TOT Literasi Di Surabaya Bikin “merinding”

0
665

TOT Literasi Di Surabaya Bikin “merinding
Cerita Seorang Anggota Guru Anak Bawang

Husnul Khatimah – Banjarbaru, Kalsel

husnul1

Bagaimana tidak, saya adalah seorang guru PAUD yang terjun bebas dalam barisan guru hebat lintas jenjang, berada diantara mereka dengan profesi mulia dengan kehebatan yang bermacam dan unik, tetap santun, tetap ramah dan low profile. Bukan saya yang hebat mencari teman sehingga dalam seketika bisa cair dan membaur dengan banyak guru hebat dari maluku, aceh, sulawesi, kalimantan, timur dan barat hingga jajaran DIY hingga jawa timur dan barat, tapi para guru seperti sudah ditakdirkanmenjadi insan yang terbuka dan cepat membaur dan ketika saya mendapatkan tanggapan bagus dari guru MAPEL SERIUS dengan senyum yang lebar disitulah saya merasakan bulu kuduk saya berdiri alias #merinding, bukan karena horor tapi perasaan bangga yang membuncah menyaksikan betapa menjadi guru dan bertemu sesama guru dalam ikatan persaudaraan yang kuat itu menghadirkan momen tanpa kata namun sarat makna, di benak saya bekata bahwa saya sudah berada pada sebuah keluarga yang tepat dalam sebuah ikatan yang kuat, ikatan guru indonesia .

Saya menikmati semua susunan acara dengan perasaan berbunga-bunga karena setiap jadwal diisi dengan penguatan sang Ketua Umum Bapak Ramli Rahim, yang sejak pertama saya bertemu saat beliau roadshow di Kota Banjarbaru beliau berdiri dan berbicara bak seorang orator dan sejak itu saya selalu bertanya-tanya pastilah beliau ini tidak hanya seorang guru tapi juga memiliki jiwa bahkan lapisan jiwa pemimpin sehingga mampu hadir sebagai seorang guru sekaligus orator dan maestro organisasi dalam satu waktu. Tak pelak lagi bulu kuduk saya kembali berdiri dan ketika saya bertemu muka dengan seorang Mampuono yang seorang SEKJEN IGI , saya merasa WOW dan terbengong-bengong, hahaha. Suara yang lantang, sosok yang besar, enerjik dan tentu smart dan tentu bukan karena itu saja, tapiiiii materi ENERGIZER dan ICEBREAKER beliau itu penuh dengan muatan PAUD namun disampaikan secara dewasa untuk peserta pelatihan terbaik.

Hal hebat lainnya adalah dengan siapa dan bagaimana TOT Literasi ini bekerjasama, ini adalah sesuatu yang dahsyat buat saya, sebuah Maskapai terbesar Indonesia menjamu para peserta terbaik dari berbagai daerah, menjemput dan mengantarkan mereka kembali pulang dan tentu saja dengan senjata ampuh untuk segera action di daerah masing-masing berupa sebuah teknologi dalam genggaman yaitu SAMSUNG TAB A 8 sebagai teman baru dalam mengajar, teman baru dalam berliterasi bahkan teman baru dalam bersilaturahmi. Bukan tanpa bekal alias peluru untuk mengajar, karena hampir seharian kami dibimbing untuk mengeksplore senjata hebat SAMSUNG ini oleh seorang TRAINERnya yang juga tak pernah lelah melayani seluruh pertanyaan seputar gadget mumpuni ini. Kami diberikan pemahaman bahkan cara agar sebuah teknologi bisa dijadikan teman dalam memajukan pendidikan di Indonesia, maka dengan segala hormat saya ucapkan terima kasih kepada GARUDA INDONESIA dan PT. SAMSUNG INDONESIA dalam sebuah pertemanan yang sangat bermanfaat ini.

Dan tibalah saya pada momen yang paling cetar membahana yang membuat kemerindingan saya menjadi-jadi adalah saat saya bertemu dengan punggawa #IGI yang turut diundang dalam TOT Literasi ini. Seorang sosok pemimpin para guru dengan perjuangan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, tantangan dan hambatan yang mereka hadapi beribu kali lebih mengerikan dari yang saya rasakan. Saya guru dengan hampir tanpa hambatan, hanya sesekali mungkin dan itu terasa tak berarti ketika saya mendengarkan paparan perjuangan mereka, ini bukan dongeng tetapi ini adalah kenyataan sekaligus SEJARAH !!!. Mereka hadir sebagai seorang yang rendah hati penuh senyum dan sangat mengayomi, walaupun mereka hadir dengan karakter yang berbeda-beda namun mereka tak pernah merasa menjadi pembeda,mereka begitu humble, bahkan saya merasa sungkan tanpa harus dipaksakan oleh sebuah keadaan. Tapi karena mereka begitu HEBAT di mata saya bahkan saya yakin bagi semua peserta TOT LITERASI pada saat itu. Merekalah yang menunggu kami hadir, mereka datang tepat waktu sekali bahkan dalam keadaan mati listrik mereka tak mengeluh sama sekali, bahkan mereka yang meminta maaf oleh keadaan yang diluar kendali mereka. Lihat saja senyum bapak Satria yang mengembang dan gesturnya yang mengayomi ini saya tak pernah lupa.

Yap, ini cerita seperti penggalan-pengalan tapi tetap utuh di hati saya yang seorang anggota baru di Ikatan Guru Indonesia, menjadi guru PAUD menjadi kebanggaan saya ditengah guru lintas jenjang di IGI, saya tidak pernah dikecilkan bahkan kami sangat dekat saya diajari banyak hal penting tetapi dengan penuh keramahan, bahkan disaat saya menulis inipun saya sudah merindukan bertemu mereka kembali, bertemu sang maestro guru, maestro penulis, maestro matematika,energizer dan ice breaker, guru sekaligus musikus, guru sekaligus technopreneur, interpreneur, bahkan saya bertemu guru pendidikan inklusif sama seperti tempat saya mengabdi saat ini dan seabreg kehebatan lain yang mereka bungkus dalam kerendahhatian.

Saya bangga bersamamu teman, bangga dalam satu ikatan, mari berliterasi dengan rendah hati untuk membuat prestasi dalam kebanggaan sejati bersama IGI – Ikatan Guru Indonesia.

Tanah Banyuku Banjarbaru, 13 Oktober 2016
#Anakbawang #IGI #Banjarbaru
Husnul Khatimah

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here