DUA MATA BERPADU

21
1500

Seperti hari yang lain. Berangkat pagi pulang petang untuk menunaikan tugas sebagai Guru yang merupakan impianku sejak dulu. Bertemu dengan jiwa-jiwa muda yang menjadikan nafasku terus bergelora untuk terus menyampaikan ilmu-ilmu baru dan ketauladanan. Tidak sesulit yang dibayangkan dan tidak semudah yang dilakukan menjadi seorang Guru haruslah terus kreatif dan berinovasi agar anakanak didik tidak jenuh dan membosankan saat menerima pembelajaran.

Untuk memenuhi kekosongan ide-ide belajar kreatif ku ikuti beberapa pelatihan-pelatihan yang diselenggarkan pihak-pihak terkait dengan pendidikan. Namun pelatihan-pelatihan tersebut sebagian besar hanya untuk memenuhi tugas pokok sebagai guru. Pelatihan Kurikulum 2013, dengan beberapa komponennya seperti : SKL (Standar Kompetensi Lulusan), KI-KD (Kompetensi Inti-Komptensi Dasar), materi pembelajaran, Model Pembelajaran, Penilaian Hasil Belajar, Penyusunan RPP.

Dengan bantuan Mbah Google kucoba menambah khasanah pembelajaran yang menyenangkan. Guru dapat mengembangkan profesionalitasnya dalam mendidik. Penyampaian pembelajaran dengan metode pembelajaran yang variatif menjadi salah satu cara mengatasi kebosanan peserta didik dalam belajar. Hal ini dapat didukung dengan penggunaan media pembelajaran yang berkualitas. Misalnya, guru dapat menyajikan materi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Selain itu dengan berbagai metode-metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif membuat para siswa tidak jenuh terhadap materi dan lebih berkembang. Memang, menjadi guru sebaiknya up to date dengan perkembangan zaman. Menjadi guru yang memiliki kemampuan teknologi baik akan membantu proses pembelajaran peserta didik. Dengan suasana tersebut, diharapkan dapat mengubah suasana kebosanan dalam belajar menjadi senang, lebih bergairah, dan termotivasi. Dengan demikian, prestasi siswa sangat berpotensi mengalami kenaikan.

Kegundahan hati terus berlanjut dimana, kemana, bagaimana kumencari tempat untuk meningkatkan kompetensi diri dalam hal ini adalah sebagai Guru. Bulan Juli 2016 ku melakukan perjalanan ke Madura dan Jawa Timur. Disitulah ku mengenal Organisasi IGI (Ikatan Guru Indonesia) dari pamanku yang kebetulan merupakan Ketua IGI Kab. Ngawi Jawa Timur. “Cobalah untuk menjadi anggota IGI, baik untuk meningkatkan Kompetensi Guru”, pintanya kepadaku. Kucoba menghubungi Bapak Heri ketua IGI Kota Tangerang karena aku berdomisili di Kota ini, menurut petunjuk beliau aku disarankan untuk menghubungi Bapak Fabian. Alhamdulillah tanpa berlama-lama aku segera menghubungi Bapak Fabian dan akhirnya ku menjadi Anggota IGI dengan diterbitkannya Kartu Tanda Anggota (KTA).

Selang tak lama menjadi anggota IGI kubaca digrup Whatsap akan ada pelatihan yang diselenggarakan oleh IGI bekerjasama dengan Samsung 121116 yang bertempat di TCC Batavia Tower. Dengan semangat berapi-api “Aku harus ikut pelatihan ini”, hati kecilku berbisik. Tepat di hari H pelatihan pertamaku bersama IGI dengan menunggangi kuda besi ku berlari dengan kedua temanku menuju lokasi. Sesampai dilokasi sudah ada beberapa panitia yang siap menerima kami. Sekitar 4 jam aku berada diruang pelatihan, ku merasa nyaman dan waktu seperti cepat sekali berlalu. Pelatihan pertama ku dengan IGI kudapatkan dua Mata ; Mata Ilmu; materi pelatihan yang meningkatkan Komptensiku dan Mata Hati; keluarga IGI yang begitu “sumeh” : penuh senyum, santun, melayani, dan smart. . Kubayangkan andai aku memberikan ilmu ke peserta didik seperti apa yang mereka berikan kepadaku tentunya menjadi modal kuat anak-anak untuk senang menerima pelajaranku. Semakin kuat didiri ini IGI menjadi salah satu alternatif tempat belajar, tempat berbagi, tempat meningkatkan kompetensi diri. Walaupun saat itu aku hanya menjadi pendengar dikarenakan belum memiliki Galaxy Tab A produk samsung yang menjadi materi pokok pembahasan.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu saat indahpun tiba. Beberapa baris pesan di Grup member IGI kubaca akan ada TOT 2 Literasi Produktif 24-25 Desember’2016. Kupastikan itu semua dengan menghubungi teman dekat yang kebetulan sudah dahulu mengikuti TOT di Surabaya. Atas saran beliau akan lebih baik jika memiliki Samsung Galaxy Tab A karena akan mempermudah dalam mengikuti pelatihan. Naluri ku berkata “Benar juga apa yang dikatakan temanku ini”. Walau aku tidak tahu “benar atau salah”, aku berpendapat ini merupakan salah satu strategi marketing “Samsung”. Dengan segala upaya kupenuhi untuk memiliki perangkat ini karena kufikir pasti bermanfaat dalam proses KBM. Menjelang H-4 dengan pengalaman ku mengikuti pelatihan di TCC Batavia Tower, kucoba membagi info pelatihan di grup whatsap sekolahku. Ada beberapa guru yang tertarik dan menghubungiku, dengan segudang pertanyaan. Perlahan namun pasti kujelaskan maksud dan tujuan pelatihan. Sedikit percakapan dengan salah satu teman sekolah yang akan mengikuti pelatihan.

