SEPENGGAL KENANGAN BERSAMA IGI DAN TOT LITERASI BERBASIS IT DI SURABAYA

0
664

SEPENGGAL KENANGAN BERSAMA IGI DAN TOT LITERASI BERBASIS IT DI SURABAYA

arbain

Oleh : Arbain Yusran
Peserta Mandiri TOT Literasi 2016 dari Banjarmasin Kalsel

Aku termasuk orang yang masih belia dalam dunia pendidikan, aku mulai berkecimpung di dunia pendidikan baru sejak Maret 2004 yang lalu, karena meski sebelumnya latar belakang pendidikan yang kutempuh berbasis pendidikan, tetapi aku tidak berminat jadi guru ketika masih kuliah dulu, bahkan dan “sombong”nya, dulu aku sering bertanya dengan teman-teman yang sudah mengajar lama tetapi masih berstatus honor, berapa honor yang mereka dapatkan? Jawaban yang aku dapatkan sungguh sangat memilukan, sangat tidak manusiawi, bayangkan di tahun itu ada yang mereka hanya 50rb, 75rb paling tinggi 150rb.. hoh sungguh sulit dibayangkan, tentu jauh dari mencukupi, tetapi dalam benakku juga sering bertanya mengapa banyak orang yang yang senang menjadi guru?

Sementara waktu terus berjalan, sejak lulus kuliah dari Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin Desember 2000, aku mencoba untuk bekerja di beberapa perusahaan tidak ada yang cocok, kemudian aku juga mencoba lapangan kerja sendiri, namun deraan gelombang cobaan dalam dunia usaha silih berganti datangnya, puncaknya akhirnya aku bangkrut, usaha sudah tidak bisa jalan dan hutang sana sini masih menumpuk. Akhirnya dalam kegamangan hidup seorang sarjana pendidikan yang berstatus pengangguran ketika itu, berpikir keras kenapa perjalan hidup harus seperti ini, akhir terbersit di benak untuk mencoba menata hidup dengan pola baru, berpikir ke belakang dengan bekal ilmu pendidikan yang di dapat di bangku kuliah dulu, dan pengalaman yang di dapat oleh teman-teman yang sudah jadi guru mereka tampaknya bahagia meski honor yang didapat jauh dari membahagiakan. Maka sejak Maret 2004 berbetulan ada teman yang keluar dari MTs Negeri di Banjarmasin yang berhenti mengajar karena status juga honor, kemudian aku setujui untuk masuk jadi guru di sekolah itu sejak itu.

Aku menjalani kehidupan baru sebagai seorang guru honor di madrasah itu. Hari berlalu berganti minggu, minggu berganti bulan dan berganti tahun.. ternyata tanpa terasa sudah 14 tahun aku jalani profesi ini, tentu memang ada pahit manis yang kudapatkan, tetapi ada kebahagiaan bathin yang kudapatkan ketika menjadi guru, karena bisa memberikan sesuatu ilmu kepada orang lain..yang pastinya ilmu itu akan digunakannya dalam kehidupan mereka, ini adalah kunci kebahagiaan guru, guru bisa memberi meski hanya sedikit.

Sementara waktu terus berjalan, aku ikut berbagai organisasi kemasyarakatan juga keagamaan, termasuk juga aku ikut organisasi profesi keguruaan. Kemudian di tahun 2009 aku diajak dan dikenalkan organisasi perkumpulan guru dengan nama “Club Guru” ketika itu oleh sahabatku Bapak Abdul Halim kakak angkatan kuliah dulu, yang kukenal sebagai sebagai seorang aktivis kampus dan sebagai ketua senat mahasiswa institute ketika itu, dan aku juga ikut dikepengurusannya.

