Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Literasi Produktif Berbasis IT

0
1168

Untuk mengantipasi  tantangan pendidikan yang semakin berat, Ikatan Guru Indonesia  (IGI) pusat lewat kegiatan TOT Literasi Produktif melakukan  upaya peningkatan kompetensi guru-gruru Indonesia di LPMP Jawa Timur  pada tanggal 6 sampai dengan 9 Oktober 2016,sebanyak 150 guru dari beberapa daerah dan wilayah yang dimiliki IGI mengirimkan perwakilannya dalam kegiatan ini. Kehadiran guru-guru profesional yang terbagi menjadi  beberapa kanal dalam pelatihan ini sungguh membuat penulis menjadi sangat bangga bahwa organisasi professional guru yang dalam sejarah perjuangannya diberbagai daerah masih mendapat tantangan berat untuk menambah anggotanya  di sisfo IGI mampu melaksanakan kegiatan sebesar ini,  tentu semua ini dikarenakan kemampuan ketua umum IGI Pusat yang memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menggandakan kepemimpinan pendidikan di masa depan lewat lahirnya guru-guru yang professional dan didukung oleh dirjen GTK Kemdikbud RI lewat tiket Garuda Indonesia yang menerbangkan 40 guru Indonesia menuju bandar udara Juanda Surabaya,  serta usaha mandiri guru-guru Indonesia yang bergabung dalam keanggotaan IGI diberbagai daerah dan wilayah di Indonesia.

 

Ikatan Guru Indonesia (IGI) tentu sangat layak diberikan apresiasi oleh pemerintah karena kehadirannya sebagai organisasi professional di Indonesia yang kita cintai ini sangat diharapkan akan dapat merubah wajah dunia pendidikan Indonesia  menjadi lebih baik dimasa depan. Kerja nyata yang dilakukan oleh anggota IGI diberbagai daerah dan wilayah serta pengurus pusat IGI telah dapat terukur dengan lahirnya kegiatan yang sangat luar biasa seperti yang terjadi di LPMP Jawa Timur ini. Tentu ini hasil kerjasama yang terukur oleh anggota organisasi professional yang lahir dan ditempa dalam organisasi profesi guru yang luar biasa pula.

Dalam perspektif  kebijakan pendidikan nasional. Pemerintah telah merumuskan empat jenis kompetensi  sebagaimana tercantum dalam peraturan pemerintah nomo 19 tahun 2005, yaitu: (1)  kompetensi pedagogik ; (2) kompetensu kepribadian ; (3) kompetensi sosial; dan (4) kompetensi professional. IGI telah berbuat banyak terhadap upaya peningkatan kompetensi yang dimaksud dalam peraturan pemerintah tersebut di atas. Tentu apa yang telah dilakukan IGI tidak terlepas dari kerjasama yang sangat baik dengan Samsung Indonesia yang secara tidak langsung telah melatih guru-guru Indonesia menjadi memiliki jiwa interpreneur yang tinggi untuk membangun kemandirian organisasi agar dapat berbuat untuk memajukan negeri yang kita cintai ini melalui kegaiatan yang sangat luar biasa ini.

Beberapa kanal yang menjadi fokus kegiatan TOT Surabaya ini telah dirasakan oleh semua peserta TOT telah mengakomodir  aspirasi dan potensi guru-guru untuk dikembangkan kompetensinya  yang selanjutnya nanti menjadi Trainer nasional yang handal dibidangnya masing-masing  untuk menjadi pelatih guru-guru diberbagai wilayah, daerah dan sekolah di Indonesia, maka sudah selayaknya jika pemerintah  melalui dirjen Dikmen dan dirjen GTK memberi apresiasi kegiatan ini menjadi kegiatan yang sangat luar biasa dan layak dijadikan barameter kegiatan-kegiatan lain yang tujuannya meningkatkan kompetensi guru.
Untuk mewujudkan  pembelajaran yang menarik (efektif dan Efisien ) maka tenaga professional pendidikan seperti guru Indonesia harus memiliki : (1) kepercayaan; (2) rasa hormat; (3) optimisme; dan (4) kesengajaan. Pembelajaran dalam prakteknya dituntut terjadi suatu pengenalan antara  siswa dan guru byang  terlibat dalam proses pembelajaran, demikian pula harus terbangun rasa  hormat melalui kepedulian yang mendalam terhadap para siswa dan guru, pada dasarnya siswa siswa mempunyai potensi yang terbatas sebaigaimahluk  yang unik siswa sukar memberikan batasa terhadap potensinya dan yang paling menarik adalah siswa mampu mengenali potensinya jika mendapatkan guru yang mampu merancang program pembelajaran sesuai dengan kebuthan siswa. Kegiatan TOT yang berlansung di Surabaya ini dirancang dalam bentuk Literasi Produktif yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia di masa depan yang tentu harus diawali dari kemampuan guru melakukan pembelajaran yang efisien dan efektif berbasis IT.

