CERITA, KEBERSAMAAN DAN ILMU DI TOT JAKARTA

0
594

Kenapa harus IGI?  Ya karena hanya IGI yang bisa menampung aspirasi para guru untuk menyalurkan mencari atau menggali ilmu pengetahuan dengan cara berbagi dan berkembang bersama-sama sesuai dengan Moto IGI Sharing and growing together, dan bila ribut pulang para guru menjadi memiliki banyak wawasan dan pengetahuan baik itu yang berhubungan dengan pendidikan langsung ataupun yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi yang menunjang proses belajar mengajar. Dan kali ini IGI mengadakan acara training of trainer angkatan ke-2 di Jakarta melanjutkan latihan dan pendidikan training of trainer angkatan pertama yang diadakan di Surabaya. Diharapkan dengan adanya pelatihan dan pendidikan training of trainer angkatan ke-2 para peserta menjadi bukan hanya menjadi seorang trainer tapi sekaligus menjadi Coach yang akan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat pada acara pelatihan dan pendidikan TOT baik untuk diri sendiri ataupun bisa diterapkan di sekolah masing-masing.

Meskipun diadakan di Jakarta tepatnya di Balai Diklat Keagamaan Jakarta para peserta bukan hanya berasal dari daerah Jakarta saja tapi berasal dari berbagai daerah di luar Jakarta seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat ,Lampung ,Tangerang ,Banten , Bogor , Bekasi dan daerah lain. Para peserta berkumpul dan berbaur dalam suatu wadah kekeluargaan yang menyatukan mereka dalam suatu ikatan kekeluargaan yang bernaung dibawah ikatan guru Indonesia. Kebersamaan dan kekompakan mereka tidak disangsikan lagi walaupun mereka belum saling mengenal satu sama lain tapi rasa kebersamaan dan kekeluargaanya begitu Erat, solid dan saling membantu. Mereka berkumpul dengan latar belakang pendidikan, tempat sekolah yang berbeda tapi bisa bersatu dalam satu kekeluargaan yang sangat erat dengan menanggalkan semua atribut atribut yang dibawa dari daerah asal masing-masing. Dalam acara pelatihan tersebut kami saling berbagi dan bertukar informasi, jika diantara kita masih ada beberapa yang kurang paham dan kurang mengerti atau pengetahuannya kurang tentang literasi berbasis IT. Para peserta begitu antusias untuk memperoleh informasi lebih tentang literasi berbasis IT untuk menunjang dan menambah pengetahuan para peserta sebagai pengajar, tanpa rasa malu dan gengsi mereka berusaha untuk mencari dan menggali pengetahuan dan wawasan tentang literasi produktif berbahasa ilmu teknologi dalam hal ini menggunakan fasilitas yang ada dalam TAB A 8.

Dalam acara tersebut peserta mendapat materi pelatihan merupakan beberapa kanal-kanal yang pernah diselenggarakan atau dilatih pada saat angkatan pertama di Surabaya di antaranya adalah sagusanov , sagusamik dan sagusablog. Para peserta juga dilatih untuk menggunakan Vicon atau video conference dengan lingkup yang sederhana menggunakan webex, membuat komik kemudian peserta juga di motivasi untuk bagaimana caranya agar bisa menulis dengan mudah dan tidak membebankan. Acara tersebut pertama kali dibuka oleh ketua umum IGI Muhammad Ramli Rahim yang memaparkan secara jelas tentang perbedaan organisasi dengan organisasi yang lain di mana pada organisasi IGI banyak sekali kemajuan dan kebermanfaatan yang bisa diperoleh oleh para anggota atau member IGI dibandingkan dengan organisasi lain yang pasif dan tidak ada kegiatan sama sekali , dengan adanya kegiatan ini memotivasi atau membangkitkan organisasi profesi keguruan yang lain untuk bersaing melakukan kegiatan sama yang bisa menunjang dan menumbuhkan rasa percaya dirinya untuk selalu tumbuh dan berkembang menggali informasi kekinian. Adanya IGI dilatarbelakangi organisasi tersebut yang Hampir Mati dengan lahirnya igi mata organisasi tersebut kembali hidup. Ketua Igi jakarta Iwan juga memberikan materi Literasi dulu, kini dan masa depan, beliau memaparkan tentang perkembamgan literasi jaman dulu bukan hanya membaca atau menyusun kata-kata tapi juga membaca atau mengkomunikasikan simbol simbol. Literasi masa kini tidak lagi secara konvensional penulis menulis menggunakan tangan dengan goresan pena tapi sudah didukung oleh kemajuan teknologi. Literasi masa depan bukan lagi hanya sekedar menulis tapi lebih mengkomunikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini pula ketum igi Jakarta memotivasi para peserta dengan house of speaking tentang pengendalian amarah kita supaya tidak menimbulkan masalah yang baru.

