Guru Praktek Pembuatan Teknologi Tepat Guna dengan Kanal Sagusateg (2)

0
419

Guru Praktek Pembuatan Teknologi Tepat Guna dengan Kanal Sagusateg

Episode 2
Belajar Teknologi Tepat Guna dengan Praktik Langsung

Workshop Sagusateg (Satu Guru Satu Teknologi Tepat Guna) terselenggara berkat kerjasama antara Pengurus Wilayah ( PW) IGI Bali dengan Kanal Sagusateg yang dilaksanakan pada tanggal 24 November 2018. Bertempat di LPMP Bali, jumlah peserta workshop sebanyak 83 peserta.

Kanal Sagusateg adalah sebuah kanal pelatihan IGI yang mengajak para guru pada tingkatan apa saja dan mata pelajaran apa saja untuk membuat karya inovatif berupa teknologi tepat guna, TTG ini selain bisa digunakan untuk keperluan naik pangkat, lomba inovasi pembelajaran, lomba TTG, juga wujud kepedulian guru terhadap masyarakat dan lingkungan.

Karya Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) wawasannya lebih luas dibanding dengan Karya Tulis Ilmiah (KTI), TTG memiliki kelebihan banyak yaitu untuk mencarikan solusi masyarakat tentang masalah di lingkungan yg sedang dihadapi dengan adanya Teknologi Tepat Guna (TTG ) akan muncullah alat-alat praktis atau produk sebagai karya inovasi TTG.

Pelaksanaan workshop ini dimulai dengan materi pengenalan tentang Sagusateg dan apa untungnya membuat teknologi tepat guna, yang disampaikan oleh Founder Sagusateg yaitu Ibu Zulfah Magdalena, S.Pd., M.Si, Selanjutnya dilanjutkan oleh Ibu Dra Dyah Istami Suharti, M. KPd dengan materi Metode Ilmiah dan Format laporan Karya Inovasi Teknologi Tepat Guna yang selanjutnya dilanjutkan oleh Bapak Damsianus Sepolu Tukan, S.Pd dengan materi Energi Terbarukan. Setelah pembekalan dilanjutkan dengan praktek pembuatan teknologi tepat guna dari bahan sederhana dan yang terdapat disekitar lingkungan peserta.

Pada praktek kali ini, para peserta dipinta untuk membawa tanah dan air disekitar tempat tinggalnya, kemudoan diuji coba daya hantar listriknya dan dilakukan uji nyala, secara berkelompok peserta melaksanakan prsktek dibimbing langsung oleh 3 tim pelatih Sagusateg, selanjutnya perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penelitiannya. Setiap kelompok yang telah presntasi diberikan masukan dari judul sampai terkahir, sehingga diharapakan setelah selesai pelatihan minimal para pesertta sudah tahu format laporan teknologi tepat guna dan bisa melanjutkan penelitiannya di sekolah maupun di tempat tinggal.

Selain pelaksanaan praktek langsung dalam pembuataj baterai dari tanah juga dilakukan dwmontrasi alat twknologi tepat guna yang telah dihasilkan yaitu TTG Turbin Vertikal tenaga angin sepeda motor, dimana dengan alat dan bahan sederhana bisa menghasilkan alat yang berguna dan bermanfaat.

Pada kesempatan itu, Ibu Dra Dyah juga menerangkan teknologi tepat guna yang telah dibuat dengan judul OPTIMALISASI LIMBAH KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI FIAH BLEACHING BIOSENSOR BERBASIS IMMOBILIZATION TECHNOLOGY

Penelitian ini menghasilkan fish bleaching biosensor yang dapat membantu masyarakat digunakan sebagai detektor pemutih pada ikan.
Hasil penelitian : Melalui ekstrak maserasi basah optimal fish bleaching biosensor dapat mendeteksi adanya pemutih pada ikan.

Yang kedua berjudul PENGARUH LIMBAH BATANG PISANG (Musa paradisiaca) SEBAGAI ALTERNATIF PENJERNIHAN AIR DALAM UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR . Hasil penjernihan air yg menggunakan limbah batang pisang didapatkan air yang kondisinya jernih, bersih dan tidak berbau.

Dalam pembuatan teknologi tepat guna dengan praktek langsung, membuat Peserta workshop sangat antusias sekali dan materi TTG ini sangat diperlukan oleh Bpk Ibu Guru karena mereka banyak yang tidak tahu bagaimana caranya membuat karya tulis ilmiah terutama karya inovasi TTG.
Dengan adanya workshop TTG Bpk Ibu Guru merasa terinspirasi untuk membuka ide-ide yg ingin dituangkan dakam tulisan TTG. Untuk hasil maksimal sebaiknya workshop TTG diadakan 2 atau 3 hari sehingga setiap peserta diharapkan bisa menghasilkan karya TTG.

Balangan, 13 Desember 2019

Founder Sagusateg
Zulfah Magdalena

Comments

comments