Tertarik dengan profil dan tawaran kegiatannya yang focus pada peningkatan kualitas dan kompetensi guru, maka sejak itu aku gabung didalamnya, dan diamanahi sebagai wakil sekretaris wilayah, sekretarisnya Pak Gusti Surian, Bendaharanya Pak Hambrani dan Ketua Wilayahnya Bapak Abdul Halim sendiri. Pada perjalananya banyak kegiatan yang dilaksanakan, baik dalam lingkup kecil diskusi pengurus, atau lingkup luas dalam seminar, loka karya dan lain sebagai dilakukan. Termasuk sampai lingkup nasional aku sempat ikuti, baik pra kongres dan rapat kerja nasional di Surabaya tahun 2010 ketika itu sempat aku ikuti, dimana aku sempat ketemu dengan guru-guru hebat saat itu. Di berbagai kegiatan itulah kemudian aku mengenal maestro IGI atau klub guru sebelumnya, ada Pak Satria Darma, Pak Nanang Ahmad Rizali, Pak Muhammad Ihsan dan yang lainnya..

Pak Satria Darma menurutku adalah maestro yang bisa dijadikan contoh orang yang sangat peduli dengan pendidikan, bahkan dia rela mengorbankan masa depan dirinya ketika pada masa lalu saat itu semua PNS wajib masuk partai politik tertentu, tetapi dia yakini bisa membelenggu dirinya untuk berkarya bebas untuk pendidikan, akhirnya dia keluar dari lingkungan PNS saat itu, kemudian di luar lingkungan PNS dia bisa berkarya lebih banyak, dan benar dia bisa lebih besar karya untuk pendidikan di Indonesia. Pak Nanang Ahmad Rizali dan Pak Muhammad Ihsan juga, aku kenal mereka adalah petualang sekeligus pejuang pendidikan yang luar biasa, “berdarah-darah” melawan keterbelengguan dan pembelengguan “pemerintah” untuk memajukan pendidikan di Indonesia.. mereka inilah yang jadi pejuang pendiri Ikatan Guru Indonesia yang dulu namanya Klub Guru.

Pada saat pergantian pengurus wilayah IGI Kalsel dari Pak Halim ke Pak Gusti Surian sebagai Ketua Wilayah aku tidak masuk dalam kepengurusan, dan seiring dengan itu hampir 5 tahunan frekuensiku mengikuti kegiatan IGI juga berkurang, tetapi identitas dan keanggotaanku sebagai anggota IGI masih tetap, bahkan di group milis igi juga aku sering komunikasi dengan guru seluruh Indonesia.. hanya saja kegiatan di daerah saja yang jarang terikuti karena juga terbentur dengan kegiatan Kuliah S2ku.. bahkan untuk acara munas kedua di Makasar pun aku tidak sempat ikut.

Akhirnya pada saat penyusunan kepengurusan IGI Wilayah Kalsel periode 2016 – 2021, beberapa kawan kembali mengajakku. Awalnya memang agak berat juga balik jadi pengurus, karena sudah lama meninggalkan kegiatan yang digelar oleh teman-teman IGI. Akan tetapi meski aku tidak secara langsung terlibat dalam kegiatan yang digelar oleh IGI tetapi teman-teman selalu menginformasikan kegiatan apa saja yang dilaksanakan. Kemudian, ketika PW IGI Kalsel akan membentuk organisasi otonomnya berupa Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (LP3G) seperti LPMP lah tetapi LP3G adalah diluar pemerintahan tepatnya bersama IGI yang konsen untuk memberikan pendidikan dan pelatihan yang berstruktur, terprogram dan sistematis. Sedangkan untuk kegiatan singkat berupa seminar, semiloka atau lainnya akan ditangani oleh pengurus daerah atau pengurus wilayah.

Karena diyakinkan oleh direktur LP3G pak Rahmani bahwa ini adalah lembaga otonom IGI maka bergabunglah aku didalamnya, sebagai salah satu direktur yang menangani guru-guru tingkat SMP/ MTs atau totur Paket B. Berbarengan dengan pelantikan pengurus wilayah dan daerah IGI sekalsel di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Pengurus LP3G pun ikut dilantik oleh pengurus wilayah.

