bisa jalan ketika dilakukan dengan ponsel Android lainnya. Hanya saja memang tidak seleluasa dan seoptimal ketika yang digunakan adalah tablet Sagusatab IGI. Apalagi tablet sagusatab IGI memang didesain khusus untuk guru yang didalamya sudah ada berbagai materi pelajaran sekaligus berbagai teknologi terbaru seperti penggunaan perintah udara, menulis dengan Stylus Pen, dan lain-lain. Hal ini membuat peserta ingin memiliki sendiri tablet tersebut untuk mendukung tugas-tugas mereka.

Salam Pergerakan Pendidikan!
Mampuono
Sekjen IGI
#menulisIimamenit#

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here