MENEMU BALING DI KOTABANGUN, KUTAI KERTANEGARA

0
472

Pada hari Minggu tanggal 9 April 2017 dilaksanakan Workshop Nasional Literasi Pemanfaatan IT dengan Menggunakan Metode Menemu Baling (Menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga) di Kecamatan Kota Kotabangun, Kutai Kertanegara. Workshop ini menghadirkan dua orang pengurus pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI). Mereka adalah Sekjen IGI, Mampuono yang merupakan faunder Metode Menemu Baling, bersama bendahara umum IGI, Gusti Surian. Keduanya baru pertama kali menapakkan kaki di kecamatan Kotabangun, salah satu Kecamatan yang jarak tempuhnya dua jam perjalanan dari Tengarong, Pusat Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan dilaksanakan di aula kantor UPTD Kecamatan Kotabangun dan dihadiri oleh kurang lebih 200 orang peserta. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Hifsi Farhannas ST,.MSi. Pejabat yang semestinya membuka acara adalah Wakil Bupati Kutai Kartanegara, berhubung yang bersangkutan ada halangan maka Wakil Bupati diwakili oleh Kadinas Pendidikan.

Kedatangan para tamu disambut oleh para murid SD dengan berpakaian adat tradisional di depan gerbang UPTD. Sebagai ungkapan selamat datang, untaian bunga berwarna kuning dan putih dikalungkan kepada Sekjen IGI, bendahara umum IGI, dan Kepala Dinas Pendidikan Kukar.

Sebelum acara di mulai, panitia meminta para tamu undangan penting untuk rehat sebentar di ruang kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kota Bangun. Acara itu sebagai bentuk silaturahmi antara Pengurus Pusat IGI dengan Camat dan unsur muspika setempat, seperti Koramil dan Kapolsek. Silaturahim bahkan juga dihadiri oleh pengurus PGRI setempat.

Setelah usai rehat Sekjen dan rombongan, termasuk Kepala Dinas Pendidikan beserta unsur Muspika setempat langsung hadir di ruang aula UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kota Bangun untuk memulai acara. Acara juga dimeriahkan dengan tarian tradisional yang dibawakan anak-anak SD 01 Kotabangun.

Dalam sambutannya Kadinas sempat bergurau bahwa beliau salut dengan gebrakan IGI. Biasanya setiap organisasi yang mengadakan kegiatan meminta sumbangan, ternyata Kadinas hanya menandatangani sertifikat. Statemen Kadinaspun disambut tawa para peserta. Kadinas sangat mendukung kegiatan IGI dalam rangka meningkatkan kompetensi para guru dan penguasaan teknologi berbasis android dlm rangka pembelajaran di kelas.

Lebih-lebih sudah ada pemasangan jaringan tower internet di seluruh kecamatan, dan ini bisa dimanfaatkan oleh guru. Namun sangat disayangkan sampai sekarang jaringan tersebut belum termanfaatkan secara maksimal. Kadinas berencana menggandeng IGI dalam membantu pelaksanaan program pembelajaran kepada guru-guru di Kukar dengan memanfaatkan tower yang ada.

Workshop nasional ini di dihadiri para guru peserta dari TK, SD, SMP maupun SMK dan SMA. Bahkan di luar dugaan, kehadiran peserta bukan saja berasal dari Kecamatan Kota Bangun, tetapi ada yang berasal dari Kecamatan Muara Muntai, Kahala, Kembang Janggut dan Muara Wis yang merupakan kecamatan kecamatan yang ada di sekitar wilayah kecamatan Kota Bangun. Yang lebih mengejutkan, ada beberapa peserta yang berasal dari kecamatan yang terjauh, yaitu Kecamatan Tabang. Untuk sampai di Kotabangun waktu perjalanan dari Tabang kurang lebih 8 jam. Itu kalau naik kendaraan motor maupun mobil. Kalau naik kapal melalui sungai Mahakam, waktu yang di tempuh bisa satu hari satu malam.

Pelaksanaan kegiatan workshop ini dimulai pukul 08.00 sampai pukul 15.00 WITA sore hari. Sekjen Mampuono sebagai narasumber utama dibantu oleh tim khusus yang terdiri dari para pengurus IGI Kabupaten Kukar yang pada malam sebelumnya sudah di training. Mereka dibekali ketrampilan khusus untuk membantu dowbload, melakukan share software dengan Share It, sampai dengan instalasi aplikasi Menemu Baling. Dengan bantuan tim ini para peserta dibimbing mulai dari mendownload, menginstal, sampai praktek menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga. Peserta bekerja di dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari lima orang. Pada akhir kegiatan setiap kelompok harus menghasilkan tulisan sebanyak lima paragraf untuk dipresentasikan.

Para peserta juga harus mengerjakan tugas mandiri dan mendapatkan pembimbingan menulis secara daring. Mereka tergabung di dalam satu grup WhatsApp dan akan saling share hasil pekerjaan mereka di grup tersebut untuk mendapatkan masukan dan pendampingan. Untuk mendapatkan sertifikat pelatihan mereka harus sudah mengumpulkan tulisan minimal 500 kata kepada panitia maksimal 2 minggu setelah pelaksanaan workshop.

Seluruh peserta tampak sangat bersemangat mengikuti kegiatan. Saking bersemangat dan antusiasnya, para peserta bahkan enggan beranjak dari aula UPTD dinas pendidikan Kotabangun walaupun waktu pelatihan sudah usai. Mereka masih berkutat dengan Androidnya dan terus mencoba coba untuk bisa mempraktekkan aktivitas Menemu Baling.

Ini menunjukkan bahwa workshop literasi ini sangat bermanfaat bagi para guru dalam mengembangkan kompetensinya. Pendeknya, secara keseluruhan kegiatan workshop nasional tersebut berjalan dengan baik dan lancar dari awal sampai akhir.

Salam #menemubaling!

Sutopo Gasif
Ketua IGI Kutai Kertanegara

Comments

comments