INILAH JAWABAN TERHADAP SERANGAN FITNAH KEPADA IGI

3
3046

Saat ini sedang beredar berita fitnah yang konon kabarnya justru berasal dari pimpinan salah satu organisasi massa guru. Kabar yang dalam waktu singkat menjadi viral tersebut  diduga kuat dihembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab karena berkembang pesatnya IGI dalam satu tahun terakhir ini. Perkembangan tersebut  tampaknya sangat   sulit untuk dibendung. Tanpa dipaksa satu-persatu para guru hebat menyatakan diri bergabung dengan IGI. Mereka ingin merdeka, tumbuh berkembang dan berbagi bersama sebagai guru profesional di IGI.  Kondisi ini menyebabkan ada pihak-pihak yang merasa tidak puas dan mulai menggunakan segala cara, termasuk membuat berita fitnah untuk memojokkan IGI.  Mereka juga  menyerang pribadi Ketua Umum  Muhammad Ramli Rahim (MRR), mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan dan Dirjend GTK  Kemendikbud  aktif, Sumarna Surya Pranata. Berita Fitnah tersebut langsung kita jawab supaya tidak menjadi semakin panjang lebar kemana-mana dan membuat orang berdosa karena menyebarkannya.

Berikut ini berita fitnah  dan jawabannya

BERITA FITNAH:

1. IGI dibawah pimpinan Muhammad ramli (MRR) yg selama ini mengganggu PGRI dan selalu berjuang untuk atas nama guru, ternyata bohong.

2. MRR yang selama ini mengaku sebagai guru SMK kehutanan di Maros ternyata juga adalah bohong karena sekolah yg dimaksud sama sekali tidak ada.

3. MRR itu tdk lain adalah pengusaha bimbingan belajar Ranu Prima College (RPC) yg sama sekali tdk  memiliki sarana dan fasilitas belajar, termasuk tdk memiliki siswa. MRR meraih keuntungan hanya dgn menjual nama RPC kepada pihak2 yg bersedia membuka atau mendirikan cabang. Setiap cabang MRR mendapatkan keuntungan 10 % tanpa memberikan bantuan sedikitpun kepada pihak yg membuka cabang. Karena itu model usaha RPC yg dimiliki adalah mirip dgn usaha perniagaan francais.

Usaha RPC yg berkembang kemudian membuka cabang pada hampir semua kabupaten kota di Sulsel dan merekrut pengusaha muda Utk diajak bergabung.

Perkembangan usaha RPC ini dimanfaatkan Utk membesarkan IGI karena semua cabang RPC di kabupaten kota yg telah dibentuk sekaligus ditunjuk sebagai ketua cabang IGI yg pengurusnya bukan berasal dari guru.

4.  Perkembangan IGI semakin segar setelah dipertemukan dgn Anis Baswedan yg sementara merintis/berjuang Utk mencalonkan diri sebagai Presiden RI.

Karena itulah IGI selama ini dibackup oleh Anis Baswedan (AB) yg selama jadi menteri IGI semakin Jaya. AB juga yg menetapkan Bhw ada empat organisasi guru yg diakui oleh Pemerintah.

5. Setelah AB berhenti jadi menteri, maka yg membackup IGI sekarang adalah Dirjen GTK shg dapat dipastikan Bhw kalau Dirjen GTK berhenti maka IGI pasti mati suri.

6. Sebenarnya saat ini IGI sudah tdk berdaya, tetapi pencitraannya melalui media sosial sangat luar biasa, seakan akan ia selalu berjuang Utk guru, memberikan perlindungan terhadap guru, meningkatkan keprofesian terhadap guru dan berbagai kegiatan lain yg seakan rutin dilaksanakan oleh IGI, padahal itu bohong.

7. Segala bentuk kegiatan yg dilakukan oleh IGI berorientasi pada profit. Mereka mengeksploitasi guru Utk membayar mahal pada setiap kegiatan. Termasuk kegiatan yg dilakukan bekerjasama dgn Samsung. Dia menjual program seharga 7 juta yg sesungguhnya bisa diakses sendiri oleh guru, karena promosinya bagus, maka banyak guru yg tergiur Utk membeli meskipun harus dicicil.

