TRAINING OF COACH, INDAHNYA BERBAGI DAN TUMBUH BERSAMA

0
538

Jurniati – Guru SMK Negeri 1 Rangas Mamuju

Training of coach (TOC) yang diselenggarakan oleh IGI Wilayah Sulawesi Barat tanggal 14-17 desember 2016 diikuti oleh masing-masing 7 orang utusan pengurus daerah IGI di wilayah Sulawesi Barat. Tidak mudah untuk bisa jadi peserta kegiatan ini karena tentu masing-masing pengurus daerah sudah menunjuk nama-nama untuk direkomendasikan menjadi peserta, namun berkat bantuan ibu Mira Pasolong saya akhirnya masuk juga jadi peserta walaupun pas bersamaan dengan ujian semester berbasis CBT di sekolah, dan alhasil saya tidak bisa mengikuti pembukaan sebagaimana peserta lain. Namun dengan keterbatasan waktu saya berusaha menghadiri materi demi materi yang disajikan, dan Alhamdulillah semua materi bisa saya simak.

Hari pertama adalah materi Animasi Drawing dengan menggunakan aplikasi Videoscribe. Materi ini tidak terlalu sulit untuk saya cerna karena kebetulan sudah pernah mengikuti pelatihan sejenis sebelumnya. Hari kedua materinya adalah pembuatan aplikasi bahan ajar berbasis Android dengan menggunakan software APKoleh Mas Elyas pemateri dari IGI Yogyakarta. Woww….. inilah materi yang lama saya idam-idamkan untuk bisa saya kerjakan sendiri. Sudah lama saya ingin membuat aplikasi pembelajaran berbasis android, karena android merupakan barang idaman setiap anak muda masa kini, tak terkecuali dengan siswa-siswa saya. Saya bercita-cita ingin membuat mereka cinta dengan pelajaran lewat media yang mereka sukai, termasuk dengan android, karena mereka lebih bersahabat dengan android dari pada buku pelajaran.

Saya sangat antusias mengikuti materi walaupun selalu ketinggalan akibat sinyal paket data yang tidak bersahabat alias lelep. Untung ada seorang peserta yang notabene mahasiswanya ibu Mira Pasolong mau berbagi wifi denganku sehingga ketinggalanku tidak terlalu jauh. Sebuah hikmah yang jarang didapatkan di tempat lain ternyata saya dapatkan di IGI. Selepas pelatihan, malamnya saya mencoba kembali apa yang dilakukan di siang hari karena sinyal speedy di rumah mendukung. Dengan modal pengalaman minim dan materi dengan format pdf saya mencoba dan terus mencoba sampai akhirnya bisa membuat project berbasis APK, walaupun sampai sekarang project tersebut belum sempurna, tapi setidaknya saya sudah mengetahui cara membuka, building aplication, serta cara mengunggah project ke telegram dan WA untuk bisa diunduh oleh siswa-siswa saya. Terima kasih saya ucapkan pada IGI wilayah Sulawesi Barat dan pak pemateri atas ilmu baru yang telah diberikan, serta adindaku Kaharuddin yang selalu siap membantu mengatasi masalah pembuatan aplikasi tersebut.

Hari ketiga ditutup dengan materi Sagusaku dari ibu Mira Pasolong. Usai materi ini saya kembali bersemangat untuk membuat sebuah buku pelajaran yang diterbitkan dengan memiliki ISBN karena itu merupakan cita-cita saya sejak lama, apalagi menurut ibu Mira Pasolong pihak IGI bisa membantu penerbitan buku anggotanya, maka lengkaplah semangat saya untuk mewujudkan satu demi satu impian yang selalu tertunda. Selama ini banyak yang bisa saya kerjakan tetapi susah untuk memulainya karena tidak tahu apa langkah yang harus saya lakukan, tapi ternyata setelah saya bergabung dengan IGI dan terkhusus setelah mengikuti TOC IGI, semua itu sudah mempunyai titik terang untuk bisa diwujudkan. Terima kasih informasinya bu Mira Pasolong, sekali lagi berbagi itu nampak indah dalam kebersamaan.

Persyaratan yang menyatakan bahwa alumni TOC harus siap untuk melatih guru-guru tanpa mengharapkan imbalan sudah saya tanamkan di benak saya bahwa suatu hari jika saya ditunjuk untuk melaksanakan tugas mulia tersebut akan saya laksanakan dengan penuh tanggung jawab, karena ilmu yang saya dapatkan jauh lebih banyak dari pengetahuan yang saya bisa bagikan kepada orang lain. Lewat tulisan ini juga saya haturkan terima kasih kepadaMr. Hilman Patturusi Ketua IGI Wilayah Sulawesi Barat, Mr Sutikno selaku Sekum IGI Wilayah Sulbar, dan Mr. Gafur Waketum IGI Sulawesi Barat atas bantuan dan pendampingannya setelah saya mendapatkan “kemarahan” dari seseorang atas draft tulisan saya yang notabene mengkritisi kinerja pengawas dan kepala sekolah. Saya yakin dengan IGI para guru akan lebih tenang mengeluarkan pendapat yang memang dijamin dalam UU no. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 39.

Buat IGI Sulawesi Barat “TERUSLAH MENDORONG KOMPETENSI GURU DAN MEMBERIKAN PERLINDUNGAN (ADVOKASI) GURU DI SULAWESI BARAT.” Dengan IGI InsyaAllah guru bisa tumbuh dan berkembang…… Aaamiin.

Mamuju, Januari 2017

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here