IGI Kota Surabaya Gelar Pelatihan E-Book (Buku Ajar Elektronik Interaktif) Untuk Kegiatan Mengajar

0
313

Mendidik generasi zaman now atau yang biasa disebut generasi milenial, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi sang pendidik notabene berasal dari generasi yang berbeda dengan peserta didiknya. Perbedaan generasi inilah yang sering menjadi penyebab misskomunikasi antara pendidik dengan peserta didiknya.

Banyak kasus terjadi, konflik antara pendidik dan peserta Didik terjadi karena masing-masing pihak bersikukuh dengan gayanya masing-masing. Sang pendidik memaksa peserta didiknya untuk mengikuti pola pembelajaran model “old” pada jamannya, sedangkan para peserta Didik mulai kebosanan dengan pola pembelajaran yang mereka ikuti, sehingga akhirnya mereka mulai melakukan berbagai macam pembangkangan.

Haruskah keadaan seperti ini terus berlanjut? Tentu saja jawabannya tidak. Dari sekian banyak analisis dan jalan keluar yang diberikan, menyebutkan bahwa sang pendidiklah yang harus membuat sebuah pola pembelajaran yang sesuai dengan generasi milenial zaman sekarang. Dengan demikian, mau tidak mau, sang Pendidik harus kembali belajar untuk menemukan inovasi-inovasi baru yang bisa diterapkan dalam pembelajaran.

Memahami akan kebutuhan para Pendidik tersebut, IGI Kota Surabaya sebagai organisasi profesi yang fokus pada peningkatan mutu para pendidik telah menyelenggarakan banyak pelatihan yang berkaitan dengan inovasi-inovasi pembelajaran, salah satunya adalah pelatihan Kujareaktif (Buku Ajar Elektronik Interkatif) untuk kegiatan mengajar. Pelatihan ini dilaksanakan dengan system In dan ON dengan akumulasi waktu 32 JP. Pelaksanaan pelatihan In hari pertama dimulai pada hari sabtu, 23 pebruari 2019 melalui group WA. Pada sesi ini peserta diberi materi tentang pengertian Buku ajar elektronik interkatif, membuat materi buku ajar minimal 1 KD dan segala hal yang harus dipersiapkan untuk pertemuan kedua.

Pelatihan In hari kedua dilaksanakan pada hari minggu, 24 pebruari 2019 di Hotel Santika, jl. Pandegiling 45 Surabaya. Sungguh diluar ekspetasi, pelatihan yang ditarget diikuti oleh 30 peserta, justru diikuti oleh 73 peserta yang berasal dari jenjang SD, SMP dan SMA wilayah Surabaya dan Madura. Menanggapi hal tersebut, Atiko sebagai bendahara sekaligus EO dengan cekatan melakukan lobi dengan pihak Hotel sehingga pelatihan bisa dialihkan ke ruang Bromo dengan kapasitas yang memadai. Tepat jam 08.30 kegiatan dimulai dengan acara pembukaan yang terdiri dari menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Mars IGI, Sambutan Ketua IGI Kota Surabaya dan Doa.

Dalam sambutannya, Cicik Sri Wulandari selaku ketua IGI Kota Surabaya menyampaikan pentingnya untuk terus meningkatkan kompetensi para guru. Dalam makolahnya beliu menyampaikan, “Guru pantang mengajar sebelum belajar”. Disamping itu, beliau juga memacu para peserta untuk menghasilkan karya – karya yang bisa dipublikasikan seperti buku, media pembelajaran, metode pembelajaran, dsb.

Selesai acara pembukaan, pelatihan langsung mulai dipandu oleh Sugeng Setiyo Budi sebagai Nara Sumber. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk belajar membuat Buku ajar elektronik interaktif sesuai dengan mapelnya masing-masing menggunakan software Kotobee Author. Sugeng dalam penjelasannya mengatakan bahwa pemilihan Kotobee Author sebagai software utama pembuatan Buku ajar elektronik interaktif didasarkan pada interface software yang sederhana, kemudahan dalam pembuatan dan dukungan ekspor file yang beraneka ragam. Dan yang paling utama adalah tersedianya program registrasi gratis sehingga software bisa digunakan dengan bebas, walaupun ada sebagian kecil fitur yang tidak bisa terpakai.

Semangat yang luar biasa untuk belajar sampai bisa dan menghasilkan karya nyata sebuah buku ajar elektronik interkatif ditunjukkan oleh para peserta pelatihan. Sebagian besar peserta masih saja berkutat didepan laptopnya, padahal waktu istirahat telah tiba. Bahkan saat pelatihan ditutup, seolah olah peserta masih enggan meninggalkan tempat duduknya karena masih asyik menyelesaikan tugas membuat buku ajar elektronik interkatif. Dan sebuah hasil yang sangat membahagiakan, karena saat penutupan sekitar 90 % peserta telah berhasil melakukan publish buku ajar yang mereka buat pada shared library kotobee.com dan bisa diakses pada Kotobee reader.

Pada sesi pelatihan kali ini, materi yang dipelajari oleh para peserta antara lain :
1. Instalasi software Pembuat Buku Ajar Elektronik Interaktif, Kotobee Author.
2. Mengenal interface Kotobee Author.
3. Design Buku Ajar.
4. Lay out materi.
5. Insert teks, Audio dan video.
6. Import materi buku ajar.
7. Insert Quiz offline.
8. Insert Ulangan online.
9. Export Buku Ajar Elektronik interaktif kedalam berbagai file dan media.
10. Cara mengakses Buku Ajar Interaktif.
11. Teknik implementasi Buku Ajar Elektronik dalam KBM dan sebagai PR.

Sesi In kedua telah ditutup, namun demikian pelatihan belumlah usai. Peserta masih terus melakukan diskusi melalui group WA tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pembuatan Buku ajar elektronik interaktif dan dilanjutkan dengan Sesi On selama 1 minggu, dimana para peserta bertugas untuk membuat sebuah buku ajar elektronik interkatif yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran.

Ref. IGI Surabaya

Comments

comments