“Belajar Tata Kecantikan Dan Karakter Di Negeri Sakura”; Program Diklat Guru Ke Luar Negeri

0
214

Belajar Tata Kecantikan Dan Karakter Di Negeri Sakura”; Program Diklat Guru Ke Luar Negeri

oleh Desy “Adys” Hairina (Pengurus IGI Kota Banjarmasin)

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Sudah sepekan ini kembali menikmati indahnya alam ibu pertiwi, negeri Lambung Mangkurat tepatnya, namun keindahan mekarnya bunga sakura di negeri matahari terbit masih terus terbayang, “belum bisa move on” kata generasi millennial.

Sembilan orang srikandi pendidikan berkesempatan menambah pengalaman disebuah Negara maju yang terkenal dengan gunung Fujinya, Jepang. Ya Jepang, delapan orang guru tata kecantikan SMK Negeri yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, ditambah seorang widyaiswara sebagai pendamping dari P4TK Bisnis Pariwisata, Sawangan. Alhamdulillah, beruntung saya termasuk salah satunya, Desy Hairina, seorang guru tata kecantikan yang berasal dari SMKN4 Banjarmasin.

Akhirnya melalui P4TK Bisnis dan Pariwisata, setelah penantian yang cukup panjang, kami diberangkatkan juga, walau tidak sesuai dengan negara tujuan asal yang dijanjikan sebelumnya, yaitu Perancis. Lolos seleksi program Tenaga Pendidik ke Luar Negeri yang dilaksanakan oleh Dirjen GTK Kemdikbud ditahun 2018, melalui seleksi berkas dan berbagai tes lainnya di hotel Millenium, Jakarta, membuat kami tidak merasa asing lagi satu dengan yang lain, bergabung dengan seleksi guru melalui program Tenaga Pendidik ke Luar Negeri 2019, kami diberangkatkan bersama.

Sebelum diberangkatkan ke Jepang, kami diberi pembekalan selama empat hari di P4TK Bispar, Sawangan, pre departure dari tanggal 27 Februari s.d. 02 Maret, materi tentang karakter, adat kebiasaan dan kebudayaan negara yang kami kunjungi. Dan untuk post departure dari tanggal 25-28 Maret 2109, kami melakukan presentasi laporan serta uji kompetensi level IV keahlian masing-masing, melalui LSP P2 P4TK Bisnis dan Pariwisata.

Persiapan Uji Kompetensi di Kubota College

Tepat dihari minggu, tanggal tiga maret dua ribu sembilan belas, pukul 21.45 WIB kami meninggalkan tanah air melalui Bandara Soeta menuju bandara Haneda, Tokyo, Jepang. Menggunakan pesawat Ana Air NH 856. Lama perjalanan sekitar 8 jam, dengan perbedaan waktu Jepang lebih cepat dua jam dari waktu Jakarta. Alhamdulillah, disambut rintik hujan dan suhu dibawah lima derajat celsius, kami tiba di Jepang, kurang lebih pukul 06.00 pagi waktu Tokyo, diantar oleh Pak Iwan, ketua LSP P2 P4TK Bispar, dijemput Pak Andri dan seorang guide (Sophie San) yang disiapkan oleh KBRI Tokyo. Sembari menuju Livemax Gotanda, Shinagawa, apartemen yang akan menjadi tempat tinggal kami dari tanggal 3 Maret – 24 Maret 2019, kami diajak mengelilingi kota Tokyo, tempat pertama yaitu Aquatika Mall, dari sana terlihat pemandangan Jembatan dan patung Liberty nya Tokyo, berjalan kaki menikmati hujan dan bunga Ume, menikmati makan di Yoshinoya, serta berfoto ria di Monumen kota Tokyo.

Kelas cutting with Hayashi Sensei

Besoknya, kami langsung berselancar menuju college untuk menambah pengetahuan dan keterampilan tentang kecantikan, Kubota hairdressing and beauty college. College ini terletak di wilayah Nakano. Berangkat pukul 07.00 pagi, berjalan kaki kurang lebih 3km, dari apartemen menuju stasiun Gotanda, naik kereta melalui jalur Yamanote, melewati stasiun Meguro, Ebisu, Shibuya, Harajuku, Yoyogi, turun di stasiun Shinjuku, pindah kereta melalui Chuo line menuju stasiun Nakano, setibanya di Nakano station pukul 08.30 kami melanjutkan berjalan kaki kurang lebih 2 km menuju Kubota college. Alhamdulillah dapat tiba tepat waktu sebelum pukul 09.00, saatnya kelas dimulai. Awalnya memang terasa berat, tangan dan kaki terasa membeku bersamaan 😁 seiring berjalannya waktu, semua terasa biasa dan sekarang malah merasa rindu luar biasa. Semua saya rangkum dalam jurnal mingguan kegiatan di Jepang.

Hari pertama di Kubota college, kami disambut langsung oleh Ibu Direktur, Mrs.Tamaki Kubota dan Ibu Kepala Sekolah, Mrs. Nakamura, beserta Sensei-sensei yang membagi ilmunya kepada kami dihari-hari berikutnya. Tentunya semua ilmu yang diberikan memberi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Semua saya rangkum dalam jurnal mingguan kegiatan kami selama di Kubota College. (terlampir)

Alhamdulillah berbagai kegiatan dapat kami lalui dengan sangat menyenangkan, walaupun setiap harinya kami berjalan kaki kurang lebih 6 km, dan berdesakan di dalam kereta. Beruntung sekali jika mendapatkan tempat duduk 😁. Setiap harinya penuh keceriaan, walau hampir seharian setiap praktek selalu berdiri, tak ada waktu dan tempat untuk merebahkan diri walau sejenak…wkwkwkk. Kami selalu menyempatkan mampir ketempat-tempat menarik di Jepang. Segala lelah terbayar dalam kebersamaan. Yang pastinya memberi kenangan yang takkan terlupa.