Nur Azizah : Pak Andi, bolehkah saya mengikuti pelatihan literasi produktif ?
Aku : Boleh Bu, siapapun boleh.
Nur Azizah : Materi pelatihan apa saja ya ?
Aku : Penggunaan Samsung Galaxy TAB A sebagai sarana pembelajaran di kelas.
Nur Azizah : Biaya 250 ribu itu, buat apa saja ?
Aku : 250 ribu itu diperuntukan untuk Biaya Pelatihan, konsumsi, penginapan 2 hari. (Murah sekali menurutku dibandingkan pelatihan-pelatihan sejenis yang berbayar).
Nur Azizah : Bisa Nggak ? 50 % dibiayai oleh sekolah ?
Aku : Coba nanti saya diskusikan dengan Kang Asep.. (Kepala Sekolah)
Nur Azizah : Ditunggu info selanjutnya ya pak.
Aku : Ok.

Melanjut pembicaraan ini aku segera menghubungi Kang Asep kepala sekolah tempatku bernaung. Kusampaikan semua agenda pelatihan dan keinginan beberapa rekan Guru. Kang Asep meminta kepadaku untuk membuatkan pengumuman kepada rekan-rekan guru yang berminat mengikuti pelatihan tersebut dan segala biaya pelatihan, akomodasi serta transport sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah. Dari pengumuman ini terkumpul sembilan guru yang akan mengikuti : Andya Pratama, Sri Handayani, Nur Azizah, Diana, Lidya, ade, epi, maryadi dan budiman. Tentunya masih banyak teman-teman yang akan mengikuti pelatihan ini dikarenakan bertepatan dengan Libur sekolah sudah ada sebagian guru berada dikampung halaman masing-masing.

Menjelang H-1 keberangkatan dua teman mengundurkan diri (Sri Handayani dan Diana Jayanti) dikarenakan ada keperluan keluarga yang tidak bisa ditinggal. Sebagai koordinator peserta dari SMK Media Informatika (Permintaan Kepsek) aku menerima alasan yang diberikan keduanya. Karena salah satu prinsip hidupku “Keluarga Nomor Satu”.

Tepat pukul 05.00 kumulai bergerak , kuhampiri satu persatu timku ditempat mereka menunggu. Sesampai lokasi pelatihan segera registrasi dan mengambil kunci kamar yang saat itu dilayani oleh Bapak Danang yang saat ini sering dipanggil master. Sembari menuju lantai dua tempat kami menginap, kami mengambil sarapan Nasi Uduk sejumlah timku alias “SaguSanuk” Satu Guru Satu Nasi Uduk.

Pukul 08.00 wib acara dimulai disitu awal pelatihan dilaksanakan. Dengan penuh semangat dan hati berbunga ku mengikuti kegiatan ini. Sesi pertama pelatihan diisi oleh Bapak Sururi yang memyampaikan materi Literasi “Dulu, Kini, dan Nanti”. Pada intinya Literasi adalah proses untuk memecahkan masalah dengan membaca dan menulis untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat. Apakah kebetulan atau keberuntungan hari itu juga kedatangan ketua IGI Bapak Muhammad Ramli atau yang biasa dipanggil daeng yang menyempatkan hadir untuk memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan. Masuk kemateri selanjutnya adalah pengenalan S-Note yang merupakan salah satu aplikasi bawaan dari samsung galaxy Tab A. Materi S-Note ini disampaikan sampai malam hari oleh Tiga Srikandi IGI : Bu Azijah, Bu Yuli dan Bu Rahmi, berikut dengan materi-materi perluasan dari fungsi S-Note. Namun tak kalah menariknya saat Seniman IGI Bapak Widadi mengajak bernyanyi, bermain (Ice Breaking) disela-sela penyampaian materi untuk menghilangkan kepenatan. Materi terakhir hari itu adalah materi yang disampaikan oleh Ketua IGI Jaksel Bapak Iwan. Tema materi yang disampikan adalah “ Literasi dan komunikasi”, sungguh materi yang baik ditambah cara penyampaian yang luar biasa hingga membuatku tertegun dan terasa bagaikan dibawa terbang oleh gaya bicara Bapak Iwan. Angkat Topi buat Pak Iwan, materinya sebagai obat tidur malam itu.

