Walikota Dukung Gerakan Literasi di Banjarmasin

0
877

Banjarmasin – Membaca dan menulis adalah salah satu aktifitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Oleh karena itu, semua guru di Kota Banjarmasin harus melek literasi.

Demikian disampaikan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, ketika membuka kegiatan “Seminar Literasi dan Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Kearifan Lokal” yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Banjarmasin bersama Pemko Banjarmasin. Seminar berlangsung di Aula Kayuh Baimbai Kota Banjarmasin, Selasa (06/09/16).

Ibnu Sina menambahkan, setiap sekolah atau madrasah harus melakukan program membaca setiap hari. Juga perlu ditumbuhkembangkan ekosistem pendidikan dan kebudayaan berbasis kearifan lokal. Pemerintah juga akan memberi apresiasi kepada guru yang punya karya tulis yang sudah dibukukan. “Mari bertekad menjadikan Banjarmasin sebagai kota literasi,” pungkas Ibnu Sina.

Penggiat Literasi, Satria Dharma mengatakan guru merupakan garda terdepan program literasi di sekolah. “Dengan membiasakan siswa membaca dan menulis sejak dini maka melahirkan generasi melek literasi yang bermanfaat bagi para peserta didik di abad 21,” imbuhnya.

401746

Ketua IGI Kalsel M. Adnani mengatakan, dengan adanya seminar diharapkan mampu memberikan motivasi kepada warga sekolah semakin gemar membaca, karena budaya membaca mulai pudar. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia kecil sekali minat dan kegiatan membaca. “Mari kita gerakkan budaya literasi dan kembali digaungkan di sekolah dan madrasah,” katanya.

Sementara itu, salah seorang budayawan dan penulis buku lokal Banjar, Ahmad Barji berharap sejarah maupun budaya Banjar dapat lebih menasional dan masuk dalam pembelajaran kurikulum 2013 berbasis kearifan lokal. “Budaya dan sejarah Banjar belum terekspos di tingkat nasional, padahal Pangeran Antasari adalah salah satu tokoh pahlawan nasional,” ujar Barji.

Kegiatan seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber sebagai pembicara, Satria Darma (Penggiat literasi dan Mantan Ketua IGI Pusat), Dr. Abdul Kamil Marisi (Kepala LPMP Kalsel), dan Ahmad Barji (Budayawan dan Penulis Buku Lokal Banjar), dihadiri lebih dari 200 guru SLTP dan SLTA sederajat se Kota Banjarmasin. Dihadiri juga Asisten Administratif Sekda Kota Banjarmasin, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Bendahara Umum PP IGI Gusti Surian, Wasekjen bidang Literasi PP IGI Abdul Halim, Ketua IGI Wilayah Kalsel M. Adnani, Ketua IGI Kota Banjarmasin Syafrudin Noor dan tamu undangan lainnya.

Salah seorang peserta dari MAN 2 Model (Manda) Banjarmasin, Abdul Rasid mengungkapkan pemberdayaan guru sebagai motor penggerak budaya literasi harus segera diimplementasikan di sekolah/madrasah. “Program ini akan mengurangi dampak kenakalan remaja dan terhindar penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” pungkas dia. (Rep/ Ft: Taufik).

Comments

comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here