Perubahan mendasar dalam kegiatan pembelajaran yang diakibatkan oleh penggunaan IT adalah kemajuan  terjadinya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.tentu dengan membertimbangkan dan mengantsipasi dampak negative penggunaan IT dalam pembelajaran terhadap 3 hal berikut ini : (1) dampak terhadap peningkatan belajar;(2) dampak terhadap isi pembelajaran dan ;(3) dampak terhadap pengaruh psikolgi siswa. TOT Lietrasi produktif Surabaya ini melalui beberapa kanal yang dikembangkan telah berupaya membantu guru mengembangkan potensi guru dan cara mengatasi dampak negatinya. Penulis merasa bangga dengan kemapuan instruktur  dari berbagai kanal yang disiapkan  oleh pihak panitia dari IGI pusat atas semua usaha dan batuannya dalam meningkatkan kompetensi guru di biadang IT.

Saat ini kita di era dimana hampir semua orang mengendalikan teknologi informasi untuk mengendalikan cara sesuatu termasuk dalam membaca dan menulis langkah inilah yang dalam teori menajemen pendidkan disebut sebagai kepemimpinan revolusioner, artinya untuk melakukan perubahan dibutuhkan cara-cara revolusioner agar suatu masa yang yang tetinggal dalam dunia pendidikan kita  dapat terkejar dan kalau bisa terlampaui dalam rangka menunjang peningkatan pendidikan di Indonesia . strategi inilah yang dikembangkan dalam pengembangan kompetensi guru dalam wadah organisasi profesi guru “Ikatan Guru Indonesia”.

Bila dibandingkan cara membaca secara konvensional keuntungan membaca secara dengan telinga melalui transformasi pengetahuan lewat IT sudah menjadi kebutuhan  masyarakat dan dunia pendidikan kita di Indonesia apalagi kita menuju dunia baru menyongsong seratus tahun Indonesia 2045 mendatang  yang sangat menglobal bagi masyarakat dan dunia pendidikan kita . tentu dibutuhkan pengawalan dari guru-guru yang benar-benar kompeten dibadangnya masing-masing untuk mengawal dunia pendidikan kita menuju masa itu, ini juga menjadi upaya IGI untuk meningkatkan guru-guru Indonesia menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu bersaing di era global tersebut karena generasi yang ada sekarang inilah yang  tiga puluh tahun atau lebih yang akan mengalami masa itu.

Harapan penulis saat ini agar organisasi professional guru IGI tetap tidak berhenti melakukan Litersi Produktif bagi guru-guru Indonesia  agar generasi bangsa saat ini tetap mendapat layanan pendidikan yang mampu menjadi pelanjut perjuangan pembangunan bangsa dimasa depan dan bangsa kita dalam memasuki seratus tahun kedepan menjadi bangsa yang maju dan berkarakter serta dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya. Sekali lagi saya katakana bahwa maju mundurnya dunia pendidikan bangsa kita kuncinya ada pada guru-guru kita saat ini yang memiliki kompetensi yang mumpuni untuk bekerja serta ditunjang oleh etos kerja yang tinggi. Etos kerja ini telah tercerminoleh guru-guru kita yang mengikuti TOT di Surabaya pada tanggal 6 sampai 9 oktober 2016 yang mampu bekerja mandiri dan mampu bekerja sampai larut malam dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan oleh trainer-trainer nasional yang membimbing  peserta TOT dibeberapa kanal yang tersedia  dalam pelatihan ini.

Sebagai penutup apa yang memotivasi peserta demikian bersemangat dalam kegiatan TOT ini karena pengurus pusat Ikatan Guru Indonesia juga telah terlebih dahulu memberikan contoh kepemimpinan yang luar biasa bagi pengurus IGI wilayah dan pengurus IGI daerah  tatkala diadakan seminar dan pelatihan diberbagai daerah sebelum kegiatan TOT yang berlangsung di Jawa Timur ini. Kinerja luar biasa dari trainer-trainer nasional patut di berikan penghargaan yang setinggi-tinginya oleh semua peserta TOT, sarana  pendukung yang siapkan oleh pihak LPMP Jawa Timur patut juga diberikan apresiasi yang tinggi terlebih-lebih kepada bapak direktur Dikmen dan Dirjen GTK Kemdikbud RI. Kerjasama seperti inilah yang dibutuhkan bangsa ini menuju sertaus tahun kemerdekaan bangsa kita pada tahun 2045 mendatang agar menjadi bangsa yang maju, modern, berkarakter  dan mensejahterakan kehidupan masyarakatnya

ABDUL SALAM, S.Pd.,M.Pd.
Guru SMAN 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep, Ketua Bidang Literasi dan Publikasi Karya Guru( IGI) Kabupaten Pangkep
Alumni TOT Literasi Produktif LPMP Jawa Timur Kanal KTI

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here