Nasi Sudah Menjadi Bubur

0
765

Dinamika dunia pendidikan selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman, yang disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat. Demikian juga dengan kondisi di sekolah yang tiap hari terus berubah.

Jika di era 1990-an saat penulis masih usia sekolah, penyampaian pembelajaran di sekolah masih menggunakan alat konvensional berupa papan tulis hitam dan kapur tulis, di era 2000-an terjadi sedikit perubahan dimana pembelajaran disampaikan dengan papan tulis berwarna putih dan spidol khusus whiteboard. Maka sejak era 2011-an terjadi pergeseran yang cukup signifikan, karena penemuan-penemuan besar telah menciptakan peralatan berteknologi canggih, yang secara perlahan menggeser penggunaan peralatan konvensional di sekolah.

Kemajuan teknologi telah melahirkan gadget-gadget canggih yang semakin memudahkan manusia mengakses segala hal dalam genggaman tangan mereka, dengan penyebaran penggunaan yang masiv dan cenderung tidak dapat dikendalikan seiring dengan harganya yang semakin terjangkau oleh semua kalangan.

Tak ketinggalan kalangan pelajar sejak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang telah terbiasa menggunakan gadget yang memiliki koneksi internet, yang memudahkan siswa mengakses segala informasi, meskipun tak jarang penggunaannya justru banyak pada hal-hal yang bersifat negatif.

Tentu saja para pemangku kebijakan di sekolah tidak dapat melarang orang tua siswa untuk membelikan gadget kepada anak mereka yang pada usia tertentu memang belum waktunya menggunakan gadget seperti smartphone, tablet dan lain-lain, karena itu merupakan hak mereka sebagai orang tua. Kebijakan sekolah yang melarang siswa membawa gadget ke sekolah pun ternyata tidak efektif, karena banyak siswa ternyata tetap membawa benda tersebut ke sekolah.

Dengan kondisi seperti ini tentu saja pihak sekolah harus mencari solusi yang lebih efektif. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, maka yang kita lakukan bukanlah membuang bubur tersebut, melainkan harus membubuhi bubur tersebut garam, bumbu secukupnya, potongan daging ayam dan bahan lainnya agar bubur tersebut dapat dinikmati semua orang. Demikian juga dengan penggunaan gadget di sekolah, guru harus dapat mengalihkan keasyikan siswa dengan gadget mereka dari hal-hal yang kurang bermanfaat menjadi hal-hal yang menunjang proses pembelajaran. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan soal online bagi siswa dengan memanfaatkan beberapa fitur dan aplikasi pada gadget seperti Barcode Generator and Reader, Powerpoint, dan tentu saja koneksi internet. Sehingga siswa dapat manfaat lebih dari gadget mereka, karena dapat digunakan untuk mengunduh soal dari guru, menyelesaikan dan melaporkan kembali tugas mereka cukup menggunakan aplikasi seperti QR Scanner dan lain-lain.

Untuk dapat menggunakan semua fitur dan aplikasi tersebut tentu saja para guru harus dapat mengasai terlebih dahulu semuanya. Guru dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan jaman dan menguasai peralatan-peralatan terkini, karena penggunaan gadget di sekolah adalah sebuah keniscayaan.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) sangat menyadarinya, oleh sebab itu sejak beberapa tahun ini IGI secara intensif melakukan pelatihan dan workshop bagi guru di Indonesia, agar guru Indonesia dapat menguasai jaman, tidak tertinggal oleh siswa mereka yang semakin canggih.

Training Of Coaches (TOC) yang diselenggarakan oleh IGI Banten di GSG DPRD Banten pada tanggal 26 – 28 Desember 2016 adalah salah satu dari sekian kegiatan yang telah dilakukan untuk mengantisipasi dan terus mendorong guru agar tetap dapat menguasai jaman. Harapan kita dengan diselenggarakannya acara tersebut adalah agar kita dapat terus berkembang, tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga dapat berbagi dengan guru lain dengan menjadi trainer pada kegiatan pelatihan lain di masa yang akan datang. Semoga kita dapat bermanfaat bukan hanya untuk siswa tetapi juga untuk sesama guru Indonesia.
#SHARING AND GROWING TOGETHER#

Iwan Sunhani
Guru SDN Kadukempong Kec. Padarincang
Ketua IGI Kab. Serang

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here