DARI BUMI KONDOSAPATA UNTUK PENDIDIKAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK

0
744

(Catatan dari Seminar dan Workshop Nasional Optimalisasi IT untuk Pembelajaran Kreatif)

Oleh: Mira Pasolong

Hari ini, tanggal 4 Maret 2017, IGI Mamasa mengundang dua narasumber IGI, Mampuono (Sekjend IGI) dan Mira Pasolong (Alumni ToT Surabaya yang juga seorang Penulis) untuk berbagi dengan guru-guru di Mamasa. Peserta yang rencana awal berjumlah ratusan, menciut kehilangan 1 angka nol karena adanya agenda Pemerintah Daerah yang bersamaan, yang juga melibatkan guru-guru di setiap kecamatan. Jadilah aula SMA Negeri I Mamasa, yang menjadi tempat pelaksanaan Seminar dan Workshop Nasional Optimalisasi Penggunaan IT untuk Pembelajaran Kreatif, terlihat melompong.

Namun syukurlah, ruangan yang melompong tak serta merta membuat semangat peserta dan pemateri melempem. Semangat para panitia dan pengurus IGI Daerah Mamasa menjadi salah satu dari sekian banyak alasan untuk tetap menyukseskan agenda ini. Apalagi sebagian besar peserta bukanlah anggota IGI.

Salah satu tujuan kegiatan yang dihelat oleh Pengurus IGI Daerah Mamasa yang dilaksanakan sebagai rangkaian Hari Jadi Mamasa ini adalah memperkenalkan IGI kepada guru-guru Mamasa. Tujuan lainnya adalah mencoba membantu para guru untuk keluar dari zona nyaman. Berani menjadi guru kreatif, inovatif dan pada akhirnya inspiratif. Untuk itu, guru harus terus menerus belajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa dalam sambutannya saat membuka acara berpesan kepada para guru agar memahami tugasnya sebagai guru dan menjadi guru yang selalu mengembangkan potensi diri. Kepala Dinas sangat mendukung program-program IGI yang selama ini fokus kepada peningkatan mutu guru.

Mampuono mengawali materinya dengan memaparkan apa dan bagaimana sesungguhnya IGI. Widyaiswara berusia 47 tahun ini menampilkan dokumen-dokumen kegiatan yang selama ini telah dilakukan oleh IGI.

Selanjutnya barulah masuk ke materi inti sesuai tema kegiatan, Optimalisasi IT untuk Pembelajaran Kreatif. Dimulai dengan memperkenalkan MENEMU BALING. Sayang sekali peserta tidak bisa mempraktekkannya langsung karena tak satupun peserta yang sudah memiliki Tab A8.
Pemaparan selanjutnya tentang bagaimana menjadi guru yang kreatif dengan mampu melakukan inovasi-inovasi menggunakan IT. Penyampaian materi yang santai dan diselingi beragam ice breaking membuat para peserta tetap semangat, meski Mamasa mulai disengat terik. Ruangan yang tadinya dingin, bahkan sangat dingin, berubah menjadi panas, namun para peserta tetap dalam suasana tenang dan terlihat nyaman. Keseriusan nampak dari wajah mereka.

Materi berikutnya adalah materi kepenulisan yang disampaikan oleh Mira Pasolong. Pemateri memberikan trik bagaimana menulis dengan mudah melalui metode Jemari 74. Metode Jemari 74 adalah metode yang diramu berdasarkan pengalaman dan proses kreatif pemateri dalam menulis selama ini. Peserta masih tetap antusias meski kantuk mulai menyerang. Terlebih setelah sepintas juga diperkenalkan bagaimana mengunakan Tab A8 untuk menulis, membuat media pembelajaran dan presentasi.

Workshop yang berlangsung hingga pukul 15:00 wita ini diakhiri dengan informasi menggembirakan dari Kepala Seksi Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa. Ia menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan akan menggandeng IGI Mamasa untuk semua agenda peningkatan kompetensi guru khususnya yang terkait dengan PKB. “02 Mei nanti, dipastikan guru-guru akan berseragam IGI.” Pungkasnya.

Workshop ini setidaknya menjadi awal kebangkitan gairah guru-guru Mamasa untuk terus berbenah meningkatkan kualitas guru. Terlebih dengan adanya dukungan dari pemerintah setempat. Kelak, bila ini terus berlanjut, maka Bumi Kondosapata, gelar Kabupaten ke empat di Sulawesi Barat ini, akan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Barat. (Mamasa, 04 Maret 2017)

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here