Pembunuhan Karakter

0
662
 
Oleh RINA YUNITA
Sahabat igi yang berbahagia, kita telah lama berkumpul di ruang ini, bersama dalam suka dan duka, pernahkah terlintas dalam fikiran kita bahwa ;
IGI itu tidak berguna, igi itu sia-sia, igi itu percuma, igi itu akal-akalan, igi itu hanya bisnis, igi itu hanya menggangu,igi itu hanya cari sensasi, igi itu sebaiknya hapus saja, benarkah pernah berfikir demikian??
Padahal kita semua tahu, bahwa igi telah memberikan begitu banyak kemudahan untuk para guru berkarya dan berkarya, dibimbing tanpa biaya, bahkan artikel-artikel banyak telah tercipta, hingga masuk koran pun tak ada biaya, semua gratis. Kita di mudahkan dalam segala hal yang kita mau, ketika kita mengeluhpun, kita akan di bantu hingga keluhan itu dapat tertepis sendiri. Andai igi sampai berhenti di tengah jalan, kira- kira apa yang ada dalam fikiran kita? Apakah kita yang menginginkan, sedang kita masuk igi tanpa ada paksaan dan menikmati segala suguhan karya-karyanya, atau justru kita yang menjadi oknum-oknum tertentu yang merasa di rugikan??
Hingga tak mampu mengais apa yang di mau. Bijaksanakah itu, adilkah itu, positifkah itu, tidak malukah yang demiian? Dimana harga dirinya, dimana jiwa besarnya nya, yang seharusnya membimbing, mengarahkan,menuturi baik, dan membantu segala kesulitan kita, tetapi justru bertolak belakang, dan apakah kemudian ketika igi berhentipun, kita akan iya-iya saja,? Tidak adakah di antara kita yang mau ikut memperjuangkan?atau hanya akan tersenyum bahkan tertawa terbahak-bahak saat igi di hancurkan? Banyak di antara kita terdapat orang-orang hebat, yang kemampuannya seribu kali lipat di atas saya, yang mampu dan bisa untuk mempertahankan posisi igi. Saya,,, hanya satu dari sekian banyak guru yang ada di tanah bumbu. Tidak ada yang bisa saya perbuat, kecuali berusaha untuk memberi pengertian dan membuka hati kita semua, agar tergerak untuk berusaha. Siapa tahu ada hasilnya. Kalaupun tidak ada hasilnya, ya tidak apa-apa. Namanya usaha tidak harus selalu berhasil.
Dengan kemampuan seadanya, mari kita bantu igi untuk tetap ada dan selalu ada buat kita. Lihatlah dimana-mana orang berbondong-bondong untuk masuk igi. Bahkan kini mampu lebih unggul dari kita dari segi jumlahnya. Ketua igi kita tidak pernah putus asa untuk berteriak-teriak bahkan seolah dengan gaya memaksa, gaya marah untuk dapat mengupayakan kita semua agar para guru bisa memiliki kompetensi yang baik. Dan bernilai baik buat siswa ataupun sesama insan manusia. Apa yang diperoleh ketua beserta pengurus-pengurusnya?? Tidak ada,  selain hanya kepuasan atas keberhasilan dan kesuksesan semua guru.
Teman igi yang berbahagia,,,,andai suatu saat igi ini akan diberhentikan segala sepak terjangnya, mampukah kita bersama-sama untuk menyampaikan KEBERATAN JIKA IGI DIBERHENTIKAN. Atau kita hanya akan diam, kemudian menyesali setelah semua berakhir?? Secara langsung mungkin terlihat tidak bermanfaat bagi kita. Padahal sungguh besar manfaatnya, hanya kita belum mengetahui lebih jauh.
Igi tidak pernah ada niat untuk menjatuhkan organisasi apapun yang ada di sekitar kita. Igi tidak pernah ada niat untuk berkuasa, igi tidak pernah ingin menjadi provokator, dan igi tidak berniat untuk berdebat pada perdebatan yang tak bermanfaat bagi guru.
Tablet samsung yang disinyalir sebagai bisnis igi, apakah menurut kita memang itu bisnis? Bukankah itu media yang dapat kita gunakan untuk peningkatan guru dalam melaksanakan fungsinya sebagai guru. Kita telah di beri gaji, tunjangan daerah, tunjangan non sertifikasi, dan tunjangan sertifikasi. Berapa rupiah jumlah yang kita peroleh, beban beratkah jika kita membeli satu tablet saja untuk peningkatan media pembelajaran. Dengan pemikiran yang jauh ke depan, igi telah bekerjasama dengan perusahaan samsung hingga akhirnya guru dapat memiliki dengan segala kemudahannya. Semua itu, buat guru bukanlah buat igi. Igi tidak mengambil keuntungan sedikitpun dari penjualan tablet tersebut. Igi hanya memfasilitasi agar lebih mudah urusannya.
Teman Igi yang saya banggakan…
Segala sesuatunya pasti bisa kita upayakan, apapun itu. Masih berfikir burukkah kita tentang igi??masih akan diamkah kita ketika melihat igi akan dihancurkan? Sayang teman,,,, jika semua harus berakhir. Kita tidak akan ada di ruang ini lagi, kita tidak akan berkumpul dengan teman guru di segala tingkatan lagi di ruang ini, kita akan susah berkarya lagi dengan gratis, kita tidak akan lagi  bercanda ria di grup igi ataupun di grup sastra.
Memprihatinkan sekali rasanya jika kita hanya diam terpesona oleh perbuatan segelintir orang yang tidak suka terhadap igi. Yuk teman igi semua, kita bangun dan kita pertahankan igi yang ada. Supaya lebih jaya dan lebih berkualitas. Jangan gentar untuk menjadi orang yang bernilai tinggi di mata para peserta didik kita. Karena mereka membutuhkan sosok guru yang pintar, cerdas, bijaksana, berani dan pantang mundur, giat dan gigih, untuk memperoleh kehidupan masa depan yang cemerlang. Dengan segala kesabaran dan keikhlasan, semoga kita semua bisa menjadi guru yang arif dan budiman. Salam perdamaian untuk kita semua. Semoga Igi selalu jaya bagi semua guru indonesia. Semangat!!!! Salam Literasi!!!

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here