Hamburan cahaya mentari pagi yang menyelinap lewat kaca jendel, kamarku pagi itu menandakan matahari mulai bangun dari peraduannya. Kupersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan hari ke dua minggu, 25 Desember’16. Agar kondisi tubuh tetap Fit ku menuju ruang sarapan pagi. Keberuntungan apalagi, pagi itu aku sarapan sambil berdiskusi materi pelatihan dengan salah satu instruktur. Terima Kasih Bu, atas private gratisnya. Hari kedua ini kami diminta untuk memilih salah satu kanal dari beberapa kanal yang ada diantaranya Sagusaku (Satu Guru Satu Buku), SaguSanov (Satu Guru Satu Inovasi), Sagusamic ( Satu Guru Satu Komic), SaguSablog ( Satu Guru Satu Blog). Materi pertama Sagusaku disampaikan oleh bapak Ali yang bagaimana menulis buku yang baik, dilanjutkan materi Sagusanov oleh Bapak Adan pemanfaatan Aplikasi Brackets dan intel XDK, materi ketiga SaguSamic dipaparkan oleh Bapak Badrun menggunakan aplikasi Comicstrip Pro, materi webex yang dipaparkan oleh ibu Nenny Ekowati sangat bermanfaat untuk video conference dan yang terakhir SaguSablog oleh Bapak Danang menggunakan website : www.blogger.com. Dari beberapa materi ini aku pastikan untuk memilih kanal SaguSanov karena ku yakin kanal ini sesuai dengan latar belakang pendidikanku. Saat pelatih meminta volunteer yang bersedia menyampaikan kembali salah satu materi yang telah dilatih. Kucoba mengambil kesempatan ini untuk memaparkan materi Literasi “Dulu, Kini dan Nanti” menggunakan Aplikasi S-Note.

Tepat pukul 17.00 Wib semua agenda kegiatan pelatihan berakhir. Hatiku bercampur aduk antar senang dan sedih. Senang karena mendapatkan materimateri yang berguna untuk diterapkan disekolah walaupun tidak mudah Galaxy Tab A dipergunakan didepan kelas karena banyak perangkat tambahan yang belum ada dikelas. Sedih karena harus berpisah dengan Pelatih yang hebat, teman-teman berlatih yang penuh dengan rasa kekeluargaan. Menjadi guru yang hebat tentunya bukan hanya sekedar ceramah dan memberikan contoh soal saja di depan kelas. Sudah saatnya kita berubah menjadi Guru Hebat sesungguhnya yang mampu berinovasi mengkuti perkembangan teknologi pembelajaran dan peserta didik selalu riang gembira saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. TOT literasi produktif 24-25 desember’16 memberikan contoh bagaimana belajar memanfaatkan teknologi pembelajaran dengan suasana riang gembira. Tempat dimana dua Mata Berpadu. “Mata ilmu dan Mata Hati”.

Jakarta, 27 Desember’16

Andya Pratama

Comments

comments

21 KOMENTAR

  1. semoga dengan Adanya Pelatihan Ini. akan menambah gagasan dan wawasan untuk Para Guru Guru Di Indonesia.. dan serta merta Menambah Kesabaran bagi Para Guru untuk lebih sabar menghadapi para anak murid

  2. Menurut pendapat pribadi saya tentang narasi
    Ini, ini semestinya dianggap sebagai contoh bagi semua pribadi-pribadi pendidik di indonesia, baik, berpengalaman, ataupun tidak, dan bahkan calon-calon pengajar di indonesia. Narasi ini juga saya dapati sangat memotivasi bukan hanya kepada para pengajar saja, namun juga bagi para kaum muda yang yang dididik. Saya merasa terharu sekaligus bangga ketika saya melihat dedikasi dan penggabdian guru yang tanpa kompromi dalam mengajar insan-insan muda di indonesia.

  3. Semangat terus pak andiya,Artikel yang bagus, membangkitkan semangat untuk maju,untuk siswa dan guru”

  4. Satu organisasi yg bermanfaat,saya bangga akan guru yang mempelajari cara mengajar yg kreativ sehingga menimbulkan semangat belajar dan prestasi folow ig:hererlangg

  5. Artikel ini sangat bagus untuk guru dan murid seluruh indonesia terutama untuk smk media informatika

  6. Sukses terus pak andya Semoga lancar dalam membangkitkan semangat anak muridnya
    Kami bangga mempunyai guru yang asik.
    from: X- tkj1

  7. Artikel yang bagus pak andya, mengajarkan kita semua untuk selalu bersemangat dan riang gembira untuk menuntut ilmu, Semangat Terus Pak.

  8. Sukses terus pak Andya,semoga dunia pendidikan di Indonesia bisa lebih maju lagi,bisa lebih baik lagi dari yang sekarang.

  9. Nice, semangat terus pak andya semoga guru-guru di indonesia juga semakin inovatif dan juga menginspiratif untuk anak” indonesia

  10. Mantapsoul artikel nya sangat bagus dan membuat semua pembaca nya menjadi semangat untuk belajar, dan maju terus guru guru di indonesia amiin. Ig:banglambang_

  11. Mengispirasi untuk para siswa pak tentang isi artikel ini.Membuat semangat para siswa menjadi bangkit lagi,terutama untuk menjadi seorang Guru. #TanpaTandaJasa

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here