Dari informasi yang kudapat dari teman-teman yang ikut kongres di makasar juga hasil browsing di internet kuperoleh informasi tentang susunan pengurus pusat yang dikomandani oleh Daeng MRR dan Sekjennya Pak Mampu.. yang keduanya dulu 10 tahun yang lalu aku juga sudah pernah ketemu ketika pra kongres pertama dan rakernas pertama di Surabaya, juga beberapa orang mantan pengurus wilayah Kalsel yang menjadi pengurus pusat. Dari kegiatan yang dirancamh dan direncanakan oleh komandan baru ini, terlihat luar biasa. Bahkan sudah berkeliling wilayah dan daerah Indonesia untuk mengenalkan IGI dan program igi yang konsentrasinya untuk peningkatan mutu dan kualitas kompetensi guru di Indonesia.
Dilain pihak, IGI digenjot untuk terus menjalin kerjasama dengan semua, baik pemerintah maupun swasta untuk memberikan kontribusi untuk perbaikan pendidikan, khususnya perbaikan kualitas guru. Sehingga banyak mitra yang terjalin, dengan pemerintah dirjen GTK telah memberikan peluang yang sangat luas kepada IGI untuk melakukan pelatihan kompetensi guru, kerja sama dengan LPMP seluruh Indonesia sudah dijalin, sehingga IGI berpeluang besar memperbaiki kualitas guru Indoneasia bersama pemerintah. Dengan pihak swasta dan BUMN, IGI juga sudah menjalin kerjasama dengan Garuda Indonesia, sehingga Guru anggota IGI mendapatkan diskon jika menggunakan maskapai ini dalam jika mengikuti satu kegiatan di daerah lain, selain itu IGI juga sudah menjalin kerjasama yang luarbiasa salling menguntungkan kedua belah pihak dengan Samsung. Perusahaan IT terbesar di Indonesia ini bersedia untuk menerbitkan tablet A8 yang dirancang khusus untuk pembuatan media belajar siswa, dan membantu guru untuk presentasi di dalam kelas dengan memanfaat IT tentunya.

Tentang tawaran penggunaan tablet A8 samsung, aku adalah orang pertama di Kalsel yang membelinya ketua Ketum IGI datang ke kalsel untuk mengenalkan tablet ini satu pelatihan pembuatan media belajar berbasis komik di Banjarmasin, pada pertengahan Agustus 2016 yang lalu. Aku bangga dengan bisa memiliki tablet ini sekaligus bingung cara pemakaiannya. Hingga akhirnya kebingungan itu terjawab dengan akan dilaksanakan TOT Literasi berbasis IT yang akan menggunakan tablet Samsung A8 sebagai media pembelajarannya. Awalnya aku Tanya dengan Pak Halim yang menangani kegiatan TOT ini, informasi yang kuperoleh awalnya ada yang free untuk pengurus wilayah dan pengurus dan ada yang berbayar 1juta perorang untuk peserta mandiri, maka aku sampaikan dengan Pak Halim masukkan aku sebagai calon peserta TOT meskipun harus bayar.

Mendekati hari H pemberangkatan, Pak Halim menyampaikan melalui whatsap bahwa menjadi peserta mandiri dan mendapatkan diskon 50%, sehingga aku cukup bayar 500ribu saja. Alhamdulillah dalam benakku. Meski aku harus menyiapkan ongkos tambahan tiket pulang pergi dan uang jajan lainnya, tidak mengapa pikirku yang penting aku akan mendapat ilmu pada TOT nantinya. Setelah berkoordinasi dengan yang kawan2 yang lain, ternyata dari Kalsel ada 5 orang yang menjadi peserta mandiri dan mendapatkan diskon 50%. Kami berkoordinasi sehingga bisa berangkat bersama ke Surabaya.

Hari Kamis, 6 Oktober 2016 pukul 14.00 kami sudah kumpul semua di Bandara Syamsudinnor Banjarmasin untuk terbang menggunakan maskapai lion airmenuju Surabaya, di tiket kami masing tertera jadwal penerbangan pukul 14.25 ternyata dari pihak lion tidak ada pemberitahuan akan delaynya penerbangan selama 1 jam, sehingga kami naik pesawat dan terbang menuju Surabaya di pukul 15. 35 dan sampai di Surabaya juga di jam 15.35 waktu Surabaya. Di bandara kami juga masih harus menunggu lagi selama tidak kurang dari 3 jam, karena jam 18.30 baru jemputan yang membawa kami ke tempat kegiatan di LPMP Surabaya baru tiba.

