SEKJEN MENGAMBIL ALIH SAGUSATAB DARI KETUM IGI

1
1884

Setelah bergerak lebih dari delapan bulan, dari kota hingga pelosok, dari perjalanan udara, darat hingga laut, dari Aceh hingga Papua, dari Nusa Tenggara hingga Kalimantan, bertemu, memotivasi dan melatih lebih dari 100.000 guru di lebih dari 100 kabupaten/kota, Saya selaku Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia akhirnya meminta salah satu Guru Terhebat Indonesia yang kini menjabat Sekjen IGI, Mampuono untuk mengambil alih perjalanan Sagusatab.

Mampuono adalah Guru SMP Negeri 18 Semarang yang kini “dipaksa” menjadi Widya Iswara di LPMP Jawa Timur karena kemampuannya.

Alumni Jurusan Kimia IKIP Semarang yang mengajarkan Bahasa Inggris ini piawai dalam hal IT. Setelah mengalahkan guru dari berbagi sekolah mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional, Mampuono kemudian meraih MEDALI EMAS MICROSOFT INNOVATIVE TEACHER SE ASIA PASIFIK, sesuatu yang langkah dan sungguh luar biasa. Alumni Bahasa Inggris yang jago berbahasa Inggris adalah sebuah keunggulan tapi alumni jurusan kimia yang jago berbahasa Inggris apalagi mengajarkan bahasa Inggris sangat luar biasa. 

Alumni Jurusan Ilmu Komputer yang jago IT dan bisa berbahasa Inggris adalah sebuah keluarbiasaan tapi Alumni jurusan kimia, mengajarkan bahasa Inggris tapi juara IT adalah sesuatu yang fantastik.

Enam bulan pertama kepengurusan, beliau disibukkan dengan advant english selama 50 hari di Singapura, lalu lanjut ke Bali dan lanjut lagi dengan penugasan implementasinya di berbagai daerah meski demikian tugasnya sebagai sekjen tetap dijalankan dengan baik bahkan disela-sela kesibukan itu beliau mewakili saya dalam Forum Guru Se Asia Tenggara di Bali lalu mewakili saya memimpin kawan-kawan IGI bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin disaat saya harus menjalani penjelajahan di daerah dengan medan berat dan perjalanan lama.

Hari ini, saya selaku Ketua Umum Pengurus Pusat IGI akan bersurat resmi ke Dirjen Dikdasmen dan Kepala LPMP Jawa Tengah agar Mampuono tidak diberikan tugas negara mulai dari Jumat Sore hingga Senin subuh agar dapat berkeliling Indonesia, melatih, mengembangkan kemampuan guru dan memastikan guru-guru Indonesia mampu mengajar dengan cara yang menyenangkan, menarik dan tentunya tidak membosankan.

Dalam dua bulan terakhir, sekjen IGI telah mendalami tablet A8 untuk progran Sagusatab dan mempopulerkan Menemu Baling atau Menulis Dengan Mulut, Membaca Dengan Telinga. Yah, inilah salah satu dari begitu banyak keunggulan program SAGUSATAB (satu guru satu tablet) yang dijalankan oleh IGI. Apa bedanya beli tablet di  TOKO IGI dengan beli di toko atau bahkan di pabrik samsung sekalipun?

Tablet SAGUSATAB IGI bersifat paripurna, artinya jika tablet itu guru beli sudah termasuk paket pelatihan dan atau paket edukasinya. Para Trainer IGI yang tersebar di seluruh Indonesia akan melatih para pembeli tablet ini agar mereka bisa memaksimalkan tabletnya dalam pembelajaran. Sementara, membeli tablet di toko biasa, secanggih apappun tabletnya, paling juga bisanya hanya telephon, sms dan medsos.

Nah, dengan segudang kemampuan itu, rasanya rugi jika pengurus daerah tidak mengundang beliau, apalagi biaya perjalanan beliau akan ditanggung oleh PT. Samsung Elektronik Indonesia. Jadi, jika dulu kawan-kawan harus menunggu jadwal saya yang mungkin akan cukup lama, kini, sekjen IGI siap turun ke daerah setiap Sabtu dan Minggu, syaratnya : 

1. Ada dua daerah kabupaten/kota berdampingan yang mengundang menyelenggarakan seminar atau workshop IGI.

2. Membuat Proposal bersama yang ditandatangani pengurus wilayah dan pengurus daerah pada dua kabupaten/kota tersebut dan mengirimkannya lewat email ke Pak Banu dari PT Samsung Elektronik Indonesia dan CC Bendahara Umum IGI serta tentunya surat undangan untuk sekjen mengisi materi, melantik atau menjadi pelatih dalam kegiatan seminar, workshop atau diklat bapak dan ibu di daerah. Untuk alamat email masing-masing, silahkan konfirmasi ke Bendum IGI di +62 813 51270534, +62 812 5166413 atau +62 858 28166036 melalui WA, SMS atau Telepon.

Proposal akan diproses oleh bendahara umum dan sekjen IGI serta PT Samsung Elektronik Indonesia jika jadwalnya sudah cocok, sekjen akan mengkonfirmasi kehadirannya, namun yang pasti, beliau akan menyempatkan waktunya setiap sabtu dan minggu untuk kawan-kawan guru di daerah.

Pengurus Pusat IGI akan mendahulukan daerah yang belum pernah didatangi oleh ketua umum, daerah yang perkembangan sisfonya menyedihkan dan daerah yang IGI-nya belum terbentuk sama sekali.

Dengan pengalihan ini, maka program road show ketua Umum IGI yang dikoordinir oleh wilayah akan dialihkan ke program lain dan jika sebelumnya setiap road show IGI menyediakan Rp. 5.000.000 untuk pengurus wilayah maka mulai sekarang PP akan menyerahkan dana sebesar Rp. 2.000.000 ke pengurus daerah penyelenggara kegiatan setelah laporannya diterima dan disetujui PT Samsung Elektronik Indonesia serta berita dan fotonya sudah ada di Website Resmi IGI
Setiap minggu dimungkinkan menyelenggarakan dua atau tiga kegiatan di daerah berbeda. Seluruh biaya perjalanan dan honor Sekjen IGI akan ditanggung oleh PP dengan syarat pengurus daerah menjemput di Bandara dan mengembalikannya ke Bandara. Soal penginapan, jika tak bisa di hotel atau penginapan, program guru saudara yang menjadi andalan IGI bisa dijalankan. 

Lalu Ketum IGI akan kemana? Silahkan ikuti tulisan selanjutnya di http://www.igi.or.id

Insya Allah IGI bersama-sama dengan guru akan melesatkan kompetensi guru Indonesia dalam lima tahun kedepan. DAERAH atau GURU yang menolak kehadiran IGI, bersiap-siaplah untuk semakin tertinggal dan IGI hanya akan bersama dengan guru-guru yang mau berkembang, mau meningkatkan kompetensinya, mau maju dan terus tumbuh.

Jakarta, 28 Oktober 2016
Muhammad Ramli Rahim

Ketua Umum Pengurus Pusat

Ikatan Guru Indonesia.

Comments

comments

1 KOMENTAR

  1. Kerjasama dan mengedepankan garis koordinasi dalam pembagian job bagian dari kesuksesan. Semua itu tujuaanya adalah untuk membagi pengalaman dan RASA! Mantap Pak Ketum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here