Sagusanov IGI Pangkep Over Ekspektasi Narasumber

0
928

Pangkep – Mengawali Roadshow IGI di Provinsi Sulawesi Selatan, digelar Workshop Sagusanov oleh IGI Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa, 06/09/2016. Pada workshop kali ini peserta dibimbing oleh fasilitator Abdul Kholiq – Master Sagusanov yang memberikan bimbingan membuat aplikasi pembelajaran berbasis android.

Workshop Satu Guru Satu Inovasi atau yang biasa disingkat Sagusanov ini digelar di gedung pertemuan wisma BM  lantai satu. Peserta yang hadir berjumlah 100 orang ditambah dengan 20 orang pengurus IGI Kabupaten Pangkep .

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep Bapak anda. Dalam sambutannya dia mengatakan bahwa guru-guru seyogyanya memahami karakter dan melayani anak didik di era saat ini.  Anak didik saat ini masuk di generasi Z,  generasi dengan sifat-sifat antara lain serba instan,  generasi yang suka santai  dan generasi yang tidak mau lepas dari gadget.

Sebagai pendidik yang baik, harus memahami karakteristik generasi Z ini dan menyesuaikan pola pembelajarannya. Karena itu workshop ini sangatlah bermanfaat sebagai sarana belajar guru dibidang IT, khususnya android.   Guru belajar untuk membuat media pembelajaran berbasis Android.  Kita mengetahui bahwa Android adalah alat yang sudah sangat dekat dengan anak-anak generasi saat ini.  Dengan membuat media pembelajaran berbasis Android maka diharapkan anak-anak akan dapat menggunakan aplikasi tersebut dalam kegiatan pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah, ungkapnya.

Pada kesempatan itu Kadis Pendidikan juga mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Guru Indonesia – IGI Kabupaten Pangkep beserta PT Samsung yang sudah membantu menyelenggarakan kegiatan satu guru satu inovasi ini.

Materi pertama workshop SAGUSANOV IGI Kabupaten Pangkep adalah menginstall aplikasi Brackets.  Menurut Abdul Kholiq, aplikasi Brackets digunakan untuk melakukan penulisan konten dari media pembelajaran yang dibuat oleh peserta.

Setelah peserta menginstal aplikasi  Brackets tahap berikutnya adalah peserta  belajar menuliskan kode-kode HTML 5.  Teknologi  HTML5 dipilih dalam gerakan SAGUSANOV ini karena HTML5 adalah teknologi yang support di semua perangkat  mobile  baik itu di Android di Windows Phone maupun di IOS, ungkap Kholiq.

Dari bahan yang dimiliki,  peserta membuat konten pembelajaran dengan storyboard. Membagi materi pembelajaran selama satu semester yang dibagi menjadi bab demi bab. Tiap satu bab terdiri dari materi dan soal untuk evaluasi.

Dari konten yang dibuat ini, peserta didik dapat belajar secara mandiri. Kemudian di akhir pembelajaran peserta didik dapat menguji  tingkat pemahamannya pada evaluasi di menu soal. Tes tersebut berbentuk multiple choice, siswa hanya perlu melakukan klik terhadap jawaban yang dianggap benar.  Jika sudah selesai menjawab soal, peserta didik dapat mengklik tombol Result. Peserta didik dapat melihat jawaban mana saja yang benar dan mana saja yang belum dipahami dengan baik. Dengan demikian peserta didik dapat melakukan self assessment. Jika pencapaian dari materi yang sudah dipelajari masih rendah, maka peserta didik dapat membaca kembali materi yang sudah disiapkan oleh guru masing-masing, agar tercapai tujuan pembelajaran.

Setelah konten selesai, langkah selanjutnya peserta workshop  dapat melakukan preview dengan emulator yang ada di software Intel xdk.  Emulator di Intel xdk ini sangat menarik karena ditampilkan beberapa tampilan dari merek-merek handphone yang terkenal di dunia antara lain Apple, Lenovo, Acer dan tentu saja ada produk dari Samsung.

Dari emulator  tersebut peserta workshop dapat mencoba materi dan soal yang sudah dibuat di software bracket.  Ketika pada simulasi sudah dinyatakan tidak ada masalah maka peserta workshop melanjutkan untuk menjadikan ke paket APK.

Pembuatan paket APK ini masih menggunakan software Intel xdk. Peserta workshop SAGUSANOV melakukan build setting untuk mengatur apk yang dibuat. Untuk pembuatan paket APK maka peserta didik mengklik step build, dan proses pembuatan APK dari laptop ke server Intel xdk yang berada di Amerika. Setelah APK selesai ter-build kemudian peserta didik mendownload APK tersebut ke dalam laptop yang dimiliki oleh peserta. Tahap selanjutnya adalah peserta menginstal APK yang sudah di download tersebut di smartphone dan tablet yang sudah dimiliki oleh peserta.

Dalam beberapa kali workshop SAGUSANOV, rata-rata tingkat keterinstalan aplikasi yang dibuat peserta berkisar 10 persen dari seluruh peserta. Ketercapaian ini dikarenakan beberapa keterbatasan, khususnya koneksi internet. Namun alhamdulillah pada workshop kali ini ada 21 peserta yang mampu menginstal aplikasi yang dibuat ke handphonenya masing-masing.

Bagi peserta yang belum selesai dapat memanfaatkan kelas daring telegram SAGUSANOV PANGKEP. Kelas tersebut digunakan untuk untuk proses pembelajaran lanjutan dari workshop live yang sudah dilaksanakan. Maju terus IGI Pangkamajene Kepulauan. (Rep:/Kholiq, ed./hlm)

Berikut foto-foto kegiatan dari Arfiani Babay (kabid Literasi & Publikasi Karya Guru IGI Sulsel) dan Alamsyah Alam.

photo_2016-09-08_03-03-08

photo_2016-09-08_03-03-21

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here