Sesampainya di LPMP surabaya, kami langsung mendapatkan kamar yang ketika kami masuk kedalamnya, kamarnya layak hotel, kemudian mandi dan makan malam, kemudian lanjut ke ruang pertemuan untuk pembukaan. Sesuai yang disampaikan di WA peserta TOT, bahwa acara TOT ini dirancang untuk sama sekali tidak melibatkan, birokrasi untuk membuka, karena ditakutkan lebih terkonsentrasi kesitu, sedang inti literasi berbasis IT tidak tersentuh, jadinya, pembukaan TOT ini hanya dibuka oleh Ketua Umum IGI yakni Bapak MRR.. sambutan pembukaan yang disampaikan oleh ketum membakar semangat peserta TOT untuk benar konsen untuk meningkatkan kompetensinya. Setelah pembukaan, acara selanjutnya materi dari Pak Gatot, tentang pembelajaran jarak jauh, ini luar biasa. Pembagian ilmu pengetahuan dan penyebaran informasi melalui dunia digital sangat baik untuk kalangan guru dan pembelajar, sehingga jarak tidak lagi jadi penghambat, proses belajar dan mengembangkan potensi dan kompetensi diri seorang guru.

Selesainya materi dari pak gatot ternyata, kegiatan masih berlangsung dengan menampilkan 6 narasumber yang akan menjadi fasilitator besok harinya… sungguh luar biasa.. ada Sekjen IGI Pak Mampu yang dengan media belajar berbasis animasinya, Pak Karim dengan keahlian Komiknya, Pak Ilyas, Mr. Mung, Pak Slamet si pengarang 173 buku media belajar berbahasa inggris itu dan yang lain.. masing-masing menawarkan keahlian yang akan mereka tularkan besok. Tanpa terasa, waktu terus berjalan, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 malam, meski begitu semua peserta sangat antusias untuk mendangarkan paparan para master TOT itu..

Hari kedua, setelah mandi dan sarapan pagi, pukul 08.00 materi training kembali digelar, ketika aku masuk ruangan ternyata peserta sudah penuh di dalam ruangan kegiatan, busyeeet kupikir, ini orang-orang pada disiplin benar. Materi kali ini disampaikan oleh Pak Banu dari Samsung, yang mengenalkan dan menjelaskan cara penggunaan Tab A8. Menarik dan menyenangkan sekali, ketika penjelasan sebagian besar peserta menggunakan tablet Samsung edisi terbaru itu. Dari penjelasan fitur-fitur yang ada di tablet itu, sampai penggunaannya ke dalam materi pelajaran didalam kelas. Semua peserta benar-benar asyik dengan materi kali ini, sampai tidak terasa waktu sudah nunjukkan pukul 12.00 padahal hari jum’at, maka dibreaklah sebentar untuk sholat jum’at dan makan siang. Pkl 13.30 kembali masuk ruang, peserta kembali menunjukkan disiplin yang tinggi, barangkali takut ketinggalan materi penting dari Samsung itu. Materi dari Pak Banu, berlangsung sampai pkl 18.00 ternyata belum selesai juga, akhirnya habis magrib jam 19.00 materi berlanjut dengan materi yang tidak kalah penting, ternyata Tablet A8 samsung, bisa jadi pengontrol kerjaan siswa, guru bisa mengontrol apa siswa belajar atau tidak bahkan bisa memproteksi dan menyetel waktu kapan saja handphone siswa bisa hidup dan mati. Materi dari Pak Banu belum habis mestinya, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, karena masih ada materi berikutnya, maka materi dari Samsung dihentikan, meski semua peserta belum maksimal memahaminya, tetapi yang sudah didapat dari Samsung sudah memadai, sebagai modal membimbing teman guru nantinya.

