PERANG SUCI, VISIT TO SCHOOL DAN PESONA ACEH TIMUR

0
734

Aceh Timur, Kabupaten yang posisinya lebih dekat ke Medan dibanding Banda Aceh ini semakin mempesona. Aceh Timur adalah kabupaten pertama di Indonesia yang jumlah anggotanya di Sisfo IGI mencapai 600 guru terdaftar secara online dan resmi sebagai anggota IGI dalam sisfo baru IGI.

Tentunya tidak mudah untuk mencapai angka ini, apalagi masih ada kepengurusan yang terseok-seok dengan jumlah anggota sangat minim.

Berbeda dengan saudara tua, IGI tidak “memaksa” guru menjadi anggota IGI, hanya mereka yang mau dan ikhlas bergabung dengan IGI yang akan bergabung dengan IGI. Artinya, mereka yang tergabung ke IGI adalah orang-orang yang tergerak karena kesadaran sempurna. Orang-orang yang memiliki visi yang sama dengan visi perjuangan IGI, orang-orang yang ingin mencapai misi yang sama dengan IGI.

Ketika memberikan kesempatan kepada Babe Nurdin, sang pionir IGI, Guru Aceh pertama yang jadi anggota IGI bahkan mungkin Guru Sumatera pertama yang jadi anggota IGI. Saya pun tak kuasa menahan haru dan tetasan air mata. Beliau yang bercerita tentang perjuangan menghadirkan IGI di Aceh Timur pun harus berhenti sejenak saat mengucapkan “perang suci”. IGI ditolak, IGI diintimidasi, IGI di cemooh, IGI di hujat, dan bahkan Babe Nurdin dikucilkan.

Aceh, daerah yang Diistimewakan karena Syariat Islam, daerah yang disebut-sebut serambi Mekkah, disana IGI dituduh sebagai “Ikatan Gereja Indonesia”. Tapi Babe Nurdin tidak gentar, dia berhasil meyakinkan beberapa guru berani untuk menghadirkan peningkatan mutu guru di Aceh Timur dan akhirnya sukses.

Kini Babe Nurdin bukan lagi ketua IGI Aceh Timur, beliau saya tampuk sebagai Wakil Ketua Umum di Pengurus Pusat IGI. Khairuddin sang pelanjut pun tak kalah garang.

Bersama “pembesar,pengembang, dan pengurus” IGI, Khairuddin terus bergerak, gerakannya bukan lagi membuat kegiatan sekali enam bulan seperti ultimatum PP IGI tapi hampir setiap minggu mereka membuat kegiatan sebagai upaya peningkatan mutu guru.

Visit to school kemudian menjadi ciri gerkan baru, IGI langsung mendekati, melayani, mengembangkan dan meningkatkan mutu guru di level sekolah, inilah gerakan yang luar biasa yang membuat Aceh Timur melaju

Ketua IGI Wilayah Aceh, Imran pun harus bisa menularkan apa yang terjadi di Aceh Timur ke Seluruh Provinsi Aceh

Nilai UKG Guru di Aceh memang ketiga terendah di Indonesia pada UKG 2015 lalu, tapi itu sebelum IGI bergerak. Sekarang, coba uji mereka di Aceh Timur.

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here