Catatan Harianku Mengikuti Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan (Part 2)

0
216

Selasa, 12 Februari 2019 (hari kedua)

Pagi-pagi kami berdua sudah bangun. Anci sholat subuh dan aku pun siap-siap, karena jam 06.00 WIB kami harus berangkat ke Pusdiklat, tempat digelarnya Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019.

Tanpa membuang waktu, tepat pukul 06.00 WIB kami berdua sudah berada didalm “grab”.  Untungnya jalanan tidak begitu macet sehingga pukul 07.15 WIB kami sudah berada di Pusdiklat. Dengan bergegas kami pun masuk ke dalam Aula Garuda tempat acara dilangsungkan karena sebentar lagi sesi penyampaian materi segera dimulai.

Pukul 07.30 semua peserta diminta untuk masuk ruangan karena ada 4 pemateri yg sudah siap di depan untuk menyampaikan materi secara pleno. Adapun pemateri yang sudah siap yaitu dari 1. Menteri  PPN/Kepala Bappenas (Strategi Pengembangan SDM Berkualitas), 2. Menteri Dalam Negeri  (Hubungan Pusat dan Daerah Mengenai  Pendidikan  dan Kebudayaan),  3. Menteri Desa dan 3T (Dukungan Dana Desa untuk Pendidikan dan Kebudayaan ). 4. Wakil Menteri  Keuangan (Anggaran Pendidikan dan Kebudayaan). Keempat sesi ini dimoderatori oleh Sesjen Kemendikbud.

Kami mengikuti materi dengan seksama dari materi satu sampai materi yg ke empat.  Sampai pada sesi tanya jawab, saya sudah berkali kali berdiri tapi tidak dapat kesempatan karena terlalu byk yg berdiri. Kecewa rasanya tidak sempat bertanya, padahal aku ingin menanyakan apakah bisa IGI bermitra dengan Kementerian Desa dan 3T terutama dlm peningkatan  SDM di bidang Pendidikan. Terlihat wajah Anchi juga  kecewa karena aku tak punya kesempatan di sesi ini. Setengan ngomel dia  bilang “Ka Rose sih.. tidak mau kuajak duduk di depan”. Aku senyum-senyum saja karena aku paham kekecewaannya. Aku bilang “tenang de,  nanti  selesai acara kita kejar menterinya” kataku sekenanya agar Anci terhibur. Walaupun dalam hatiku ragu apa mungkin bisa bicara dengan Pak Menteri Desa dan 3T. Pak Menteri ini saat paparan tadi membuat  peserta  terpukau dengan perubahan wajah suatu desa sebelum  dan sesudah ada dana desa.

Tidak terasa waktu sudah pukul 09.45 dan materi selesai. Kami tidak diperkenankan keluar dari ruangan, karena sebentar lagi akan dilakukan  pembukaan  Rembuknas 2019. Kegiatan ini akan dibuka oleh Presiden  Joko Widodo. Karena itu tidak hanya yang punya tanda peserta yang dibolehkan berada dalam ruangan. Peserta yang tidak memakai tanda pun dipersilahkan duduk di luar di bawah tenda.

Tepat pukul 10.00 wib,  Presiden  Joko Wi,  hadir dalam ruangan acara. Maka acarapun segera dimulai.  Aku dan Anchi terpana saja melihat begitu sibuknya paspamres dan panitia  mengatur semuanya. Aku pikir wajar saja karena yang datang adalah RI 1, jadi standar acara maupun pengamanan  harus benar benar maksimal. Kami berdua duduk di deret no 3. Anchi sekali lagi ajak aku ke depan “ka kita duduk di depan saja katanya itu ada kursi kosong”. Aku menolak, jawabku “De.. kita di sini saja siapa tau itu dipersiapkan untuk orang lain”. Kulihat wajah Anci cemberut karena aku menolak. Sambil dia ngomel “Ih… ka Rose selalu menolak nanti kita IGI tidak terlihat lho ka”. He.. he.. aku tersenyum saja mendengar kata-kata Anci. Aku tahu adeku ini maksudnya baik , dia ingin IGI juga mendapatkan tempat di depan. Lalu aku jawab “Tenang Ci…  nanti ka Rose buat orang di ruangan ini tahu siapa itu IGI”, jawabku spontan,  sekalian menghibur  agar Anci tak sebel  lagi dgn aku he.. he..

Singkat cerita, acara peresmian  pembukaan pun di mulai. Diawali dengan tarian daerah,  laporan dari Mendikbud,  dan acara puncak Sambutan  Presiden RI Joko Widodo. Beliau menyampaikan tentang banyak hal yang sudah pemerintah lakukan. Intinya pak Presiden menekankan tentang pemerataan  pembangunan sebagai wujud sila ke 5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dengan pembangunan yang merata maka persatuan Indonesia bisa terjaga (kira kita begitu yg bisa aku tangkap).

Acara pembukaan Rembuknas selesai pukul 11.30 wib dengan ditutup dengan doa. Selanjutnya rombongan  Presiden  didampingi  Mendikbud  langsung  menuju arena pameran  untuk membuka sekaligus meninjau stand pameran .

Peserta kemudian diberi waktu sekitar 10 menit untuk break. Tanpa menyia-nyiakan waktu yang ada, Aku dan Anci segera keluar ruangan. Tujuan utama kami berdua adalah mengejar Menteri Desa dan 3T.  Benar sekali dugaan kami, beliau masih berada di dekat pintu keluar. Kami pun bersalaman dan mohon ijin berpoto dengan beliau. Sambil berpoto saya sampaikan bahwa IGI ingin sekali bekerja sama dengan Kementerian Desa dan 3T dan kami ingin bersilahturahmi ke Pa Menteri. Beliau mengiyakan dan mempersilahkan IGI untuk bersilaturahmi ke Kantor beliau. Aku dan Anchi pun senang sekali ketemu beliau.

