Sagu Maluku vs Sagu ToT Literasi berbasis IT

0
717

Maluku tak asing lagi dengan makanan pokoknya sagu. Merupakan tanaman umur panjang yang tumbuh di daerah berair. Pohon sagu tumbuh dengan sangat kokoh menjulang tinggi dengan daun yang mirip daun kelapa namun agak lebar dan lebih panjang dari daun kelapa. Batang yang keras sabagai alat transportasi pengangkut dan penyimpan bahan makanan cadangan yang mengandung karbohidrat bagi tubuh kita.

Manfaat dari sagu sangat banyak untuk di jadikan bahan makanan yang beraneka jenis. Mulai dari sagu lempeng, sagu tumbu, sinoli, papeda, bagea, sarut, bahkan ada juga tepung sagu untuk membuat adonan kue. Bagi yang mampir ke Maluku, belum sah kalu belum menikmati makanan khas Maluku.

Terkait dengan sagu merupakan makanan pokok Daerah Maluku yang banyak manfaatnya, juga hadir berbagai sagu dalam kegiatan Pelatihan ToT literasi berbasis IT bagi guru produktif yang diselenggarakan oleh IGI atas dukungan dari Dirjen GTK, Dikdasmen, Samsung, dan LPMP Surabaya. Sagu-sagu yang lahir tersebut masing-masing memiliki rasa yang berbeda dan membawa banyak manfaat bagi guru dalam peningkatan profesinya. Banyak hal yang dihasilkan dari masing-masing sagu, dengan kompetensi berbeda.
tot-literasi-produktif-it

Seperti SAGUSANOV, memiliki ciri khas tersendiri yang di pimpin langsung oleh chef master Pak Abd. Kholiq. Dengan kepanjangannya satu guru satu inovasi. Sagusanov ini hadir sebelum adanya pelatihan ToT Literasi Berbasis IT di LPMP Surabaya. Bagi yang menikmatinya dapat mengimplementasikan buat siswanya di kelas melalui andriod Samsung yang dapat di upluoad maupun di download pada aplikasi Playstore. Pelatihan sagusanov ini dapat menumbuhkan guru dalam menciptakan satu aplikasi media pembelajaran berbasis andriod.

Selain SAGUSANOV, hadir juga SAGUSAKU, dengan istilah satu guru satu buku, di bawah kendali pak Slamet Riyanto dan pak Joko Wahyono, yang menciptakan rasa baru bagi guru-guru peserta ToT Literasi. Pengalaman yang sangat luar biasa dari fasilitator yang sudah mencetuskan karyanya dalam bentuk buku yang sudah diterbitkan lebih dari 170 buku, akan disalurkan ilmunya kepada peserta yang telah masuk dalam chanelnya. Semoga membawa rasa baru bagi para guru hebat peserta pelatihan yang siap menjamurkan kembali di daerahnya.

Berikutnya hadir lagi orang sakti, bukan orangnya yang sakti tapi ilmunya bisa mengsaktikan para guru melalui chanel SAGUSAKTI yang diistilahkan Satu guru satu karya tulis di bawah komando pak Kasman Kamsurya dan pak khoir yang siap meladeni guru-guru untuk menciptakan karya tulis demi mengembangkan profesionya dalam menulis. Hasil karyanya juga dapat dijadikan sebagai salah satu syarat penunjang kenaikan pangkat serta di publikasikan di media-media lainnya. SAGUSAKTI ini juga menumbuhkan semangat guru dalam menuangkan ide-ide atau pikiran yang lama tersimpan dan membebani pikiran mereka. Mungkin dengan meluangkan pikiran mereka ke dalam suatu tulisan akan meringankan beban dikepala mereka.

Hadir juga SAGUSABLOG diprakarsai oleh Konandan Pak Dahli Ahmad dan Mr. Mung dengan istilah satu guru satu Blog. Mungkin selama ini kita membuka internet hanya bisa menikmati hasil karya orang lain yang termuat dalam blog. Namun pada kesempatan ini para guru-guru hebat yang masuk dalam chanel ini bisa membuat blog sendiri sehingga bisa mengajak orang lain untuk mencicipi hasil karya yang di buatnya. Didesain sebagus mungkin agar yang melintasinya bisa berhenti sejenak untuk menikmati blognya dengan menu kreasi yang lebih kreatif.

Disela-sela akhir kegiatan masih sempat juga diciptakan SAGUSAWO atau kata lain satu guru satu wordpres yang digagas oleh pak Yoel Istiawanto dalam pembuatan wordpres untuk masing-masing guru. Bersamaan itu juga munculah SAGUSABOS yang kepanjangangannya satu guru satu biografi orang sukses. ternyata bisa sukses juga bersama IGI. SAGUSABOS yang di rancang oleh pak ilyas, yang di kenal sebagai pembuat animasi drawing ini, ternyata juga bisa melakukan senam ergonomis untuk kesehatan dan telah di ajarkan buat siswanya.

Istilah-istilah lain juga masih ada dengan bumbu tersendiri yang masih memiliki cita rasa yang tak jauh bedanya dengan sagu-sagu, seperti komic, Menumu Bali, Animasi Drawing, dan lain-lain.

Mungkin Masih banyak lagi sagu-sagu lainnya yang akan di ciptakan oleh guru-guru hebat IGI dalam menghadapi era digital untuk meningkatkan profesi guru. Semoga hasil masakan dan racikan para master chef ini bisa dicicipi dan bermanfaat bagi para guru di semua Daerah.

Makassar, 12 Oktober 2016
Sekertaris IGI Kab. Maluku Tengah
Amirudin Wabula, S.Pd.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here