BANTEN ITU TERNYATA SANGAT BUTUH IGI

0
753

Begitu saya menuntaskan presentase di Aula Universitas Banten Jaya. Beberapa guru yang kebetulan ikut karena dapat info-info liar langsung mendekat, mereka meminta saya agar datang ke kabupaten/kota mereka juga. Apa yang mereka harapkan ternyata ada dalam tubuh Ikatan Guru Indonesia.

IGI Banten yang lama tak bergerak ini akhirnya bergerak, saya pun yakin 4 kabupaten dan 4 kota di Banten akan tumbuh subur IGI-nya jika Wilayah terus bergerak mendorong bergeraknya IGI di kabupaten/kota.

Saya sampaikan, pelantikan IGI Wilayah, IGI Kota Tangsel, IGI Kota Tangerang, IGI Pandeglang dan IGI Serang ini adalah kegiatan terakhir yang diselenggarakan IGI wilayah, kegiatan selanjutnya semuanya berbasis kabupaten/kota. Kesuksesan IGI Wilayah bukan pada seberapa banyak kegiatan yang diselenggarakan tapi pada kemampuannya menggerakkan IGI daerah untuk bergerak dan meningkatkan sisfo IGI. Para pelatih hebat yang kebetulan jadi pengurus daerah jauh lebih baik jika ditarik ke pengurus wilayah agar mereka bisa turun ke daerah-daerah melatih guru-guru di daerah.
Hampir semua pengurus wilayah yang sibuk sendiri dengan begitu banyak kegiatan wilayah akan stagnan, apalagi jika pengurus wilayahnya mati suri atau tidur panjang, maka yakinlah daerah-daerahnya akan ikut mati suri dan mimpi panjang.
IGI sudah diatur sedemikian rupa agar bergerak dari bawah, IGI harus hadir di seluruh Indonesia untuk memberi manfaat bagi seluruh guru Indonesia.

“Pak Ramli, beberapa orang kami ajak, malah mereka enggan untuk ikut dan katanya, kami sajalah yang ikut, biar nanti kami belajar sama kamu, tapi banyak juga yang mau ikut karena merasa butuh tapi bagaimana caranya saya mengajak yang tidak mau pak?” tanya salah seorang peserta dari Tangsel.
Saya kemudian sampaikan bahwa IGI itu lahir dari kesadaran, maka jika kebenaran sudah disampaikan, sudah terang benderang dan mereka tidak mau, segera ditinggalkan, IGI hadir untuk memberi manfaat bagi guru yang “MAU” bukan guru yang tak mau berkembang. Mereka bergabung ke IGI karena kesadaran, bukan karena intimidasi dan pemaksaan.
“Iya pak, untung IGI ini ada, jika IGI tak ada maka selamanya kami ini dalam ketertinggalan, MGMP saya saja pak sudah hampir mati, mereka hidup segan matipun tak mau” kata salah salah seorang peserta lainnya.


Alhamdulillah, Tiga hari di Banten bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Jadi kawan-kawan, saya tidak pernah pecaya yang mengatakan “daerah kami susah pak, daerah kami beda dengan yang lain, …..di daerah kami sangat kuat pak” mohon maaf, saya yakin itu terjadi karena belum semua usaha dilakukan. Paling juga baru memasukkan batu-batu besar ke dalam ember, belum masukkan batu-batu kecil, belum masukkan pasir, belum masukkan kopi dan pastinya belum menuang air. Faktanya, sudah lama guru-guru di Banten butuh IGI.


Tubagus Saiful Bahri,Ketua Wilayah IGI Banten saya yakin bisa menggerakkan Banten. Tampan, energik, cerdas dan punya jaringan kuat adalah modal kuat untuk menggerakkan 8 kabupaten/kota di Banten, apalagi ada Ketua Bidang Kewirausaah IGI Pusat, Ekowanto di yang selalu ikut bergerak. Ada Ibu Renelita, Guru hebat tak kenal lelah yang jadi Bendahara IGI Banten. Saya yakin, Sisfo IGI Banten segera bergerak naik.
Kegiatan tersebut juga didukung oleh Universitas Banten Jaya yang menghadirkan wakil rektornya  dan Ika Unbaja yang menghadirkan ketua Ika Unbaja

Serang, 22 Oktober 2016

Muhammad Ramli Rahim

Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here