Acara dilanjutkan dari Ketua Umum IGI Bapak MRR yakni penjelasan tentang kewajiban peserta tot sepulangnya TOT nanti untuk melakukan pelatihan di daerah masing-masing, selesai ketum dilanjutkan dengan penjelasan masing-masing fasilitator kanal pengetahuan yang akan diikuti oleh peserta esok harinya. Tak terasa waktu terus berlalu, dan pukul 00.30 baru acara berhenti, meski semua peserta ngantuk berat, tetapi justru dengan penjelasan dipermukaan saja, menyebabkan peserta lebih penasaran mau ikut kanal apa besok hari.
Sabtu pagi, 8 oktober 2016, setelah makan pagi dan bersiap menuju aula kegiatan, para peserta sudah siap untuk menerima materi training berikutnya. Setelah pembagian kelompok Berdasarkan kanal atau keahlian yg dipilih peserta. Aku pilih kanal 1 karena sesuai dg keahlian yg kuinginkan ” membuat media belajar berbasis Android dengan fasilitatornya Bapak Mampu Sekjen IGI Pusat dan bapak Abdul Karim Master komik dari IGI Pusat.

Sesi pertama selama kurang lebih 3 jam dari jam 09.00 sampai dengan jam 12.00 disampaikan oleh Pak mampu materi yang disampaikan adalah penggunaan Android atau Tab 8 untuk menghasilkan media belajar berbasis animasi selama materi yang beliau sampaikan peserta diminta untuk membuat animasi film kartun dengan aplikasi yang di-download aflikasi kartun 2 hasilnya semua peserta diminta untuk mengirim hasil pekerjaannya. Selesai materi pertama istirahat makan siang dan sholat dzuhur. setelah itu kami lanjutkan untuk mengikuti materi yang kedua yakni penggunaan media tablet A8 untuk pembuatan komik dan power Point dan lainnya dengan fasilitator Bapak Karim.

Materi dengan Pak Karim adalah materi yang menarik, dan mampu membawa peserta tidak beranjak dari tempat duduk masing-masing untuk mengerjakan dan mempraktikkan beberapa tugas dari beliau. Karena waktu magrib sudah tiba, kegiatan dihentikan sejenak untuk makan malam dan sholat Magrib, kemudian tepat jam 07.00 malam peserta diminta masuk lagi untuk melanjutkan ini semua peserta diminta untuk membawa laptop, karena untuk materi Master Pak Karim lebih pas atau nyaman dengan menggunakan laptop lebih dulu, baru kemudian ditransfer ke tablet A8. Materi dari Pak Karim khususnya memang luar biasa, sampai-sampai peserta tidak mau berhenti, meski berkali-kali diminta untuk berhenti, sampai kemudian mantan Sekjen IGI periode sebelumnya Bapak Muhammad Ihsan datang, karena beliau diminta untuk memberikan motivasi kepada peserta TOT kali ini. Luar biasa, apa yang disampaikan oleh Pak Ihsan sungguh menggugah dan mampu membuat semangat para guru yang bisa jadi tadinya hanya merangkak sudah bisa berdiri, yang tadinya berdiri mulai bisa berjalan, dan mungkin bisa berlari untuk memperbaiki diri dan bekerjasama dengan guru-guru yang lain untuk perbaikan mutu dan kompetensi guru, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Selesai presentasi dari pak ihsan, acara dilanjutkan dengan penutupan. Pada acara penutupan juga dirangkai dengan sesederhana mungkin, sekali lagi tidak ada pejabat, hanya diisi dengan kesan dan pesan peserta dari Aceh dan NTB, mereka bercerita tentang perkembangan IGI, harapan dan tantangan di lapangan, yang memberikan semangat bagi kawan yang lain, dilanjutkan dengan sambutan ketua harian IGI Bu Rus dari Kalteng, dengan berapi-api dia membakar semangat para peserta TOT, untuk terus bergerak bersama untuk kebaikan guru semua. TOT kali ini menurutku memang luar biasa, menurut kawan-kawan juga sama, bisa dibayangkan hampir semua peserta tidak mau beranjak dari kursi belajarnya, karena asyiknya dengan materi yang mereka pelajari dan langsung dipraktikkan. Yang jadi pemicu peserta sangat bersemangat dalam TOT kali ini, karena peserta TOT kali ini, diwajibkan untuk menyebarkan virus TOT ini kepada guru yang didaerahnya masing-masing. Oleh karenanya, alumni TOT kali ini harus siap…

Banjarmasin, 15 Oktober 2016
By. Arbain Yusran

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here