IGI YAKIN DAPAT MEREVOLUSI CARA MENGAJAR DAN BELAJAR DI INDONESIA DALAM 4 TAHUN.

0
883

12 TOC telah dan akan IGI lakukan dan Insya Allah tuntas 28 Desember 2016. Tujuh telah tuntas dan lima lainnya akan tuntas sebelum 29 Desember 2016.


TOC adalah training of coach, sebuah diklat untuk melahirkan pelatih, bukan nara sumber, bukan trainer tapi coach.


Akan ada potensi lebih dari 600 calon pelatih baru yang ditelorkan IGI. Jika ditambahkan dengan Alumni TOT Surabaya maka berpotensi menjadi 800 pelatih.

Seperti Telor Ayam,mungkin tak semuanya akan menetas. Seleksi Alam lagi-lagi akan menjadi penentu.

Akan halnya dengan TOC, IGI tidak yakin semua yang ikut TOC dinyatakan lulus.
Untuk itu, sebagai salah satu pembuktian kelulusan guru-guru peserta TOC adalah kemampuan mengubah keadaan menjadi tulisan, apalah jadinya TOC Literasi Produktif jika tulisan pun tak bisa dilahirkan, itu namanya TOC tidak produktif.

Untuk itu Abdul Halim sebagai Ketua Tim Penentu Kelulusan TOT dan TOC akan meminta Basri Lahamuddin menerbitkan Sertifikat Diklat yang ditandatangani Pimpinan PT Samsung Elektronik Indonesia dan Ketua Umum IGI jika :
1. Karyanya sesuai kanal pelatihan sudah “JADI”

2. Tulisan yang bersangkutan tentang TOC yang dapat memotivasi orang lain untuk menjadi lebih baik bersama IGI telah terbit di Website Resmi IGI.
Kami berharap sesungguhnya Dirjen GTK dapat ikut serta bertandatangan namun IGI belum mengkonfirmasi ke Beliau, meskipun beberapa hari yang lalu, Ketum IGI dan Dirjen GTK tampil bersama dalam Seminar Nasional Pendidikan Fraksi Golkar dan DPP Partai Golkat Bidang Pendidikan dan Kecendikiawanan.

Selanjutnya setelah itu Abdul Halim akan meminta Amin Mungamar menerbitkan Voucher khusus yang menjadi hak Pelatih, Voucher ini hanya berlaku selama 3 bulan sejak diterbitkan dan hanya akan diperpanjang jika pernah digunakan dalam 3 bulan tersebut. 

Jika tdk digunakan dalam 3 bulan maka akan dinyatakan tidak aktif. Mengapa 3 bulan, karena IGI percuma mewisuda bapak dan ibu guru ini sebagai pelatih jika dalam 3 bulan tak ada satupun yang sukses dilatih.
Visit To School atau Teacher To Teacher Man Marking menjadi sebuah gerakan IGI menuju Paperless School dan melahirkan satu juta guru terlatih literasi produktif. 

Untuk itu jika seorang pelatih telah melatih seseorang atau sekelompok orang di satu tempat dan meyakini sepenuhnya telah dinyatakan “menguasai apa yang dilatihkan” maka PP IGI dan Samsung akan menerbitkan sertifikat diklat 64 jam kepada yang bersangkutan dengan mencantumkan nama pelatihanya. Sertifikat ini mulai diterbitkan 2 Januari 2017 dan semua yang pernah dilatih mulai 9 Oktober 2016 sampai hari itu, dapat diterbitkan sertifikatnya.

Kelulusan yang bersangkutan harus bisa dipertanggujawabkan pelatih karena Tim Samsung dan Master Coach IGI akan melakukan sampling atau uji secara acak, jika yang bapak/ibu Pelatih nyatakan lulus ternyata tdk memiliki kemampuan yang dimaksud, maka sang pelatih akan mendapat sanksi berupa pencabutan segala haknya sebagai pelatih selama 3 bulan.

Jika 800 pelatih ini mampu melatih 7 orang saja setiap minggunya, maka dalam 4 tahun sudah akan ada SATU JUTA GURU TERLATIH LITERASI PRODUKTIF BERBASIS IT di Indonesia. 

Inilah gerakan yang tak membutuhkan APBN dan APBD. Gerakan ini tak perlu menjadikan guru dan organisasi guru “pengemis moderen”, gerakan ini tak perlu Iuran anggota apalagi sumbangan wajib. Ini adalah gerakan besar dalam merevolusi peningkatan kemampuan guru Indonesia.

Makassar, 17 Desember 2016

Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat 

Ikatan Guru Indonesia.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here