Kongres IGI III di Mata Para Inohong IGI (seri 1)

0
1191

Kongres merupakan hajat besar IGI lima tahunan dalam upaya menetapkan Ketua Umum untuk memimpin IGI lima tahun mendatang. Dalam prosesnya, tentu tidak luput dari perdebatan argumentasi untuk mengahsilkan pucuk pimpinan IGI yang terbaik yang mampu melanjutkan estafeta cita-cita para pendiri IGI.

Tulisan berseri ini mencoba mengangkat bagaimana Kongres IGI III yang akan dilaksanakan pada 28-30 Januari 2021 mendatang di Kota Bandung di mata para inohong (tokoh) IGI.

Untuk kesempatan pertama, kami hadirkan Ketua Wilayah IGI Jawa Barat yang merupakan tuan rumah penyelenggaraan Kongres III ini, yaitu Bapak Anwar Sanusi, M.Pd. Berikut kami sajikan perbincangan kami dengan beliau.

“Pandangan saya tentang kongres 3 ini adalah Kongres yang luar biasa. Mengapa? Pertama, kongres ini akan berlangsung dalam suasana atau keadaan pandemic covid-19. Kita tidak bisa bergerak secara bebas, namun akan tetap kita lakukan, yaitu dengan cara online. Dengan demikian, pada saat ini kongres 3 sangat berbeda dari dua kongres sebelumnya”

Dalam pandangan Anwar Sanusi, hal kedua yang membuat Kongres III ini luar biasa adalah saat ini IGI berada dalam tahapan perkembangan lebih baik lagi. Jika dalam kongres I dan kongres II IGI masih belum begitu besar dan masih belum begitu banyak dikenal. Maka pada kongres III ini IGI dihadapkan pada ujian-ujian, di mana IGI saat ini sudah diperhitungkan oleh para guru dan dibutuhkan juga kegiatan-kegiatannya oleh para guru. Sehingga mereka sangat tertarik. Begitu juga bagi orang-orang yang memiliki komitmen dengan pendidikan yang melihat semangat teman-teman di IGI dengan jargonnya “sharing and growing together”, sehingga banyak praktisi pendidikan yang tertarik terhadap organisasi ini

Ketiga, kongres ini bukan hanya sebagai seremonial mencari ketua umum di periode berikutnya. Akan tetapi yang paling mendasar adalah bagaimana kongres membuat landasan yang kuat untuk pelaksanaan kelanjutan organisasi guru ini. Dengan dasar yang kuat dan juga langkah-langkah yang sistematis dalam pengelolaan organisasi secara baik, maka akan memudahkan para pengurus sebagai pelaksana di lapangan.

Berkenaan dengan pendapat bahwa kongres adalah upaya mencari sosok ketua ansich, Anwar, yang sosoknya dikenal sebagai pribadi yang halus dan humble, tidak sepkat dengan pandangan tersebut. Ia menuturkan, “Jadi, jika kita berpikiran bahwa kongres ini hanya mencari pemimpin baru, sebetulnya saya kurang merasa tepat karena kuncinya adalah bagaimana kita menguatkan landasan-landasan sebagai dasar dalam pelaksanaan ke depan siapapun pimpinannya siapapun ketuanya mengefektifkan segala kegiatan yang dilakukan di IGI.”

Sebagai seorang yang turut membesarkan IGI, Anwar Sanusi, yang juga merupakan salah seorang staff pengajar senior di SMA Daarut Tauhid, mengajak teman-teman anggota IGI juga pengurus IGI untuk terus membangun IGI ini melalui kegiatan kongres yang merupakan dasar dalam pelaksanaan pengelolaan organisasi ke depan. Anwar juga berharap agar anggota IGI tidak terjebak oleh keinginan untuk menampilkan pemimpin tertentu ataupun hanya ingin menghasilkan ketua saja. Akan tetapi selayaknya harus meletakkan landasan-landasan yang kuat untuk kepengurusan yang akan datang, karena kongres ini merupakan lembaga tertinggi dalam mengambil keputusan perubahan atau perombakan suatu organisasi

Di akhir perbincangan, Anwar Sanusi mengatakan, “Saya mengajak kepada semua peserta Kongres, mari kita luruskan niat, maksimalkan ikhtiar kita untuk sama-sama berdiskusi menghasilkan satu keputusan yang membawa kemajuan bagi organisasi ini bukan keputusan yang akan mempersempit geraknya organisasi ini. Jadi teman-teman semuanya kita berupaya untuk membuka wawasan kita kalau organisasi ini sudah selayaknya mengembangkan saya ya dan memperkuat dasar-dasar dalam organisasi untuk diterapkan dalam pengelolaan Bagi pengurus yang akan datang. Terima kasih”.

(Tim Pubdok Kepanitiaan Kongres IGI III, Januari 2021)

 

Comments

comments