Dengan kegiatan tersebut Kami para peserta angkatan kedua mulai percaya diri dan berani menggoreskan pena melalui tulisan tentang pengalaman yang kami dapat dan wawasan serta pengetahuan yang kami terima oleh beberapa trainer dalam acara trainer trainer of trainer angkatan ke-2. Saya sangat percaya diri karena ini aalah tulisan pertama saya tentang reportase suatu kegiatan yang telah diadakan. Dengan cara metode menemu baling memudahkan saya untuk lebih mudah menulis tanpa harus bersusah payah dan membebankan. Menulis itu mudah ( Ali) yang memotivasi saya untuk menggoreskan tulisan ini meskipun masih banyak yang harus diperbaiki. Saya beruntung bisa menjadi member IGI yang membuat saya tidak terkungkung dalam zona aman dan nyaman dalam ketidaktahuan dan sedikit pengetahuan.

Banyak cerita selama kegiatan ini mulai dari kunci kamar yang patah saat check in penginapan, peserta yang kehabisan jatah makan karna telat datang, para peserta yang sambil menyelam minum air berbisnis baju IGI, tas khusus tab, pernak pernik lain yang berhubungan dengan IGI dan peserta yang kehabisan kuota karna menginstall dan mendownload dan terpaksa membeli pulsa untuk menambahkan kuota oleh peserta lain…. atau para peserta yang sibuk bertanya bagaimana cara menginstall dan mendownload aplikasi yang akan dipergunakan, kami sibuk dengan bertanya dan beraction mengikuti arahan para trainer IGI seperti, bu rahmi, pak danang, bu eni, bu yully, pak ali, bu azijah dan pak adan. Mereka tanpa lelah dan sabar membimbing kami hingga kami sedikit paham tentang materi. Tapi kami juga sempat kecewa karna materi Sagusanov tidak tuntas karna terkendala akses penginstallan aplikasi yang cukup menyita waktu. Di penghujung acara saat sebelum penutupan ada seorang peserta pak cecep gaos yang mempresentasikan aplikasi barcode yang bisa iaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran. Para peserta pun bersambut dengan aplikasi yang dipresentasikan oleh pak cecep gaos, maka munculah pemikiran yang menjadikan Sagusabar ( satu guru satu barcode) menjadi kanal baru yang lahir pada kegiatan TOT angkatan kedua di Jakarta.

Para peserta tidak mengenal lelah dan kantuk meskipun kegiatan tersebut berlangsung hingga larut malam. Mengapa demikian? Karna ada tim ice breaking bu yully dan pak widadi yang memompa semangat kami untuk terus belajar tanpa ada rasa bosan. Ice breaking dengan nyanyian dan permainan membuat kepenatan para peserta sedikit berkurang dan mulai konsentrasi kembali.

Setelah kegiatan ini kami para peserta diharapkan memilih kanal-kanal yang diminati dengan berkomunikasi melalui group telegram Sagusanov dan telegram sagusablog serta group sagusaku. Meskipun kegiatan ini telah berakhir diharapkan para peserta menggali informasi pada group kanal yang telah dipilih. Saya memilih kanal Sagusanov dan Sagusablog. Terima kasih Igi atas kebersamaan, cerita dan ilmu yang telah disharing semoga kita bisa tumbuh dan berkembang bersama-sama pula, sampai ketemu pada acara pelatihan yang lain pada waktu dan kesempatan yang berbeda.

Jakarta, 30 Desember 2016
@ RUMAH LEBAK BULUS 1
Sambil buat RPP
SITI MARIAM, SP

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here