8. Nampaknya modus bigsnis terselubung ini sudah diketahui oleh sebahagian guru di Sulsel. Shg MRR hijrah ke Sulbar. Beliau menelusuri sulbar dari kabupaten ke kabupaten. Tujuannya adalah menjual program untuk mencari keuntungan.

==================================

JAWABAN FITNAH

Bismillah dengan menyebut asma Allah kami  Pengurus Pusat IGI memberikan  Jawaban terhadap  fitnah tersebut sebagai berikut:

1. IGI tidak pernah  mengganggu PGRI tetapi justru senantiasa berusaha bersinergi dan menjalin kerjasama dengan PGRI walaupun banyak realita di daerah sebaliknya merekalah yang selalu menyerang, mengintimidasi, menghalang-halangi berdirinya IGI dan beraktivitasnya IGI. Mereka merasa terganggu karena mungkin IGI yang netral dan independen serta fokus terhadap peningkatan kompetensi guru dianggap secara politik akan mengganggu eksistensi mereka  karena jika guru pintar dan berkualitas akan susah dibodohi dan diarah-arahkan lagi untuk dukung-mendukung dalam politik praktis misalnya dan tidak bisa dipungli lagi. IGI yang senantiasa berjuang untuk atas nama perbaikan kualitas dan pengembalian Marwah  guru pada harkat dan martabatnya untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik adalah BENAR!

Kunjungi www.igi.or.id dan www.anggota.igi.or.id. untuk lebih melihat bukti-buktinya secara nyata.

2. MRR yang selama ini mengaku sebagai guru SMK kehutanan di Maros ternyata juga adalah BENAR karena sekolah yg dimaksud BENAR-BENAR ADA! Dan MRR  terdaftar sebagai guru yang mengajar di sekolah tersebut. Kita bisa melihat data-datanya di DAPODIK.

3. MRR adalah guru SMK Kehutanan yang sekaligus juga pengusaha muda yang sukses dan menginginkan guru Indonesia berkompetensi tinggi. IGI beruntung karena dipimpin oleh seorang guru yg memiliki teacherpreneurship tinggi. Dengan jaringan RPC yang bersinergi dengan IGI maka cabang-cabang  di Sulsel turut berkembang pesat. yang tergabung dalam IGIadalah guru. Jadi tidak benar kalau IGI disamakan dengan organisasi massa guru di sebelah yang justeru ditunggangi orang-orang di luar para guru dengan hidden agenda.

4. IGI adalah organisasi merdeka yang tidak tergantung kepada pejabat manapun untuk tumbuh dan berkembang menjadikan guru lebih berkualitas dan pendidikan Indonesia yang lebih baik. Yang mensyahkan dan mengakui IGI sebagai organisasi profesi guru bukan Anies Baswedan teapi Kementrian Hukum dan HAM. Jadi anggapan bahwa IGI diakui lalu ditetapkan atau disyahkan oleh AB adalah anggapan yang sama sekali keliru yang berasal dari pikiran yang kurang mendalam.

5. IGI BUKAN PENGEMIS MODERN yang akan mati suri karena tidak ada suply dana dan dukungan pejabat. Untuk menghidupkan organisasi, IGI tidak  mengandalkan pejabat untuk menakut-nakuti guru dan memotong gaji guru tanpa pertanggungjawaban yang jelas. IGI adalah organisasi profesi guru modern yang independen dan hidup dari kreativitas dan daya nalar tinggi untuk menggali dana dalam menjaga keberlangsungan jalannya roda organisasi sekaligus  memintarkan dan mensejahterakan anggotanya dengan akal budi yang tinggi. IGI dari guru, oleh guru dan untuk guru. Bukan untuk dosen atau pejabat yang mengatasnamakan guru. Moto sharing and growing together sudah membuktikan pertumbuhan dan perkembangan IGI yang semakin pesat selama ini. Atas izin Allah IGI semakin dikenal dan dicintai guru walaupun ada pihak-pihak lain yang senantiasa menghalang-halangi dan berusaha mematikan IGI dengan segala cara termasuk dengan FITNAH YANG KEJI.

