BELAJAR DARI COVID -19 MELALUI PEMANFAATAN JITSI MEET DAN GOOGLE CLASS ROOM UNTUK PEMBELAJARAN DARING IPS SMP

0
539

BELAJAR DARI COVID -19 MELALUI PEMANFAATAN JITSI MEET DAN GOOGLE CLASS ROOM UNTUK PEMBELAJARAN DARING IPS SMP

Oleh: Khusnul Qotimah (IGI Papua)

Adanya pandemi Corona Covid – 19 yang datang secara tiba-tiba dan berlangsung sangat cepat membuat perubahan semua aktivitas masyarakat Indonesia dan dunia pada umumnya. Begitu juga dengan aktivitas pembelajaran yang awalnya dilaksanakan di dalam kelas kini berubah menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah masing-masing dengan menggunakan berbagai media. Ada program pembelajaran yang di siapkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan yaitu melalui TVRI namun ada kendala salah satunya masih ada daerah yang belum terjangkau siaran TVRI. Dari program kementerian pusat data dan informasi (Pusdatin) dengan program TV Edukasi dan Rumah Belajar. Ada juga program dinas pendidikan, perpustakaan dan arsip daerah melalui RRI dengan tajuk “Ibu Pertiwi Memanggil”. Kemudian untuk dinas pendidikan kabupaten Jayapura melaksanakan pembelajaran melalui Radio Kenambai Umbai dengan tajuk “Kenambai Umbai Mengajar”.
Di samping pembelajaran melalui program-program pemerintah tersebut di atas penulis melaksankan pembelajaran melalui Jitsi Meet dan Google Class Room yang menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran ini. Apa itu Jitsi Meet?. Keamanan dan fleksibilitas adalah kunci utama yang ditawarkan oleh Jitsi. Dengan Jitsi Meet, panggilan video dienkripsi penuh, dan sepenuhnya gratis bahkan tidak memerlukan akun sama sekali. Jitsi Meet mengklaim mampu berikan kualitas audio lebih tinggi dengan bekerjasama oleh Optus. Menjadi open source, para developer aplikasi dapat memodifikasi serta kustomisasi platform secara bebas.
Walaupun gratis dan tidak memerlukan akun bahkan aplikasi sekalipun (tetap bias install kalau mau, Jitsi menyediakan aplikasi baik untuk smartphone Android, iOS, Windows PC, Mac, Ubuntu hingga Linux). Jitsi Meet versi browser sangat kaya akan fitur. Berbeda seperti Skype Meet Now yang sudah dirilis, Jitsi Meet versi browser mempunyai kelengkapan fitur yang setingkat aplikasi. Setiap panggilan video dapat diberikan short URL sehingga lebih mudah untuk dibagikan. Selain kolom chat, bias juga membagikan tampilan layar computer kepada peserta video conference lainnya. Jumlah partisipan terbatas hingga 75 orang. Jitsi menyebutkan maksimal 35 orang jika ingin kualitas tetap optimal. Untuk pengguna android bisa mengunduh aplikasi Jitsi Meet melalui play store. Sedangkan untuk membuat room meeting bias di akses melalui browser dengan cara mengetikkan Jitsi Meet kemudian pilih dan ketik start a new meeting. Pilih setuju untuk Jitsi Meet mengaktifkan video dan audio kemudian muncullah link Jitsi Meet yang bisa di share ke peserta didik untuk proses metting pembelajaran.
Solusi pembelajaran daring selanjutnya yaitu dengan menggunakan google class room. Apa itu google classroom? Google Classroom adalah suatu serambi pembelajaran campuranyang diperuntukkan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk menemukan jalan keluar atas kesulitan dalam membuat, membagikan dan menggolong – golongkan setiap penugasan tanpa kertas. Hal ini sesuai dengan harapan menteri pendidikan dan kebudayaan Bapak nadiem Makarim yaitu mengurangi penggunaan kertas di sekolah. Pembelajaran ini berbasis google sehingga setiap peserta didik harus memiliki akun google dan alamat email untuk bergabung ke dalam google classroom. Tujuan dari google classroom adalah menjadikan pembelajaran lebih produktif, kolaboratif dan bermakna.
Pemerintah melalui Kemendikbud menyebut Google Classroom sebagai salah satu flatform pembelajaran daring terkait himbauan belajar dari rumah demi mencegah pandemi virus corona covid 19 di Indonesia. Google bekerja sama dengan para pengajar di seluruh negeri untuk menciptakan classroom sebagai fitur yang efisien, mudah digunakan dan membantu pengajar dalam mengelola tugas. Dengan classroom pengajar dapat membuat kelas, memebrikan materi berupa file-file, link pembelajaran, video dan lain-lainnya, mendistribusikan tugas bisa latihan, kuis berupa link game kahoot maupun quizziz, member nilai, mengirim masukan dan melihat semuanya di satu tempat. Google classroom bias menangani tugas administratif dengan lebih efisien. Keunggulan lainnya pengajar dan peserta didik dapat lgin dari computer atau perangkat seluler apapun untuk mengakses tugas kelas, materi pelajaran dan masukan.
Google classroom merupakan flatform pengelolaan pembelajaran terbaik dan gratis. Pengajar dapat melacak progress siswa untuk mengtahui di mana dan kapan harus memberikan masukan tambahan. Dengan alur kerja yang disederhanakan, energy dapat lebih difokuskan pada pemberian rekomendasi yang membangun dan dipersonalisasi bagi siswa. Menurut Daniel Brennick, pengajar sains di Florida mengatakan: “ Saya mendistribusikan dokumen melalui Classroom. Di sana, semua siswa dapat bekerja bersama pada dokumen, di satu waktu. Saya memproyeksikan di papan untuk memfasilitasi diskusi singkat. Cara itu dapat memastikan semua orang didengar, dan memperkuat suara siswa”.
Semua yang dibutuhkan oleh pengajar dan siswa untuk bekerja bersama-sama lebih baik, membantu mengorganisir tugas sehari-hari, berkomunikasi dan mendorong kolaborasi yang lebih besar. Google classroom bisa di akses melalui browser menggunakan laptop atau computer PC yang sudah terkoneksi internet dengan mengetikkan google classroom. Apabila menggunakan android bisa di unduh melalui play store. Kemudian di dalam google classroom ada fitur-fitur membuat kelas, mengupload tugas, penilaian dan komentar dalam chat. Ini untuk peran sebagai guru jadi di dalam google classroom ada peran sebagai guru dan peserta didik. Bisa juga menambahkan guru lain di dalam kelas. Menambahkan siswa dengan menggunakan alamat email.
Demikian artikel singkat yang penulis sampaikan semoga bermanfaat dan bisa menjadi acuan para pengajar di seluruh Indonesia terutama pengajar IPS sebagai latar belakang penulis sehingga bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran daring selama pandemic corona covid-19. Media ini menjadi tonggak sejarah dalam penerapan media pembelajaran penulis dan belajar dari covid-19. Selamat mencoba semoga berhasil dan menarik minat peserta didiknya.

Comments

comments