SAGUSAKU GELAR SIMPOSIUM NASIONAL GARDAKU INDONESIA

0
671

Sagusaku IGI Indonesia lagi-lagi membuat gebrakan baru di bidang Literasi. Permasalahan pendidikan Indonesia yang sudah lama belum juga terpecahkan, terlebih lagi di masa pandemi sekarang ini, menyulut api semangat guru Penulis Sagusaku IGI untuk memberikan terobosan jitu.

Penanggung jawab kanal Sagusaku IGI Nurbadriyah asal SMA Negeri 5 Cilegon ini menggagas kegiatan SIMPOSIUM NASIONAL GARDAKU INDONESIA SAGUSAKU-IGI selama tiga hari di Pisita Resort Anyer.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Ketenagaan dan Kelembagaan Dinas Pendidikan Provinsi Banten, ISMAIL, S.STP, M.Si.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan Pendidikan Indonesia, khususnya Banten sangat membutuhkan komunitas hebat seperti Sagusaku IGI untuk membantu pergerakan pendidikan Indonesia lebih cepat dan berkualitas. Ditambahkannya juga guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apa pun kurikulumnya, jika guru Indonesia mau berbenah dan meng-upgrade diri maka semua permasalahan pendidikan akan mudah diatasi.

Menyadari banyak keterbatasan yang dimiliki oleh hampir seluruh guru di seluruh Indonesia terkait pembelajaran jarak jauh dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Pada kesempatan ini pula, Nurbadriyah selaku Penggerak Literasi Nasional dan sekaligus penanggung jawab sagusaku IGI, menyampaikan akan mencetak dan menerbitkan dua jenis buku (digital dan cetak) untuk dua judul buku yang akan diluncurkan adalah buku pendidikan terkait mata pelajaran sesuai mapel yang diampu setiap peserta dan buku praktik baik pembelajaran berbasis siber.

Menurut Nurbad (begitu panggilan akrab beliau)dalam pembelajaran berbasis siber ini, guru bukan hanya berperan sebagai pendidik tetapi juga harus mampu memfilter informasi-informasi negatif yang masuk melalui dunia Maya. Selain itu guru juga harus mampu mengarahkan sumber belajar yang tepat dan bermanfaat bagi peserta didik. Digitalisasi tidak menghapus pembelajaran tatap muka, melainkan menambah fitur digital yang lebih menarik dalam proses pembelajaran.

Di akhir kegiatan, Nurbad kembali menekankan pada peserta Simposium: mari aktualisasi diri kita dengan hasilkan karya, implementasikan digitalisasi sekolah untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan berkualitas.

Kamis, 24 Desember 2020

/Noerbad

Comments

comments