TOT IGI DKI JAKARTA DAN KEBERKAHANNYA

2
519

TOT yang dilaksanakan oleh IGI DKI Jakarta pada tanggal 24 dan 25 Desember awalnya akan bertempat di Pusdiklat Kemenag Ciputat. Namun karena sesuatu  hal, akhirnya dialihkan ke Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Pulo Gebang Jakarta Timur. Kegiatan yang diadakan bekerjasma dengan PT. Samsung ini telah memberikan berkah tersendiri bagi kami dari Sumatra Barat (Sumbar).

Berawal dari pemberitahuan PP IGI bahwa ada beberapa wilayah atau daerah yang secara marathon akan melaksanakan TOT dengan berbagai tema di Indonesia menjelang akhir tahun ini. Setelah diamati seluruh jadwal kegiatan tersebut ternyata Sumatera Barat tidak terdaftar didalamnya, namun kami segera memaklumi dan memahami keberadaan kami. Hal ini mungkin disebabkan ketidakpekaan kami melihat perkembangan IGI itu sendiri terutama di wilayah kami.

Namun kami tidak boleh berhenti hanya menatap keberadaan diri yang seperti itu, kami harus mau dan mampu  mengikuti TOT. Setelah tanya sana sini akhirnya diputuskanlah untuk mengikuti TOT di DKI Jakarta karena berbagai pertimbangan dan yang paling utama karena aksesnya yang relatif mudah. Panitia awalnya memberikan quota untuk kami sebanyak 3 orang. Namun setelah diinformasikan ke rekan-rekan lainnya ternyata masih ada yang berminat untuk ikut. Negosiasi dengan panitia segera dilakukan dan membawa hasil. Sehingga akhirnya kami berangkat 5 orang. Dengan semangat untuk “khutubul ilmu ilallah” kami berangkat ke Jakarta berbekal “mau dan mampu”. Meskipun kami nanti sampai di Jakarta tidak tau harus naik apa dan arah ke mana untuk mencapai lokasi TOT.  Apalagi jadwal penerbangan kami sore hari. Dapat dibayangkan setelah mendarat di bandara Soekarno-Hatta (Soeta) tentu sudah menjelang malam. Subhanallah, ternyata niat ikhlas kami diberkahi dan diridhai olehNya. Kedatangan kami sudah ditunggu di bandara Soeta oleh seseorang yang belakangan baru kami kenal namanya yaitu bapak Andya Pratama (IGI DKI). Beliaulah yang menjemput dan mengantar kami ke lokasi kegiatan. Benar-benar tidak terpikirkan oleh kami sebelumnya. Benar bahwa jika Allah sudah berkehendak apapun bisa terjadi. Termasuk pertemuan kami dengan bapak Andya Pratama yang baik hati dan Cuma baru kenal namanya saja karena diberitahu panitia melalui WA.  

Pada hari pertama kegiatan, sebagian kami saling berkenalan dengan guru-guru hebat yang berasal dari berbagai daerah DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya, termasuk kami dari Sumbar, Sulsel, dan Lampung yang berasal dari daerah yang cukup jauh. Kejutan kedua yang kami terima dalam TOT ini adalah kesempatan bisa bertemu dengan Ketua umum IGI Muhamad Ramli Rahim (MRR) yang memberikan paparan tentang perjuangan dan kebermaknaan IGI bagi guru-guru di Nusantara ini. Menurut MRR,  TOT (Training of Trainer) yang diadakan oleh IGI lebih tepat disebut TOC (Training of Coach). Ada perbedaan cukup mendasar dari kedua istilah ini.  Kata Trainer identik dengan instruktur atau nara sumber yang hanya terlibat berbicara di ruang pelatihan, sementara di luar pelatihan tak banyak yang mau berbagi lagi. Sementara jika seorang Coach jelas artinya adalah pelatih. Sebagai seorang pelatih, Coach bukan sekedar pembicara namun melatih, mengatur dan mendampingi orang yang dilatihnya sampai mampu dan berhasil.  Alasan beliau rasional juga. Kata Coach lebih dalam maknanya dibanding kata trainer. Inilah spirit yang diharapkan lahir dari IGI ke depan.  Yaitu munculnya seorang Coach yang benar-benar mampu dan ikhlas memberikan ilmunya kepada guru-guru di Indonesia.

Banyak materi training diberikan, di antaranya adalah “Literasi dulu, kini dan nanti” oleh bapak Sururi Aziz, pengenalan Tab A8 dan S Notenya oleh bapak Danang Hidayattullah dan ibu Nur Azizah, menemu baling bersama ibu Yully Rahmawati, literasi dalam aplikasi android oleh bapak Syarifuddin, literasi dan inovasi dalam pembelajaran oleh bu Rahmi, serta literasi, komunikasi dan kepemimpinan bersama bapak Iwan Ridwan. Semua pemateri cukup memuaskan, sehingga kami termotivasi untuk lebih banyak belajar dan berlatih lagi nantinya.

Hari kedua punya nilai tersendiri bagi kami, karena materi trainingnya lebih mengarah pada kanal-kanal yang akan dipelajari oleh peserta, meskipun banyaknya kanal itu tidak sebanding dengan waktu yang hanya 8 Jam. Adapun beberapa kanal yang diperkenalkan kepada kami itu adalah sebagai berikut : kanal Sagusaku bersama bapak Ali Mustahib Elyas, sagusablog bersama bapak Danang Hidayatullah,  sagusamik bersama bapak Badrun Fuady, sagusanov bersama bapak Danang Hidayatullah. Peserta diharapkan memilih kanal sesuai minat dan basis kemampuannya. Secara umum kami telah mengenal dan mencoba semua kanal tersebut meskipun hanya baru dasar (karena memang dasar-dasar saja baru diberikan) akibat keterbatasan waktu.

Sehubungan dengan ketentuan bahwa peserta harus memilih kanal yang akan diminati dan dijadikan sebagai dasar keahliannya, ah terlampau tinggi disebut keahlian, sebut saja kompetensi atau kemapuan khusus. Kami dari Sumbarpun akhirnya berdiskusi untuk mengambil kanal apa yang akan kami perdalami nanti. Akhirnya saya sebagai Pengawas Sekolah mengambil kanal “SAGUSAKU” atau  SATU GURU SATU BUKU. Hal ini saya ambil karena pengalaman di lapangan tentang guru-guru binaan yang sulit sekali untuk mau menulis, dan lebih sering menulis karena ada unsur keterpaksaan atau situasi kepepet. Maka biasanya mereka tiba-tiba seperti tumbuh powernya untuk menulis. Sebut saja situasi ini dengan istilah “power of kepepet” untuk mau menulis, misalnya bila menghadapi tuntutan untuk naik pangkat. Meskipun begitu, bukan bersrti semua guru seperti itu, ada juga beberapa yang mau menulis, namun sering terhenti karena kebuntuan ide di tengah jalan. Situasi inilah yang mendorong minat saya mengambil kanal “SAGUSAKU”. Yaitu ada semangat untuk menguasai bidang kepenulisan agar bisa memperbaiki keadaan para guru yang menjadi binaan saya.

Simpulannya, selama 2 hari Kegiatan TOT kami mendapatkan berkah ilmu yang bermanfaat, persaudaraan yang kuat, pengalaman dari guru-guru yang hebat dan Insya Allah semoga bermanfaat bagi masyarakat dan kelak menjadi deposito amal bagi kami di akherat.

Alhamdulillah. Susuatu bangeeet di penghujung tahun 2016.

Dra. Yasmi, M.Pd
Pengawas SMA Prov. Sumatera Barat.

Comments

comments

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here