200 Guru Matematika dan IPA Datangi Dinas Pendidikan Prov. Kalsel

0
899

Banjarmasin-Kalsel, 23/11/2016. Ikatan Guru Indonesia Kota Banjarmasin kembali menggelar workshop untuk guru-guru. Kali ini bertajuk Workhshop Inovasi Pembelajaran Matematika Scientifik dengan Tema “Mengubah Paradigma Pembelajaran Matematika dari Calculating menjadi Math Thinking“. Kegiatan ini adalah juga bagian dari cara IGI dalam merayakan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2016 dan HUT IGI ke-7 yang jatuh pada tanggal 26 November 2016.

Sekitar 200-an guru mapel matematika dan IPA (Fisika dan Kimia) berkumpul di aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Desy Arnita Dewi, Guru mapel matematika mengungkapkan bahwa ia sangat senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini, “Sangat jarang ada kegiatan workshop yang langsung berkaitan dengan mata pelajaran, khususnya matematika, papar guru MAN 2 Model Banjarmasin ini.

Abdul Karim sedang mempresentasikan materi.
Abdul Karim sedang mempresentasikan materi.

Workshop ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Dahnial Kifli. Dalam sambutannya, Dahnial memberikan apresiasi dan dukungan kepada organisasi profesi guru yang ikut terlibat dalam peningkatan mutu guru itu sendiri. Dia juga berharap agar workshop ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para guru untuk terus belajar meningkatkan kualitas diri sendiri.

Syafruddin, Ketua IGI Kota Banjarmasin mengungkapkan bahwa sebenarnya masih banyak guru-guru yang ingin ikut kegiatan ini, namun karena kapasitas tempat hanya bisa diisi 200 orang maka kita terpaksa menutup registrasi lebih cepat. “Selain kapasitas tempat beberapa guru lain seperti mapel Kimia juga banyak yang ingin ikut, tetapi karena kebetulan bersamaan hari ini ada kegiatan MGMP Kimia jenjang SMA dan guru-guru kimia wajib hadir untuk menerima chip guru pembelajar.” tambahnya.

Ditempat terpisah Gusti Surian, Bendahara Umum IGI Pusat menyampaikan bahwa saat ini Ikatan Guru Indonesia sudah membuat assosiasi-assosiasi guru matapelajaran. “Kami menyebutnya Ikatan Guru Mapel, kalau mapelnya matematika disebut dengan ikatan Guru Mata Pelajaran Matematika dan lain-lain.” tuturnya.

“Jadi, arah peningkatan mutu guru akan lebih terarah dan specifik jika dibuat berdasarkan mata pelajaran. Seperti workshop saat ini, akan cocok dengan guru matematika dan IPA, sehingga kompetensi meraka akan lebih baik laigi.” pungkasnya.

Abdul Karim dalam pemaparan materinya mengungkapkan bahwa saat ini pembelajaran matematika terlalu dominan di calculating. Para siswa banyak menggunakan waktunya untuk berhitung sehingga banyak siswa merasa bosan dan tidak menyukai pelajaran matematika, karena tidak menarik.

“Adanya teknologi saat ini seperti kalkulator atau software komputer seharusnya kita bisa menggunakan waktu dengan leluasa untuk melakukan “math thingking”. Ini akan lebih bermanfaat karena akan melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan “problem solving”. Ini yang sebenarnya dibutuhkan siswa saat ini dan akan lebih bermanfaat baginya dalam mengarungi kehidupan di masa datang.” imbuhnya.

Setelah kegiatan berakhir, para guru tidak semua langsung pulang. Sebagian guru yang belum menjadi anggota IGI mendatangi meja panitia pelaksana dan mengisi formulir keanggotaan IGI. “Panitia sengaja menyiapkan formulir keanggotaan IGI, karena seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya dipastikan banyak guru yang ingin menjadi anggota. Karena kita memberikan fasilitas khusus pada anggota dalam kegiatan-kegiatan IGI. Ada perbedaan nominal biaya antara anggota dan bukan anggota” papar Desy Hairina, panitia pelaksana yang terlihat sangat sibuk.

“Tidak hanya formulir yang disediakan, bagi guru yang tidak punya foto langsung kita foto ditempat” tambahnya.

#HGN #IGI7tahun

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here