MELAWAN RASA TAKUT DEMI SEUTAS ILMU

0
653

Rosmiyati Hadi, S.Pd, M.Pd.
Kab. Kepulauan Selayar, Sulsel
Peserta TOT DKI Jakarta

Sebelum memulai tulisan ini,saya ingin memperkenalkan diri. Nama lengkap saya: Rosmiyati Hadi,S.Pd,M.Pd. Saya adalah seorang guru Bahasa Inggris di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kabupaten yang letaknya jauh terpisah oleh lautan dari ibukota propinsi Makassar. Untuk mencapai kota Makassar kita harus mengunakan pesawat kurang lebih 35 menit. Dan untuk jalur udara, kita harus menempuh jarak 2 jam untuk jalur darat ditambah lagi 5 jam untuk jalur darat. Ketika saya menyebutkan Kab.Kepulauan Selayar, maka teman teman akan menyebutkan Aty D Akademi. Ya Aty memang lagi terkenal sekarang.

Mengapa saya harus mengikuti TOT IGI DKI Jakarta? Padahal di SULSEL ada TOT Makassar. Alasannya adalah: 1. Saya tidak sempat mengikuti TOT Makassar karena terkendala oleh tugas sekolah, saat itu saya harus mengedepankan kewajiban saya untuk mengawas ujian, memasukkan nilai,mengisi raport dan kewajiban wali kelas lainnya. 2.Karena saya sudah merencanakan liburan anak saya untuk berkunjung ke ibukota Indonesia jauh jauh hari.Dan saya melihat jadwal TOT yang ada di grup Telegram IGI bahwa jadwal TOT dki Jakarta adalah tanggal 24 dan 25 Desember bertepatan dengan liburan. Jadilah saya berangkat ke Jakarta dengan dua tujuan : belajar dan liburan.

Akhirnya jadilah saya berangkat ke Jakarta dengan melawan phobia saya akan ketinggian. Karena terus terang naik pesawat bagi saya ini adalah yang pertama kalinya. Perjalanan menuju Jakarta ditempuh kurang lebih 2 jam. Selama perjalanan itu perasaan saya tidak tenang, mual, deg deg an ,pokoknya campur aduk. Saya selalu terbayangi oleh ketakutan saya akan ketinggian terutama mnaik pesawat. Tetapi semangat untuk belajarlah yang membuat tekad dan keinginan saya bulat untuk mengikuti TOT ini. Saya percaya bahwa dengan belajar terus menerus ilmu kita sebagai guru akan terus bertambah. Seperti salah satu motto IGI kalau mengajar jangan pernah berhenti belajar.

Sesampainya di Jakarta sudah pukul 18.00 waktu setempat. Dan butuh waktu 30 menit lagi menuju lokasi pelatihan yaitu Jalan Rawa Kuning, Pulo Gebang., Balai Diklat Keagamaan Jakarta Timur. Dan mencari alamat ini juga butuh perjuangan. Maklum saya orang kampung yang baru pertama kali menginjakkan kaki di ibukota.

Saya bertanya pada sopir taxi dan sopirnya pun tidak tahu menahu tentang alamat ini. Setelah melewati fase bertanya kesana kemari, akhirnya alamat yang dituju ditemukan juga.

Di lokasi TOT kami disambut pertama kali oleh panitia yaitu Pak Adan yang ramahnya luar biasa. Disitulah saya merasakan persaudaraan yang sangat  di tempat itu. Beliau langsung menunjukkan kamar yang akan saya tempati yaitu kamar 2125. Walaupun AC nya tidak maksimal dan nyamuk yang lumayan besar dan ganas tapi akhirnya semngat belajar juga meruntuhkan semua itu. Berbekal Tab A8 dari Samsung, saya siap mengikuti proses belajar di TOT DKI Jakarta ini. Terus terang saya merasa terhormat bisa berada di TOT ini yang dihadiri oleh beberapa guru hebat dari berbagai propinsi.

Hari pertama TOT saya sudah siap dari pukul 06.00, LENGKAP dengan seragam IGI kebanggaku selama ini. Tapi peserta juga belum siap jadi saya harus mengisi waktu dengan mencari sarapan pagi di sekitar balai diklat. Berselang sejam kemudian peserta dari berbagai daerah juga sudah berdatangan. Akhirnya kami diarahkan menuju lantai 3 karena pelatihan ini akan segera dimulai. Pelatihan di buka kurang lebih jam 8 oleh pak Danang didampingi oleh pak Adan. Materi pertam diberikan oleh pak Sururi Aziz, salah seorang pendiri IGI. Materi yang diberikan adalah Literasi Dulu,Kini dan Nanti. Beliau membawakan materi dengan baik dan interaktif. Pengetahuanku tentang literasi semakin terbuka, yang selama ini cuma sebatas tentang pengertian Literasi tapi sekarang semakin terbuka. Literasi bukanlah produktif kalau kita tidak bisa menghasilkan tulisan apa pun.Oleh sebab itu, saya memberanikan diri untuk menuliskan pengalaman saya ini. Dan kegiatan juga dilanjutkan dengan berbagai materi spesifikasi untuk kanal – kanal. Ada sagusanov, sagusaku, sagusablog, sagusamik, sagusabar (satu guru satu barcode) yang dilaunching oleh kang Cecep. Kanal baru ini sungguh interaktif dan inovatif bagi saya karena ini bisa melibatkan siswa langsung dalam proses belajar mengajar.

Ada banyak kanal yang inovatif di TOT ini, tapi karena kita harus memilih salah satunya, maka saya memilih Sagusablog: satu guru satu blog. Kenapa saya memilih kanal ini? Karena saya ingin memotivasi diri saya untuk menulis melalui blog. Baik itu tentang materi atau tentang pengalaman saya masuk IGI. Kanal lain yang ingi saya permantap adalah sagusamik; satu guru satu komik. Kanal ini cukup menarik,  mudah untuk dibuat dan tidak butuh waktu lama untuk menyiapkannya sebagai media pembelajaran nantinya.

Pelatihan ini tidak membosankan karena diselingi dengan ice breaking yang tetap memompa semangat. Materi ini diberikan oleh pak Widadi dan bu Yuli. Salah satunya adalah lirik lagu (Apakah bisa menjadi Terbaik, Terus Menerus tidak Pernah Salah). Akan saya praktekkan nanti ketika mengajar di sekolah, untuk mengusir rasa bosan siswa. Teman teman sangat bersemangat dan termotivasi kembali untuk melanjutkan materi sampai malam. Serasa memperoleh energi kembali.

Akhirnya TOT ini berakhir, dan saya merasa sedih. Ya sedih karena waktu saya untuk menimba ilmu disini harus terputus. Kapan lagi saya harus mempelajari berbagai ilmu pengajaran berbasis IT kalau tidak melalui TOT? Saya berharap pelatihan seperti ini sering diadakan karena sangat bermanfaat bagi guru guru terutama yang tinggal di pulau seperti saya. Dimana lagi saya akan belajar kalau bukan di TOT? Dimana lagi saya harus berkembang kalau tidak di IGI?. Aku bersyukur memilih mu IGI. Insha Allah aku tidak akan sesat karena jalan yang kupilih adalah jalan yang benar. Semoga IGI akan tetap tumbuh,jaya dan diterima oleh siapa pun.Jayalah IGI. I LOVE YOU.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here