TOT YANG LUAR BIASA

0
1274

Dalam Seminar Transformation and 21st Century Learning, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan mengatakan:“Anak-anak kita sekarang sudah menjadi generasi abad 21, namun guru-gurunya masih pada abad 20. Tantangan kita adalah bagaimana bisa mengajak hijrah bersama-sama dari pola industrial menuju pembelajaran digital, dimana anak-anak kita sudah ada di sana.”

 

Tidaklah berlebihan memang bila Pak Anies Baswedan berkata demikian, karena memang menjadi guru di abad 21 berbeda dengan guru di abad 20-an. Di era digital seperti sekarang ini, eksistensi guru tidak lagi dilihat dari kharismanya semata. Lebih dari itu, bagaimana seorang guru mampu berkomunikasi dan beradaptasi mengikuti arah tangan zaman. Guru di era digital dituntut mampu berinovasi dan berkreasi, karena sistem pembelajaran tahun 80-an sudah tidak diterima oleh anak didik zaman sekarang.

 

Dalam konteks inilah, eksistensi dan fokus perjuangan Ikatan Guru Indonesia (IGI), yaitu peningkatan mutu guru di Indonesia menemukan signifikansinya. IGI berkeyakinan hanya dengan guru yang bermutu tinggilah pendidikan di Indonesia akan maju, berjaya dan mampu berdaya saing dengan Bangsa lain di dunia.

 

Melanjutkan ikhtiar tersebut, pada 6-9 Oktober 2016 di LPMP Jatim Surabaya, IGI kembali menggelar sebuah event yang sangat besar manfaatnya bagi kemajuan mutu guru, yaitu Training of Trainer (TOT) Literasi Produktif berbasis IT. Acara ini dipersembahkan IGI untuk guru-guru hebat yang berasal dari seluruh wilayah di Nusantara, yang sebelumnya telah mengikuti seleksi yang cukup ketat oleh Pengurus Pusat IGI.

 

Acara TOT selama 3 hari tersebut dikemas dengan cukup padat, mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 00.00 dini hari, peserta dilatih dengan materi-materi yang sangat berkualitas. Hari pertama diisi oleh Pak Gatot Hari Priowirjanto Direktur SEAMEO-SEAMEOLEC (Southeas Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning centre) yang merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan mentri-mentri pendidikan se-Asia Tenggara, beliau menjelaskan tentang Digital Class. Besok paginya acara dilanjutkan oleh Mas Banu Afwan Pribadi, Manager Education and Government Samsung Indonesia yang memperkenalkan fitur-fitur canggih dari Samsung Tab A8 yang didesign khusus untuk dunia pendidikan, dimana kedepan diharapkan dapat terwujud paperless school. Acara dilanjutkan dengan paparan Ketua Umum PP IGI, Daeng Muhammad Ramli Rahim dan Sekjen PP IGI, Mas Mampuono Rasyidin Tomoredjo menjelaskan tentang penting dan daruratnya TOT ini dilaksanakan, TOT ini merupakan bagian dari bentuk komitmen Ikatan Guru Indonesia dalam mendorong peningkatan kompetensi guru, IGI telah meluncurkan Program Satu Juta Guru Terlatih Literasi Produktif Berbasis IT yang akan dicapai dalam waktu 5 tahun. Dimana mencapai target tersebut, setiap minggu akan dilaksanakan workshop literasi di 50 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang akan dilatih para trainer literasi. Trainer itulah yang akan dihasilkan oleh kegiatan TOT ini. Sebuah gagasan yang sangat bernas dan sangat strategis yang telah dilakukan oleh Pak Ketum dan Pak Sekjen.

 

Hari selanjutnya kami dibagi kedalam kanal-kanal atau kelompok kelompok. Ada 6 kanal; 1). Ada Mas Mampono dengan Menemu Balingnya (menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga) ada juga Pak karim yang terkenal dengan komiknya. Di Kanal 2). Ada Pak Elyas dengan SAGUSANDRO-nya (satu guru satu karya animasi drawing) dan Pak Abdul Kholik master SAGUSANOV (satu guru satu karya Inovatif). Di Kanal 3). Ada Mr. Mung dan Pak Dahli Ahmad dengan Mobile blogging nya, dan di kanal inilah saya mendarat. Di kanal 4). Ada Pak Sukari SAGUSATAB (Satu guru satu tablet) dan di kanal 5). Ada Pak Slamet Rianto dan Pak Joko dengan SAGUSAKU (satu guru satu buku) dan yang terakhir kanal 6). Ada Pak Kasman dan Pak Fikron Dengan SAGUSAKTI (satu guru satu karya tulis ilmiah).

 

Disela-sela pelatihan di kanal, kami juga disuguhi materi yang sangat menarik dari para founding fathers IGI yang menyempatkan diri hadir; ada Mas Nanang (Ahmad Rizali), Pak De Satria Dharma dan Mas Ihsan. Dari mereka saya belajar apa arti perjuangan dan dan mengapa IGI harus dipertahankan.

 

Luar biasa, sebuah hidangan menu pelatihan yang sangat lezat untuk disantap. Bersyukur saya Allah Ta’ala takdirkan bisa mengikuti TOT tersebut. Terima kasih saya ucapkan untuk Pak Ketum IGI Daeng MRR,  Pak Dahli Ahmad, Pak Abdul Halim Rahmat, dan terkhusus untuk istri saya, Bunda Ade Dhamroh. Mereka semualah yang sangat berjasa mengantarkan kehadiran saya di TOT yang sangat luar biasa ini.

 

Terima kasih juga saya haturkan kepada; Dirjen GTK dan Garuda yang telah menerbangkan guru-guru hebat Indonesia mengikuti TOT IGI yang luar biasa hebat, Dirjen Dikdasmen (Pak Hamid Muhammad), Kepala LPMP Jatim (Pak Bambang), dan Samsung. Terimakasih atas kontribusi dan support-nya kepada IGI, semoga terus terjalin kerja sama yang berkelanjutan dalam mewujudkan kemajuan pendidikan Indonesia bersama IGI.

 

Sungguh luar biasa, tak cukup kiranya sepercik tulisan ini menggambarkan luar biasa hebatnya TOT yang digagas oleh IGI ini, semoga misi IGI dapat terwujud, yaitu guru yang bermutu tinggi yang pada akhirnya akan memajukan pendidikan Indonesia tercinta. Semoga…

 

 

Salam dari Bumi Bekasi

 

Adang Ridwana Aibun

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here