6. Sebenarnya saat ini IGI semakin berjaya karena semakin banyak cabang yang berdiri. Pemanfaatan IT dan pembinaan guru  melalui media sosial sangat luar biasa berguna untuk menciptakan pelatihan-pelatihan online dan kelas-kelas Virtual dalam rangka peningkatan kompetensi guru. IGI juga  selalu berjuang untk guru. Itu semua bisa terwujud  karena para guru prestasi dan pakar-pakar IT based learning bergabung di IGI. IGI juga selalu berusaha memberikan perlindungan terhadap guru, meningkatkan keprofesian  guru dan berbagai kegiatan lain yg selalu  rutin dilaksanakan oleh IGI, dan semua itu BENAR.

7. Segala bentuk kegiatan yg dilakukan oleh IGI berorientasi pada usaha NON PROFIT. IGI justeru memberdayakan guru dengan membayar harga murah bahkan gratis pada setiap kegiatan pelatihan dan seminar terutama untuk anggota resmi IGI. Termasuk kegiatan yg dilakukan bekerjasama dengan Samsung, IGI dalam program SAGUSATAB (satu guru satu tablet) meluncurkan GERAKAN LITERASI PRODUKTIF BERBASIS IT yang dilengkapi dengan metode MENEMU BALING ( menulis dengan mulut membaca dengan telinga), SAGUSA-BU,  SAGUSA-KTI,  SAGUSA-NOV,  SAGUSA-BLOG, SAGUSA-MPI, SAGISANDRO  dan lain-lain yang dilatihkan dengan cuma-cuma. TIDAK ADA program seharga 7 juta yang digembar-gemborkan pemfitnah.  Yang ada justeru pelayanan kepada guru yang ingin melek IT dan mendukung program paperless learning dengan menyediakan tablet yang sudah dibandroll dengan konten edukasi dan pelatihan gratis  yg  bisa diakses  oleh guru dengan harga 9% lebih murah untuk anggota IGI, dengan trincian 3%  untuk anggota dan 6% untuk organisasi. Dari 6% tersebut IGI daerah mendapat 3%, IGI wilayah 2%, dan IGI pusat 1%. Semuanya Fair dan transparan. Kalau kata-kata “karena promosinya bagus, maka banyak guru yg tergiur utk membeli meskipun harus dicicil”, ini kami setuju.

8. TIDAK ADA modus bisnis terselubung dan ini sudah diketahui oleh semua anggota IGI di Indonesia, bukan cuma sebahagian guru di Sulsel.  MRR bukan saja hijrah ke Sulbar, tapi berkeliling Indonesia bahkan DENGAN MEROGOH KOCEK SENDIRI! Beliau menelusuri  dari kabupaten ke kabupaten dari Aceh sampai Papua. Tujuannya adalah mengajak guru Indonesia lebih merdeka,  kompeten, berakhlak mulia, dan trampil sebagai guru di abad ke-21 sehingga tingkat literasi muridnya tidak lagi memalukan di kancah dunia. Selain itu agar guru keluar dari zona nyaman, semakin pintar, tidak mudah dibodohi dan dipungli,  serta tidak meninggalkan generasi yang lemah dibelakang!

Sekali lagi silakan kunjungi www.igi.or.id dan www.anggota.igi.or.id. untuk lebih melihat bukti-buktinya secara nyata.

 

 

Semarang, 17 November 2016

Sekjen IGI

 

Mampuono

 

Comments

comments

3 KOMENTAR

  1. kolaborasi pimpinan dan sekjen yang luar biasa, semakin yakin kedepan IGI akan mnjdi organisasi profesi yang besar.. selalu istiqamah dlm mendidik para guru…

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here