Jakarta, IGI.OR.ID – Peran guru Indonesia kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional dan global. Ikatan Guru Indonesia (IGI) hadir sebagai satu-satunya organisasi profesi guru dalam forum strategis pendidikan dunia melalui kegiatan Diseminasi Hasil Studi Awal Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) yang diselenggarakan oleh Save the Children Indonesia sebagai Grant
Agent Multiplier Grant Global Partnership for Education (GPE), Kamis (26/02/2026).
Kegiatan bergengsi yang berlangsung di HARRIS Hotel & Conventions FX Sudirman ini mempertemukan pemerintah, lembaga internasional, donor global, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil untuk membahas masa depan pendidikan Indonesia berbasis data dan bukti nyata.
Kegiatan diseminasi dilaksanakan secara kolaboratif bersama Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) sebagai konsultan penelitian, dengan guru Indonesia hadir di tengah forum sebagai penggerak utama perubahan.
IGI Satu-Satunya Organisasi Profesi Guru dalam Mitra Pendidikan Indonesia (GPE)
Ikatan Guru Indonesia menjadi satu-satunya organisasi profesi guru yang tergabung dalam Mitra Pendidikan Indonesia–GPE (MPI), bagian dari Local Education Group (LEG), setelah melalui proses verifikasi dan persetujuan internasional. Posisi ini menegaskan pengakuan global terhadap kontribusi IGI dalam memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia.
Delegasi Pengurus Pusat IGI yang hadir dalam kegiatan ini yaitu:
1. Jasmin — Sekretaris Jenderal PP IGI / National Staff KREASI Nias Selatan
2. I Putu Eka Yasdika — Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengembangan PP IGI
3. Riksa Suci Imaniah — Sekretaris Bidang Kerjasama Luar Negeri PP IGI
Kehadiran IGI memperkuat representasi suara guru dalam perumusan kebijakan pendidikan berbasis bukti (evidence-based policy).
Program KREASI Dorong Pendidikan Fondasional Berkualitas
Program KREASI merupakan inisiatif peningkatan pendidikan literasi, numerasi, dan karakter bagi siswa PAUD dan Sekolah Dasar di delapan kabupaten pada empat provinsi di Indonesia. Program ini didanai oleh GPE melalui skema Multiplier Grant dengan dukungan investasi Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia melalui Program INOVASI Tahap 3.
Studi Awal (Baseline Study) dilaksanakan untuk memahami kondisi nyata pendidikan di daerah sasaran sebagai dasar perencanaan intervensi program yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan.

Temuan Utama Studi Awal KREASI
Hasil studi menunjukkan sejumlah isu strategis pendidikan nasional, di antaranya:
1. Kurikulum dan Asesmen
Adaptasi kurikulum nasional terhadap konteks lokal masih belum merata. Kesenjangan capaian literasi dan kesiapan belajar siswa dipengaruhi kondisi sosial ekonomi dan praktik pembelajaran di sekolah.
2. Praktik Pembelajaran
Pembelajaran terdiferensiasi dan inklusif belum sepenuhnya berjalan optimal. Guru mulai mengenalkan isu perubahan iklim, namun kapasitas dan implementasi di kelas masih perlu diperkuat.
3. Kepemimpinan Sekolah
Kepala satuan pendidikan telah menjalankan kepemimpinan instruksional, namun pemanfaatan data pendidikan dalam perencanaan sekolah masih terbatas. Integrasi prinsip kesetaraan gender dan inklusi sosial juga memerlukan penguatan lebih lanjut.
4. Perlindungan Anak
Implementasi kebijakan pencegahan kekerasan di sekolah belum merata. Penguatan disiplin positif, sistem perlindungan anak, serta integrasi isu perubahan iklim sebagai bagian dari keamanan satuan pendidikan menjadi perhatian utama.
Guru Menjadi Kunci Transformasi Pendidikan
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan pendidikan nasional, pemerintah, lembaga internasional, dan organisasi masyarakat sipil menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan Indonesia harus berfokus pada:
– penguatan kapasitas guru,
– kepemimpinan pendidikan berbasis data,
– pembelajaran inklusif dan adaptif,
– perlindungan anak di satuan pendidikan, serta
– kolaborasi lintas sektor.

IGI menilai hasil Studi Awal KREASI menjadi referensi penting bagi pengembangan program peningkatan kompetensi guru di Indonesia.
Komitmen IGI ke Depan
Sebagai organisasi profesi guru nasional yang tergabung dalam Mitra Pendidikan Indonesia–GPE, IGI berkomitmen untuk:
– mendiseminasikan hasil studi kepada jejaring guru di seluruh Indonesia,
– memperkuat praktik pembelajaran inklusif dan pembelajaran terdiferensiasi,
– mendorong budaya sekolah ramah anak dan bebas kekerasan, serta
– memperluas kolaborasi internasional dalam pengembangan kapasitas guru.
Partisipasi IGI dalam Program KREASI menunjukkan bahwa guru Indonesia tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga aktor utama transformasi pendidikan menuju sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh anak Indonesia.
Ikatan Guru Indonesia
Sharing and Growing Together