Banyak hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan keberhasilan kebijakan pendidikan di Indonesia. Melalui kegiatan ini, tak tanggung-tanggung, pemerintah berharap para guru dapat menjadi agen perubahan, yang pastinya berubah menjadi lebih baik.

#GuruIndonesiaAgenPerubahan.

Menjadi guru yang pantas menyandang predikat agen perubahan, tak semata-mata karena menenteng ijazah dari fakultas keguruan atau mendapat sertifikasi profesional. Pastinya guru yang keren di mata dan di hati siswa, dijadikan favorit karena metode mendidik dan mengajarnya asyik dan menarik.

Berbicara tentang guru favorit, kami pun mempunyai sosok sensei idola, Hayashi Sensei. Selain perawakannya mirip-mirip Superman, cara mengajarnya juga asyik punya, Sugooiii. Di college kami, para Sensei menjadi teladan bagi para siswanya. Sensei melayani para siswa dengan sepenuh hati.

Berikut beberapa hal yang mereka terapkan dalam kegiatan belajar mengajar, yang sebenarnya hal ini telah di contohkan oleh Rasulullah SAW saat beliau mengajar, seperti yang dirangkum oleh Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec dalam bukunya Muhammad SAW The Super Leader Super Manager tentang holistic learning metods

1. Learning conditioning (meminta diam untuk mengingatkan, menyeru secara langsung dan perintah untuk menyimak dan diam dengan cara tidak langsung);
2. Active interaction (interaksi pendengaran : teknik berbicara, tidak bertele-tele pada ucapan dan tidak terlalu bernada puitis, memperhatikan intonasi, diam sebentar ditengah-tengah penjelasan; interaksi pandangan : eye contact dalam mengajar, memanfaatkan ekspresi wajah, tersenyum);
3. Applied-learning (metode praktikum yang diterapkan oleh guru dan yang dilakukan oleh siswa);
4. Scanning and levelling (memahami siswa secara individu sesuai tingkat kecerdasannya);
5. Discussion and feed-back (metode yang logis dalam memberikan jawaban dan membuat contoh sederhana yang mudah dipahami);
6. Story telling (bercerita);
7. Analogy and case study (memberikan perumpamaan dan studi kasus nyata di sekitar kehidupan);
8. Teaching and Motivating (meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang tinggi);
9. Body language (membuat penyampaiannya bertambah terang, lebih pasti dan jelas; menarik perhatian pendengar dan membuat makna yang dimaksud melekat pada pikiran; mempersingkat waktu);
10. Picture and graph technology (penjelasan diperkuat dengan gambar atau tulisan);
11. Reasoning and argumentation (mengungkapkan alasan akan memperjelas sesuatu yang sulit dan berat agar dipahami oleh siswa);
12. Self reflection (memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab sendiri suatu pertanyaan agar siswa dapat mengoptimalkan kerja otak dan mengasah pikiran);
13. Affirmation and repetition (pengulangan kalimat dan ucapan nama);
14. Focus and point basis ( menggunakan teknik berdasarkan rumusan-rumusan besar atau poin akan membantu siswa dalam menyerap ilmu dan menjaganya dari lupa);
15. Question and answer metodh (teknik bertanya untuk menarik perhatian pendengar dan membuat pendengar siap terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya);
16. Guessing with question (penting untuk memperkuat pemahaman dan memperbesar keingintahuan);
17. Encouraging student to ask (guru memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa untuk berani mengajukan pertanyaan : bertanya dapat menghapus kebodohan serta memperbaiki pemahaman dan pemikiran dan menjadi alat evaluasi guru atas cara penyampaian pelajarannya);
18. Wisdom in answering question (menyikapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan sesuai dengan tingkat pengetahuannya; menyikapi si penanya dengan sikap yang bermanfaat baginya);
19. Commenting on student question (memberikan komentar terhadap jawaban siswa);
20. Honesty (seorang guru harus menanamkan sikap mulia berani mengakui ketidaktahuan ke dalam diri siswanya. ucapan ‘aku tidak tahu adalah bagian dari ilmu’.

Penyerahan sertifikat academy award langsung oleh head master, Mrs. Nakamura

Berbagai sikap dan perilaku yang ditunjukkan para sensei disini sangat berkarakter baik. Pendidikan karakter di negara ini telah tertanam sejak dari usia dini, hingga usia 10 tahun, siswa tidak mengikuti ujian tertulis, hanya diajari tentang tata krama dan budaya negaranya. Nenek moyang Bangsa Indonesia pun sebenarnya telah mengajarkan nilai-nilai moral yang baik untuk generasi penerusnya, hanya saja beberapa hal untuk beebrapa orang belum menjadi kebiasaan, sehingga tidak tertanam dan menjadi karakter masing-masing individu.

Sedikit mengingat kenangan, mengobati kerinduan melalui tulisan ini, semoga suatu saat dapat melangkah lagi, melalui jalan yang dipenuhi bunga Sakura, di Negeri Matahari Terbit, dengan keindahan gunung Fujinya. Saatnya move on. Indonesia membutuhkan kita sebagai agen perubahan. #GuruIndonesiaAgenPerubahan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Banjarmasin, April 2019
desy_adis 😊 teruntuk seluruh sahabat guru #IGI

Comments

comments