Peserta  tetap berada di dalam ruangan, karena sesisi berikutnya akan dimulai. Materi selanjutnya yaitu tentang Pengawasan dan Antikorupsi Anggaran Pendidikan  yang disampaikan oleh wakil ketua KPK Saut Sitomorang.

Kali ini aku tidak menolak ajakan Anci untuk duduk di depan. Karena aku sangat tertarik  dengan materi ini.  Apalagi mengingat  IGI merupakan  mitra KPK. Dalam hal men-syiarkan  tentang pendidik  yang berintegritas  melalui kanal pelatihan ” Sagupegtas” yaitu satu guru penggerak  Integritas.

Wakil Ketua KPK, pak Saut Situmorang  langsung menyampaikan  materi tanpa pake moderator. Aku suka sekali style beliau, seperti seorang  guru yang mengajar, sangat bersaja dan  komunikatif sekali.

Ternyata  beliau aslinya sangat  beda dengan yang biasa aku lihat di media. Di televisi terlibat sangar, tapi ternyata  pa Saut orangnya ramah. Beliau menyampaikan materi dengan lugas. Intinya beliau ingin  “kejujuran” itu diajarkan sejak dini kepada anak-anak kita. Beliau katakan,  KPK sebenarnya sangat gencar malakukan pencegahan  melalui sosialisasi  tentang antikorupsi, tapi sayangnya yang banyak terekspos media lebih banyak berupa penindakan.

Pukul 12.10, Beliau selesai menyampaikan materi, kemudian dilanjutkan dgn sesi tanya jawab. Tidak membuang waktu, saat diberikan kesempatan bertanya aku langsung  berdiri, kulihat ada beberapa  orang juga berdiri bersamaan denganku. Setelah beberapa orang bertanya, sampailah giliran aku untuk bertanya/menyampaikan  pendapat.

Beberapa  poin aku sampaikan di kesempatan  yang berharga ini di mana Semua Kadisdik  kab/ kota dan Propinsi berhadir di sini.

Yang pertama: Aku sampaikan tentang IGI. Bahwa IGI merupakan salah satu orprof guru yang secara fakta maupun hukum sudah di akui. IGI sudah hadir di semua propinsi di Seluruh Indonesia. Hampir semua kab./kota IGI sudah berdiri. Sejak 2009, IGI sudah eksis melakukan berbagai kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan  kompetensi guru.

Sejak 2016 kepemimpinan Muhammad Ramli Rahim,  IGI bergerak  pesat,  hampir tiap hari di seluruh  Nusantara  ada kegiatan pelatihan, seminar, workshop dan lainnya yang dilakukan oleh IGI. Karena memang fokus utama IGI adalah Peningkatan  Kompetensi Guru.

Yang Kedua: IGI memgucapkan terima kasih kepada KPK yg sudah mengapresiasi gerakan IGI. Setiap ada kegiatan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, KPK selalu melibatkan IGI. Bahkan beberapa  waktu yang lalu KPK meminta Ketum IGI sebagai narasumber untuk kegiatan  yang ada kaitannya dengan upaya penguatan integritas di kalangan pendidik.

Aku juga menyampaikan bahwa IGI sangat konsen dgn masalah antikorupsi,  bahkan IGI punya kanal khusus untuk itu yaitu ”  Sagupegtas ” Satu Guru Pengerak Integritas”

Ketiga : Aku menyampaikan masukan untuk KPK untuk lebih memperbanyak lagi kegiatan-kegiatan yang melibatkan orprof dan IGI selalu siap untuk itu.

Keempat: Di akhir penyampaianku, aku meminta kiranya semua Kadisdik di seluruh Indonesia tak perlu kuatir bekerjasama dengan IGI. Karena IGI fokus ke peningkatan kompetensi guru.

Kupergunakan waktu yang singkat untuk menyampaikan tentang IGI. Karena kami yakin tidak semua yang hadir di ruangan itu tahu persis tentang IGI dan gerakan untuk pendidikan di Indonesia.

Sekitar 3 menit aku bicara, lumayanlah he he… Begitu aku duduk Anchi langsung bilang “Ya kan ka Rose,  coba dari tadi kita duduk di depan pasti kaka dapat kesempatan dari tadi pagi”, Aku senyum-senyum saja karena apa yang dikatakan Anci itu benar adanya.

Tak terasa waktu sudah pukul 12.30, saatnya untuk isirahat  makan siang.  Kami berdua pun bergegas ambil posisi supaya dapat berpoto bersama Wakil Ketua KPK pak Saut Situmorang. Walaupun kejepit kita tetap kejepret juga.

Selesai foto-foto dengan wakil ketua KPK, kami berdua bergegas menuju ruang makan. Belum sampai ke ruang makan, ternyata banyak kadisdik dari kab kota yang mendatangi kami. Mereka ingin tahu lebih banyak tentang IGI, agar mereka tidak ragu untuk bermitra dgn IGI.

Saat makan siang pun kami gunakan waktu untuk mensyiarkan IGI ke pada semua orang yg kami jumpai. Rata rata mereka adalah para kadisdik kab/ kota maupun dari propinsinsi dari seluruh Indonesia.

Catatan kecil ini masih berlanjut masih byk.keseruan keseruan lagi pada part 3 nanti …

by Rose
Ketua Harian 1 PP IGI

Comments

comments